
Hampir sama dengan kisah dean dan olive, bima berhasil membawa ayu ke atas gedung.
Bima sangat senang bisa berdua dengan ayu, hingga akhirnya bima memberanikan diri untuk menyatakan perasaan nya.
"Ayu...?" tanya bima dengan lebut.
"Ada apa?" jawab ayu dengan singkat.
"Ada yang ingin aku sampaikan hehe" ucap bima.
"Ayo bicara lah" jawab ayu sambil melihat ke arah langit.
"Tapi sebelum nya tolong kau tatap wajahku sebentar" pinta bima.
"Kenapa? apa yang akan kau bicarakan, kenapa kau tampak gerogi seperti itu?" tanya ayu sambil menatap bima.
"Ayu, kau tau kan sudah dari lama aku mencintaimu? apakah kau tidak punya rasa sedikit pun pada ku?" tanya bima.
"Kau ini bicara apa? aku tidak mengerti" ayu berusaha membalik kan wajah dan menghindari bima.
"Aku tau kau pasti mengerti maksud ku, tapi kau pura-pura tidak tau!"
Ayu hanya diam dan tidak mau melihat wajah dean.
"Apakah kau tidak pernah memikirkan ku sedikit saja? atau kau menghawatir kan aku?" tanya bima sambil memegang tangan ayu.
"Kita sudah berteman sejak kecil, aku hanya menganggap mu dan dean sahabat, bukan yang lainnya!" ucap ayu dengan nada yang sedikit kesal.
"Tidak pernah kah kau melihat perjuangan ku untuk mendekati mu?" tanya bima lagi.
"Tidak! aku tidak minta kau berjuang untuk ku kan!" jawab ayu dengan ketus.
"Tapi aku sangat mencintai mu ayu" pintah bima dan memohon ke ayu.
"Berheti mencintaiku! aku tidak menyukai mu!" ucap ayu dengan tegas.
Tak lama kemudia telfon dari seseorang masuk ke handphone ayu. Dan ternyata itu dari Reno.
"Tring....tring...." Panggilan masuk ke handphone ayu.
"Iya ren?" jawab ayu dengan tersenyum malu.
"Sebentar lagi tahun baru, dan aku ingin mengucapi mu, aku ingin menjadi orang pertama yang mengucapkan tahun baru pada mu" ucap reno.
"Hehe, iya terimakasih sudah mengucapkan selamat tahun baru pada ku" jawab ayu dengan malu-malu.
"Beberapa menit lagi jam 00:00 aku ingin melihat kembang api bersama mu meskipun hanya lewat suara" ucap reno sambil sedikit menggoda ayu.
"Iya aku juga hehe" ayu semakin baper.
"Sudah pukul 00:00, woaaah lihatlah yu kembang api dan petasan mulai berbunyi. apakah kau melihat nya?" tanya reno lagi.
"Iya, iya aku melihat nya, itu sangat cantik" ucap ayu sambil menunjuk ke arah kembang api itu.
"Kau sangat bahagia yah, apakah kau menyukai nya?" tanya reno.
"Iya aku sangat suka kembang api, warna nya sangat cantik" jawab ayu sambil tertawa.
Bima yang melihat ayu sedang telfonan dengan reno dan bahkan dia lupa bahwa disana ada dirinya. dia mengabaikan bima begitu saja, padahal kembang api dan petasan itu Bima dan Dean yang membuatnya.
Bima cuma bisa menahan rasa kesal dan kecewa, dia berkata dalam hati nya.
"Apakah aku ini terlalu jelek sampai ayu tidak pernah melirik ku? aku sudah berjuang banyak untuk nya agar dia tetap bahagia, tapi dia tidak pernah menganggap ku?, apakah ini saatnya aku untuk menyerah dan membiarkan ayu bahagia dengan reno".
Bima pergi meninggalkan ayu yang sedang asyik mengobrol dengan reno dan tidak perduli dengan bima.
Keesokan harinya waktu jam istirahat dean dan bima saling bertukar cerita tentang malam tahun baru.
"Gimana malem tahun baru mu dengan ayu?" tanya dean sambil memakan mie ayam.
"Hancur!!! tidak ada yang menarik! aku sangat benci malam itu" jawab bima dengan nada yang kesal.
