
Waktu aku berusia 9 tahun aku bertemu dengan Dean dengan cara tidak sengaja, pertama kali kami bertemu di tempat permainan di pusat kota, aku tidak sengaja lewat ketika Dean, Bima dan Ayu. Ayu adalah teman masa kecil Dean dan Bima. Ketika aku duduk menunggu ibu menjemput kemudian dean memanggilku.
"Hey!, kamu!" ucap dean.
"Aku berpura-pura tidak mendengar".
"Hey! Aku memanggilmu! Gadis berbaju biru! ucap dean dengan nada keras.
"Kenapa? Kenapa kau memanggilku, aku tidak mengenalmu" tanya olive ke dean.
"Justru kita tidak saling mengenal, aku ingin mengajak mu berkenalan" ucap deam yang sudah jatuh cinta pada pandangan pertama pada olive.
"Baiklah, aku olive" aku sambil mengukurkan tangan ke arah dean.
"Oh olive, perkenalkan aku dean" sambil bersalaman dengan olive.
"Apakah sudah selesai? Karena ibuku sudah datang dan aku mau pulang" ucap olive.
"Eh tunggu, tunggu sebentar! Ayo kito bertemu lagi besok dan aku akan menunggumu disini" ucap dean.
"Akan aku usahakan" olive sambil pergi meninggalkan Dean, Bima dan Ayu.
"Dia sangat cantik yah dan sepertinya dia juga baik" ucap Bima sambil menertawakan dean.
"Ia dia memang cantik dan aku tau dia sebenarnya baik, aku ingin akrab dengan nya" ucap dean sambil tersenyum malu.
"Tapi dia sepertinya sombong dan tidak mai berteman dengan kiga" ucap Ayu, (ayu sedikit tidak menyukai olive).
"Itu hanya perasaanmu saja yu, ayo kita berteman dengan olive" ucap dean dam bima.
Waktu aku masih kecil dan ibuku masib ada, ibu ku sangat memanjakan aku, aku tinggal bersama ibu dan nenekku. Aku tidak mengetahui siapa ayahku dan juga keberadaan ayah dimana, karena sejak kecil ibu ku tidak pernah ingin membahas dan menceritakan tentang ayah.
Ke esokan harinya ada seorang paman yang datang ke rumahku dengan membawa makanan tapi tidak pernah disuruh masuk oleh ibukku. Aku selalu memanggilnya paman diluar karena aku tidak tau nama paman itu siapa.
"Hallo olive?" tanya paman itu kepadaku.
"Iya paman, apakah kau mencari ibuku?" tanyaku kepada paman itu.
"Tidak, tidak, aku hanya ingin memberikan makanan ini kepada mu olive" ucap paman itu sambil memberikan makanan yang ia beli sebelum kerumahku.
"Ohh terimakasih paman, paman baik sekali" ucapku sambil mengambil makanan yang diberikan paman itu.
"Iya sama-sama, silahkan makan olive" ucap paman itu sambil duduk disebelah ku.
"Kalau boleh tau siapa nama paman?" tanya olive sambil memakan makanan dari paman itu.
"Panggil saja paman Ali" ucap paman ali
"Owhh, iya paman ali" ucap olive sambil tersenyum.
Tak lama kemudian ibu olive pulang dari toko medis tempat iya bekerja sebagai perawat.
Dan ibu olive langsung menarik tangan olive dan menyuruh olive masuk ke dalam kamarnya.
"Untuk apa lagi kau datang kesini?" tanya ibu olive dengan nada yang cukup tinggi.
"Aku hanya ingin melihat dan bertemu dengan olive" ucap paman ali dengan memasang wajah melas.
"Tidak usah datang lagi kesini, aku idak ingin melihat wajahmu lagi" ucap ibu olive.
"Tolong izinkan aku untuk melihat olive" ucap paman ali dengan memohon.
"Cepat kau pergi!" ibu olive mengusir paman ali dengan lantang.
__ADS_1
Dan paman ali pun pulang dengan wajah yang sedih dan terus melirik ke arah kamar olive berharap olive melihatnya.
Waktu malam hari ketika kami bertiga selesai makan aku bertanya pada ibuku.
"Ibu! Siapa paman ali? Kenapa dia sering datang kesini dan ibu tidak permah menyuruhnya untuk masuk kedalam?" tanya olive dengan rasa penasaran.
"Sudahlah, masuk kedalam dan kerjakan PR mu jika tidak ada maka tidurlah jangan sampai kau terlambat kesekolah besok" perintah ibu olive.
