
Beberapa hari telah berlalu dan sepertinya hubungan Dean dan Olive semakin menjauh, mereka sibuk dengan kegiatan nya sendiri.
Olive semakin dekat dengan kak dimas, mereka sering menghabiskan waktu bersama.
Ketika jam pelajaran berakhir kak dimas pun sudah menunggu olive di depan gerbang.
"Kak dimas!!" panggil olive sambil berlari ke arah kak dimas.
"Akhirnya kamu keluar yah dek hehe" ucap kak dimas sambil tertawa.
"Iya nih kak, tadi gurunya agak sedikit lama, kakak sudah lama disini?" tanya olive.
"Gak juga sih, iya dek gak pa pa kok hehe" jawab kak dimas.
"Ayo naik!" perintah kak dimas.
"Siaap" ucap olive.
Ketika di lampu merah dan kak dimas pun bertanya kepada olive.
"Dek, kita mau kemana? Keluar yuk sebentar?" tanya kak dimas.
"Kemana kak?, aku sih mau aja hehe" jawab olive.
"Ya udah kita makan ice cream tempat biasa yah" ucap kak dimas lagi.
"Oke kak hehe" olive sambil tertawa melihat kak dimas.
Tak lama kemudian mereka pun sampai di mini market yang tidaj jauh dari rumah olive.
Mereka membeli ice cream Cornetto rasa strawberry dan duduk di teras mini market.
"live kamu pilih rasa apa?" tanya kak dimas.
"Biasa kak, strawberry hehehe" ucap olive.
"Oh, kamu gak pernah berubah yah hehe, kakak juga deh mau strawberry" kak dimas sambil mencubit pipi olive.
"Kamu cari kursi disana yah, kakak mau bayar dulu" perintah kak dimas.
"Siaap kak" olive sambil mengangkat tanganya seperti hormat.
Setelah kak dimas membayar ice cream, dia pun menghampiri olive dan duduk bersama dikursi teras depan mini market.
Awalnya mereka hanya membicarakan masalah yang tidak terlalu penting tapi lama kelamaan kak dimas menanyakan seseuatu yang serius kepada olive.
"Live, kakak mau nanya" tanya kak dimas dengan wajah yang serius.
"Iya kak? nanya apa kok mukanya serius banget?" tanya olive sambil memakan ice cream.
"Kita udah kenal lama, kira-kira kakak bisa gak ngelindungin kamu?" tanya kak dimas sambil menatap olive.
"Selama ini kan kakak udah ngejagain sama ngelindungin aku?" jawab olive dengan santai.
"Kakak pingin ngejagain kamu selamanya" ucap kak dimas.
"Maksudnya gimana sih kak, aku gak paham?" tanya olive.
"Kakak pingin jadi pacar kamu loh live" ucap kak dimas sambil memegang tangan olive.
"Hah? kakak gak salah?" tanya olive lagi.
"Gak, udah lama kakak pendem ini. gimana?" tanya kak dimas.
"Gimana yah kak, aku emang nyaman banget sama kakak, kakak selalu ada buat aku. tapi....." ucap olive.
"Tapi apa dek? kamu gak mau" tanya kak dimas.
"Gini aja deh kak, tolong beri aku waktu yah karena aku gak bisa jawab nya sekarang hehe, kakak paham kan maksud aku?" jawab olive dengan wajah bingung.
"Iya udah dek, kakak tunggu hari sabtu pulang sekolah yah jawabannya" ucap kak dimas.
"Hehe iya kak" olive menjawab dengan nada yang sedikit terpaksa.
Setelah pembicaraan itu selesai, suasana sudah mulai tidak baik dan akhirnya olive mengajak kak dimas pulang dengan alasan ingin mengerjakan PR.
__ADS_1
"Kak, aku lupa kalau tadi guru memberikan kami soal geografi dan besok jam pertama akan dikumpul" ucap olive.
"Ya sudah, kita pulang sekarang yah" ucap kak dimas.
"Iya kak" jawab olive.
"Ayo naik" ucap kak dimas.
Dan akhirnya olive pulang di antar kak dimas dan selama di perjalanan mereka hanya diam dan tidak berani untuk saling memulai pembicaraan.