"Kenapa? apakah acaranya gagal?" tanya dean.
__ADS_1
"Iya! ketika aku sudah mengatakan seluruh perasaan ku, ayu bilang jika dia tidak menyukai ku dan dia hanya menganggapku teman masa kecil" jawab bima sambil berhenti makan.
"Benarkah!? tanya dean lagi.
"Iya! bahkan disela-sela kami berbicar, reno menelfon nya, dia mengucapkan tahun baru untuk ayu" jawab bima.
"Hah? yang benar saja?" ucap dean.
"Iya, ayu bilang reno orang pertama yang mengucapkan tahun baru, padahal aku orang pertama yanh bilang padanya!" bima sudah mulai emosi.
"Aku meninggalkan mereka yang sedang asyik berbicara, aku seperti tak dianggap disana, mangkanya aku pergi" ucap dean lagi.
"Sungguh malang sekali nasibmu" dean mengejek bima.
"Terus bagaimana dengan mu? apakah kau sudah resmi berpacaran dengan olive?" tanya bima.
"Hmmm aku? sebenarnya kisah kita hampir sama" ucap dean.
"Apa? maksud mu bahagimana?" tanya bima.
"Ketika aku mulai menyampaikan semua perasaan ku, dan belum sempat mengatakan kalau aku menyukainya" jawab dean.
"Kenapa? apakah kau tidak berani?" tanya bima lagi.
"Bukan! karena ketika aku ingin mengungkap kan nya kak dimas datang dan merusak semuanya!" jawab dean.
"Ya ampun, bagaimana bisa di datang kesana" tanya bima.
"Olive yang memberi tahu kak dimas tentang tempat itu" jawab dean.
"Kenapa nasib kita sama, bahkan sangat buruk" ucap bima.
"Apakah sekarang waktunya kita untuk melepaskan mereka agar mereka bahagia dengan pilihannya?" tanya dean.
"Sebenarnya aku tidak ingin menyerah karena kita sudah melangkah sejauh ini tapi keadaan yang membuat kita untuk melihat mereka bahagia dengan orang lain" ucap bima dengan tegas.
"Baiklah, mari kita melepaskan mereka dan kita memulai hidup baru" ucap bima yang berusaha menguatkan dirinya dan juga bima.
"Ayo! kita buktikan!" bima sambil menggenggam tangan dean.
Ketika di dalam kelas bima berkata pada dean.
"Mari kita melakukannya mulai hari ini" ucap bima.
"Baiklah, kita sepakat" jawab dean.
"Aku akan menghapus semua pesan, panggilan dan foto-foto tentang ayu" ucap bima.
"Aku juga sama, mari kita lakukan" ucap bima juga.
Akhirnya mereka menghapus pesan, panggiln dan juga foto-foto tentang ayu dan olive.
Mereja berjanji untuk saling menguatkan satu sama lain dan akan fokus pada sekolah mereka.
Keesokan harinya dean memutuskan belajar di perpustakaan daerah dan dia bertemu dengan zahra.
"Hay zahra..." sapa dean.
"Hay dean, ayo duduk disini" ucap zahra.
"Iya terimakasih sudah memberiku kursi" ucap dean.
"Tidak masalah, apakah kau akan sering belajar di perpustakaan ini?" tanya zahra.
"Iya, karena ujian semester sebentar lagi, aku bosan jika harus belajar dirumah saja" jawab dean.
"Baiklah, aku akan mencarikan kursi untukmu nanti" ucap zahra sambil tersenyum.
"Makasih ya zahra ku memang sangat baik" ucap dean sambil tersenyum ke arah dean.
Mereka pun sibuk belajar pelajaran masing-masing hingga akhinrya mereka istirahat dan bercerita.
"Dean, kau sangat pintar di jurusan ipa, orang tuamu pasti sangat bangga yah?" tanya zahra.
__ADS_1
"Tidak juga, aku mengerjakan soal dengan semampuku dan aku akan terus belajar agar bisa menjawab soal-soal itu" jawab dean sambil merendahkan diri.
"Kau pintar sekali mengeles hehe, aku sangat takut ujian nanti apakah aku mampu menjawab soal-soal nya" ucap zahra sambil tersenyum.