"Hmmm, baiklah ibu" ucapku sambil lemas karena pertanyaan ku tidak dijawab oleh ibukku.
Ketika pulang sekolah aku tidak sempat untuk menemui dean karena aku sudah punya janji ingin bermain dengan hafis.
(hafis adalah adik kecil dekat rumah ku dan ia sering dipukuli ayahnya karena ayahnya sering mabuk dan tidak memperdulikan hafis, dan hafis sering menginap dirumah ku bersama ibu dan nenekku. Hafis sudah aku anggap seperti adik kecilku, dia sangat lucu dan menurut kepada ku, akus sering menghiburnya ketika ia habis dimarahi oleh ayahnya dia selalu datang dan mengadu kepada ku.
Keeseokan harinya adalah hari minggu dan aku sedang bermain dengan hafis, kemudia paman ali datang kerumah.
"Hallo, Dian bisakah kita bicara berdua?" Tanya paman ali kepada ibu olive, ibu olive bernama Dian.
Ibu olive kemudian keluar menemui paman ali dan mereka berbicara berdua dibawah, aku tidak bisa mendengar apa yang mereka bicarakan.
Setelah ibu dan paman ali berbicara maka paman ali pulang dan ibu masuk kedalam rumah dan dia mengajak nenek untuk bicara. Dengan penasaran aku membuka sedikit pintu kamarku agar aku bisa mendengar apa yang dibicarakan ibu dan nenek.
"Ibu dia ingin membiayahi olive sekolah dan aku menolaknya" ucap ibu olive
"Untuk apa lagi dia datang kesini, bilang pada nya kita bisa mengajari olive dirumah saja tidak harus pergi kesekolah" ucap nenek olive, karena ibuku tidak punya biaya untuk menyekolahkanku.
"Iya ibu aku juga sudah menolaknya dan menyuruh dia untuk tidak datang lagi kesini" ucap ibu olive.
"Tapi aku ingin sekolah ibu! Aku ingin sekolah seperti teman-temanku!!!" ucapku dengan sangat marah.
Ibu dan nenek hanya terdiam sambil memandangiku.
Setelah beberapa hari akhirnya aku masuk ke sekolah baru yang jaraknya sekitar 20 menit dari rumahku menuju kesekolah baruku. Ketika sampai dikelas yang aku masuki guru mempersilahkan aku untuk masuk dan memperkenalkan diri.
""Namaku olive" aku memperkenalkan diri dengan sedikit cuek.
"Apakah hanya nama saja olive?"tanya ibu guru.
"Iya ibu" aku menjawab sambil sedikit tersenyum.
"Oh ya sudah silahkan duduk di kursi kosong sebelah sana" ucap ibu guru.
"Iya bu" ucapku.
Dean melihatku pindah kesekolah ini dan satu kelas dengan dia, dia sangat bahagia dan terus memandangi olive dan tidak sabar untuk mengajak olive untuk berbicara.
Ketika jam istirahat dean menghampiri olive dan mengajak olive untuk ke kantin.
"Hay olive! Aku sangat senang kau bisa pindah ke sekolah ini dan kita bisa bersama-sama dengan waktu yang lama" ucap dean sambil tersenyum bahagia.
"Kau ini bicara apa" ucapku kepada dean.
"Hehe kenapa kau kemarin tidak datang menemui ku ditaman bermain?" ucap dean dengan muka murung.
"Ada sedikit masalah dirumahku dan aku tidak bisa datang menemuimu" ucap olive.
"Oh iya tidak apa-apa karena kau sekarang satu kelas denganku dan aku bisa mengajakmu bicara kapan saja" ucap dean sambil malu-malu.
"yhaa terserah kau sajalah" ucapku dengan sedikit ketus.
Setelah jam sekolah berakhir kamu pulang dan ibuku menjemput ke sekolah, kami berjalan bersama dan membeli makanan ditokoh kue diseberang jalan sekolahku.
Dean memanggil olive untuk memberikan mainan miliknya dan dia berkata pada ibuku bahwa ia ingin ikut pulang kerumah karena dia ingin tau dimana rumah olive.
__ADS_1
"Bibi apakah aku boleh ikut bersama kalian? Aku ingin tau dimana rumah olive" ucap dean sambil memohon.
"Ayo dean" ucap ibuku sambil tertawa melihat tingkah dean.