Keesokan harinya Dean berniat untuk melihat olive di kelas nya.
Tetapi waktu iya berjalan ke arah kelas olive dia mendengar pembicaraan Lisa dan olive.
"Jadi gimana yah lis, dia sangat baik" tanya olive.
"Perasaan mu ke dia sekarang gimana? kamu bedain yah live perasaan cinta sama perduli" ucap lisa.
"aku selama ini cuma lihat dia sebagai kakak yang baik, yang selalu melindungi ku" ucap Lisa.
"Ya sudah, berarti kamu gak punya perasaan sama kak dimas". jawab lisa.
"Tapi kalu aku jawab gak ke kak dimas terus dia pergi ninggalin aku, aku gak mau kehilangan dia" ucap olive.
"Kalo kamu gak mau kehilangan dia, ya udah kamu terima dia" lisa sudah mulai geram dengan sifat plin plan olive.
"Baiklah akan aku pikirkan lagi" ucap olive dengan wajah yang sedikit bingung.
"Kamu harus memikirkan dengan hati-hati live, jangan sampai salah. oke! dan pikirkan juga mungkin diluar sana ada yang nunggu kamu selain kak dimas (Yang dimaksud lisa Dean)" ucap lisa.
"Iya lis iya, makasih yah" Olive sambil memeluk lisa.
Dean yang mendengar percakapan mereka pun akhirnya mengurungkan niatnya untuk pergi menemui kelas olive.
Sambil berjalan dean memikirkan pembicaraan olive dan lisa tadi, dia takut jika olive menerima kak dimas dan dia pasti akan sangat frustasi.
Ketika dean sampai ke kelasnya, bima pun melihat dean sedang melamun akhirnya bima datang dari arah belakang dan mengagetkan dean.
"Daaaarrrrr!" ucap bima sambil menepuk pundak dean.
"Lu ngapain sih, siang-siang melamun?" banyak utang?" bima sambil tertawa.
"Gini loh bim, kak dimas itu abis nembak olive" ucap dean dengan wajah yang melas.
"Hah?? jadi lu keduluan sama dia?" tanya bima.
"Iya, yang aku takutkan itu gimana kalau olive nerima kak dimas itu? dan aku gak bisa lagi deketin olive" dean merasa frustasi.
"Tenang, olive juga belum jawab kan kita liat saja nanti" ucap bima yang berusaha menguatkan dean.
Sudah hampir satu minggu dean dan olive tidak pernah bertemu, dean ingin sekali menghampiri olive tapi sepertinya olive sangat sibuk dan bahkan tidak ingag dengan dean.
Hari sabtu pun tiba dan kak dimas pun sudah menunggu olive di depan gerbang.
Mereka pun pergi dan sepertinya kak dimas ingin meminta jawaban dari olive sesuai perjanjian mereka sebelumnya.
Hari sabtu dan minggu pun sudah berlalu dan ketika hari senin dean ingin tau tentang hubungan olive dan kak dimas, akhirnya dean ingi melihat olive.
Tapi olive dan lisa pergi ke kantin, dean bertemu zahra di depan pintah. Zahra mengatakan bahwa ia membuat kue dan berharap dean mau mencobanya.
"Hey dean! cari olive yah?" tanya zahra
"Heh iya nih, tapi dia gak ada yah" jawab dean.
"Mungkin olive pergi ke kantin dengan lisa" ucap zahra.
"Oh iya sih bisa jadi" dean sambil menganggukan kepala nya.
"Kenapa kamu gak temuin dia di kantin?" tanya zahra.
"Gak usalah, gak ada yang penting juga" jawab dean.
"Oh gitu, oh iya dean aku tadi pagi bikin kue. kamu mau coba gak?" tanya zahra.
"Serius? mau aja sih asalkan geratis hehe" dean sambil tertawa.
__ADS_1
"Ayo sini masuk, gak enak di depan pintu nanti ada yang mau lewat kan" ucap zahra sambil menarik tangan dean.
"Iya, iya hehe" ucap dean.
Akhirnya dean pun duduk disebelah zahra.
"Ini, kamu cobain yah terus jawab dengan jujur gimana rasanya" ucap zahra sambil memberikan kue kepada dean.
"Oke aku makan yah" dean memakan kue buatan zahra.