"Kau tidak perlu takut, intinya kau harus rajin belajar dan mengulang kembali soal-soal yang sudah diberikan oleh guru" ucap dean
"Iya aku akan berusaha semampu ku" ucap zahra.
"Bagus, kau pasti bisa. aku percaya padamu karena kau orang pekerja keras, kau pasti bisa zahra!" dean berusaha menyemangati zahra.
"Terimakasih dean sudah menyemangati ku" ucap zahra sambik tersenyum malu-malu dan Mulai baper.
Di jurusan ips Olive dan ayu sering berebut peringkat 1 dan 2, jika disemester ini olive peringkat 1 maka disemester berikutnya ayu yang akan berada di peringkat 1.
"Tapi aku sangat mudah bosan jika melihat soal-soal seperti ini" ucap zahra.
"Kau sambil mendengarkan lagu saja, jadi kau tidak akan bosan" ucap dean.
"Aku tidak biasa mendengar lagu, aku tidak tau lagu apa yang harus aku dengarkan" tanya zahra.
"Bagaimana kalau kau mendengarkan lagu ciptaanku, aku sering merekam suaru ku dan menyimpannya di dalam memori card" jawab dean.
Dean sangat suka menyanyi, dia sering membuat lagu sendiri dan merekam nya kemudian ia simpan di memori card untuk koleksi nya.
Beberapa lagu yang sudah ia masukan ke dalam memori card sudah ia berikan kepada olive.
"Benarkah? kalau begitu aku mau dean" ucap zahra sambil tersenyum.
"Baiklah, ini untukmu, silahkan mendengarkan suaru ku hehe" dean sambil menyerahkan memori card miliknya.
"Apakah memori ini harus di masukan ke handphone? apa aku harus membeli mp3 saja? tanya zahra.
"Ini pakai saja mp3 ku, aku punya 2 hehe" dean sambil memberikan 1 mp3 miliknya. Di mp3 itu tertulis (Milik Dean :D).
"Waaah, kau sangat baik sekali dean" ucap zahra sambil tersenyum dan deg-degan.
"Silahkan dengarkan lagu dan suara ku, dan tolong beri respon untukku hehe" ucap dean.
"Baiklah" ucap zahra dengan singkat.
Zahra pun mendengarkan lagu milik dean, dia sambik tersenyum malu dan juga sangat tersentuh dengan perlakuan dean kepada nya, zahra semakin menyukai dean.
"Bagaimana zahra, apa respon mu?" tanya dean.
"Aku menyukai lagu mu, dan juga suara mu sangat lembut aku suka lagu seperti ini" jawab zahra
"Benarkah? kau menyukainya?" tanya dean lagi yang berusaha meyakinkan zahra.
"Iya, aku sangat menyukainya, kau sangat hebat dean!" jawab zahra.
"Kau tidak usah memuji ku seperti itu zahra" ucap dean.
"Aku sangat bangga padamu hehe" zahra sambil tersenyum ke arah dean.
"Ahh kau ini sangat berlebihan, hehe tapi terimakasib yah kau sudah mau mendengarkan lagu dan suara ku" ucap dean sambil tetawa.
Zahra hanya mengangguk dan akhirnya mereka tertawa bersama.
Sudah pukul 17:30 dan akhirnya mereka bergegas pulang. tapi hari sudah sore dan akan sulit mendapatkan bus.
"Zahra apakah jam segini masih ada bus kearah rumah mu" tanya dean.
"Masih ada tapi cukup lama, aku harus bersabar menunggunya" jawab zahra.
"Jika kau menunggu bus cukup lama maka Kau akan sampai rumah malam hari, dan itu tidak baik untuk anak perempuan" ucap dean.
"Tidak apa-apa aku akan menelfon ibu ku dan bilang kalau aku akan pulang terlambat" ucap zahra sambil mengeluarkan handpone miliknya.
"Aku akan mengantarmu, ayo naik" ucap dean.
"Tidak usah dean, nanti kau akan pulang terlambat" ucap zahra.
"Tidak apa-apa, ayo naik" perintah dean.
__ADS_1
"Baiklah hehe" zahra sambil tersenyum dan naik ke atas motor dean.
Dean pun pergi mengantar zahra pulang kerumahnya. zahra sangat bahagia hari ini karena mendapat perlakuan yang sangat manis dari dean.