Dan kami pun pulang menuju rumah, setelah sampai di rumah aku mengajak dean bercerita di teras rumah dan dean sangat bahagia sekali. Tidak terasa waktu sudah sore dan ibuku menyuruh dean untuk pulang karena takut jika orang tua dean mencarinya.
"Nak dean pulang lah dulu hari sudah sore nanti ibumu mencarimu nanti besok atau lusa main lagi kesini ya" ucap ibu olive dengan tersenyum.
"Siaap bibi, aku pulang dulu yah, dadah olive" ucap dean sambil pergi meninggalkan kami.
Keesokan harinya ketika jam istirahat, ari datang kekelasku dan mengamuk. (Ari adalah anak Ipa kelas 1 satu kelas dengan Dean). Dia datang dan marah-marah kepadaku, aku sangat terkejut dan aku tidak mengenal ari.
"Hey! Kuperingatkan kepada kau jangan menemui ayahku lagi! Ucap ari dengan nada yang tinggi.
"Apa maksudmu? Aku tidak tau siapa ayahmu dan aku merasa tidak pernah menemuinya!" ucap olive dengan nada lantang.
"Paman ali yang sering kau panggil itu adalah ayahku! Itu ayahku! Bukan ayahmu!" ucap ari dengan kasar.
"Paman ali yang sengaja datang menemui aku dan ibuku!" ucap olive.
"Itu karena ibumu adalah seorang pelacur dan kau adalah anak haram dari ayahku!" ucap dean dengan tertawa mengejek olive.
Olive sangat terkejut dengan perkataan ari dan semua orang melihat olive, olive hanya bisa menangis, dan untunglah Dean datang dan langsung mendorong ari hingga ari terjatuh.
"Cepat pergi dari sini atau tidak aku akan mengajarmu" ucap dean dengan lantang dan membuat semua orang terdiam.
Olive hanya bisa terdiam dan menangis. Dean berusaha menenangkan olive dengan mengajaknya ke kantin.
Ketika olive sampai dirumah dan dia hanya diam tidak ingin berbicara dengan siapa pun baik dengan ibu mupun nenek.
Keesokan harinya olive pergi kesekolah dan dia mendapat kabar bahwa Dean sedang di panggil guru untuk menjelaskan permasalahan yang terjadi kemarin antar Dean dan Ari.
Ketika mendengar kabar itu aku langsung mencari Dean dan aku melihat dia sedang dimarahi oleh guru.
"Dean! ayo minta maaf kepada ari" ucap ibu guru.
"Tidak! bukan aku yang salah tapi dia! kenapa harus aku yang minta maaf harusnya dia yang meminta maaf pada olive" Tegas dean.
"Lihatlah bu dia sangat tidak sopan wajar saja dia ingin memusuhiku" ucap Ari dengan memasang wajah sombong.
"Kau yang salah! jadi cepat minta maaf padaku!" Dean dengan suara tegasnya.
"Sudah-sudah jika kalian tidak ada yang meminta maaf lebih dulu maka ibu akan menghubungi orang tua kalian!". ucap bu guru.
Dean dan Ari masih sama-sama kuat dengan pendiriannya dan tidak mau meminta maaf.
Akhirnya orang tua Dean dan Ari bahkan orang tua olive pun ikut dipanggil ke sekolah.
"Selamat siang ibu, maaf sudah merepotkan kalian untuk datang ke sekolah ini" kata bu guru.
"iya ibu tidak apa-apa, kalau boleh tau anak-anak ada masalah apa sehingga kami di panggil ke sekolah?" ucap ibu Dean.
"Jadi begini bu, kemarin waktu jam istirahat Dean dan Ari berkelahi dan membuat ribut isi kelas" ucap bu guru.
"Apa? ari bertengkar dengan Dean?" tanya ibu ari kepada bu guru.
"Iya ibu, karena awalnya Ari bertengkar dengan olive dan dean berusaha menghentikannya tapi bukanya berhenti mereka berdua semakin menjadi" ucap bu guru.
"oh jadi semua masalah ini ternyata dari anak wanita jalang ini!" ibu ari sambil marah.
"tolong ibu untuk menjaga perkataan nya karena ada anak-anak disini dan mereka tidak pantas mendengarkan ucapan itu" tegas bu guru.
"tolong kau jaga anak mu yang tidak tau diri itu atau tidak kau akan merasakan akibatnya" ucap ibu ari sambil pergi meninggalkan ruangan dengan memegang tangan Ari.
__ADS_1