"Waaah, sangat enak, bolehkah aku minta satu lagi?" ucap dean sambil menadahkan tangannya.
"Kamu jangan bohong dean, kalau tidak enak gak usah dimakan gak apa-apa kok" zahra sambil memasang wajah sedih.
"Lohh aku jawab jujur kok, aku gak bohong zahra, kue kamu emang enak, aku suka" ucap dean sambil tersenyum.
"Benarkah? kamu jujur kan?" ganya zahra lagi.
"Iya zahra, tolong beri aku satu lagi yah yah" dean sambil menadahkan tangannya.
"Ini hehe" zahra sambil memberikan kuenya ke dean sambil tersenyum.
Dan akhirnya mereka tertawa bersama dan semua orang di kelas itu melihat ke akraban mereka.
Olive dan lisa pun masuk ke kelas dan mereka melibat dean dan zahra sedang duduk bersama sambil memakan kue.
Olive yang melihat mereka semakin akrab pun mulai cemburu tetapi ia menutupi nya dan seakan-akan dia ikut bahagia dengan ke akraban mereka.
"Waah kalin makan kue tapi tidak membagi ku yah" ucap lisa sambil tertawa.
"Eh lisa, olive, apakah kalian mau kue ini, aku tadi pagi membuatnya tapi maaf yah kalu tidak enak" ucap zahra sambil memberikan kue kepada olive dan lisa.
Olive dan lisa mengambil kue dari tangan zahra dan mereka pun mencicipinya.
"Ini sangat lezat, aku suka makanan yang tidak terlalu manis" ucap lisa.
"Iya aku juga suka, rasanya pas dengan lidahku" ucap olive.
"Benarkah? kalian tidak bekerja sama kan untuk membohongi ku?" tanya zahra.
"Tidak kok kami sangat jujur, tolong besok kau buat kue lagi yah" lisa meledek zahra.
"Hehe iya iya, terimakasih sudah mau mencicipi kue buatan ku" zahra sambil tersenyum.
"Tuh kan kamu gak percaya, kue buatan mu itu enak hehe" ucap dean sambil tertawa.
Dan mereka pun tertawa bersama.
"Oh iya live, gimana kabarmu? aku sudah lama tidak melihat mu, kamu sangat sibuk yah akhir-akhir ini? ( dean pura-pura tidak tau dengan masalah yang terjadi antara kak dimas dan olive)" tanya dean.
"Baik kok, gak deh kayaknya kamu yang sombong" ucap olive dengan singkat.
"Ta sudah sebentar lagi masuk, aku kembali ke kelas dulu yah" ucap dean.
"Oh iya, sekali lagi makasih yah zahra kue nya" ucap dean sambil meninggalkan kelas ips itu.
Olive berkata dalam hatinya "Padahal aku belum sempat berbicara dengannya tapi dia sudah ingin kembali ke kelasnya".
Sambil berjalan ke arah kelasnya dean memikirkan olive, dia sangat penasaran apakah olive sudah menerima kak dimas.
Jam terakhir pun selesai dan dean ingin mengajak olive untuk pulang bersamanya, tapi ketika dean melihat ke kelasnya ternyata olive sudah keluar.
Dan dia berlari mencari olive, berharap olive masih disekitar sekolah.
Tetapi waktu ia mau berlari menuju tempat parkiran dia melihat kalau kak dimas sudah menjemput nya.
Bahkan mereka pun saling melempar senyuman, dia melihat bahwa olive dan kak dimas sudah resmi berpacaran.
Perasaan dean pun hancur, dan tidak sanggup menahan emosinya. dean akhirnya masuk kembali ke kelasnya.
Dean ingin sendirian, ketika sampai di kelas dia tidak bisa menahan emosinya sehingga mendorong kursi dan meja yang ada diruangan itu.
Kelas pun menjadi sangat berantakan, dean akhirnya duduk di sudut kelas dan berusahan menenangkan diri.
Hingga sore bahkan hampir maghrib dean melihat gerbang sekolah yang hampir ditutup berusaha untuk berlari agar bisa keluar.
__ADS_1
Dengan perasaan yang campur aduk dean mengendarai motor nya berharap bahwa tidak akan terjadi apa-apa dengannya.