My Iron Man

My Iron Man
Episode 2


__ADS_3

"Sudahlah, kau harus pulang karena sekarang sudah sore" ucapku ke Dean.


"Baiklah tuan putri" ucap Dean sambil melambaikan tangannya kepada ku.


Keesokan harinya aku pergi ke sekolah dan ketika sampai dikelas teman-teman ku menyuruh ku untuk melihat Dean di ruang kepala sekolah. (Perasaanku sudah mulai tidak enak). Aku melihat Dean dimarahi oleh kepala sekolah dan juga beberapa guru lainya.


"Dean! Kamu sudah sangat lancang! Berani masuk ke ruanganku dan bahkan membuka lemariku, kau tau disana tempat guru menyimpan nilai?" ucap kepala sekolah


"Saya tau saya salah pak" ucap Dean sambil gemetar.


"Kau berani mengambil barang yang disita secara diam-diam dan bapak tidak bisa membiarkan masalah ini, bapak akan menghubungi orang tuamu" ucap kepala sekolah.


Dean hanya terdiam.


Aku yang mendengar itu langsung terkejut aku tidak bisa berkata apa-apa, aku sangat kasihan dengan Dean dan tidak tau mau berbuat apa. -,-


Tidak lama kemudian ibu Dean datang ke sekolah dan menemui kepala sekolah, aku tidak bisa melihatnya karena mereka berbicara didalam ruangan dan aku hanya bisa menunggu dari luar. Tapi aku mendengar bahwa ibu Dean sangat marah dan bahkan menampar Dean.


Setelah ibu Dean keluar dan pulang, aku menunggu Dean keluar.


"Dean....! Bagaimana keadaanmu? Aku sunggu minta maaf karena ini semua salahku" ucapku ke Dean sambil menangis.


"Itu bukan salahmu, aku yang tidak berhati-hati waktu mengambil handpone mu di ruang kepala sekolah, sudahlah jangan menangis", ucap Dean berusaha menenangkan ku.


Ke esokan harinya aku melihat dipapan pengumuman bahwa bintang Dean berkurang 5 karena sudah melakukan pelanggaran. Ya sekolah kami sangat ketat, kami mengginakan peringat kedisiplinan berupa bitang dan akan diberi penghargaan ketika kami lulus nanti apa bila kami melakukan pelanggaran maka kami harus mengurangi bintang, sebelumnya Dean memiliki 17 bintang dan sekarang hanya tersisa 12 bintang, aku sangat merasa bersalah dengan Dean.


Ketika aku pukang, aku melihat kak Dimas ada didepan rumahku, ya ka dimas juga teman masa kecilku kami bertemu waktu aku duduk dibangku sekolah kelas 4 SD dan kak dimas kelas 2 SMP dia sangat baik, dan suka mengajariku ketika aku tidak tau tentang pelajaran di sekolah. Dia sekarang sudah tumbuh dewasa dan semakin tampan hehe.


"Olive...! Kakak sudah menunggu dari tadi" ucap kak Dimas.


"Maaf yah kak tadi bus nya cukup lama" ucapku ke kak dimas.


"Iya,iya tidak papah, ini kakak membelikanmu ice cream coklat kesukaan mu" ucap kak dimas.


"Woaaah, sudah lama aku tidak makan ice cream" ucap ku sambil bahagia diberi ice cream.


"Ayo cepat makan, itu sudah mulai cair" kak dimas menyuruhku untuk cepat memakan ice cream.


"Iya kak" aku sambil tertawa.


Ternyata Dean melihat Olive bercanda dan tertawa dengan kak Dimas, dia ingin menghampiri olive dirumahnya ada yang ingin dia tanyakan tapi ketika dia melihat olive dan kak dimas bahkan olive sangat bahagia, dia merasa cemburu dan pergi dengan perasaan iri karena olive tidak pernah tersenyum semanis itu kepada Dean.


Besoknya setelah pulang sekolah Dean ingin mengantar olive.


"Ayo live aku akan mengantarmu" ucap dean.


"Tidak usah, karena aku akan pulang dengan se seorang, dah bye" ucap olive sambil pergi meninggalkan dean.


Dean melihat disebrang jalan kak dimas sudah menunggu olive.


Dean pun merasa kecewa dan langsung pergi.


Malam hari dean mencoba menghubungi olive tapi olive tidak membalas pesannya.


Ketika disekolah Dean menghampiri kelas olive.


"Hey nanti pulang cepat karena guru mau rapat, ayo kita pergi keluar atau kita keruangan les tambahan?" ucap Dean.


"Iya aku tau, tidak bisa karena aku sudah punya janji dengan kak dimas" ucap olive sambil pergi meninggalkan dean.


Dan dean cuma bisa diam dan kecewa, dean duduk di tangga dan kebetulan zahra teman sekelas olive lewat di depan dean dan dia pun menyapa dean.


"Dean? Kenapa kau duduk disini?" tanya zahra

__ADS_1


"Oh zahra, tidak papah" ucap dean.


"Yasudah kalau begitu, oh iya dean apakah kau ikut les tambahan nanti?" tanya zahra


"Iya zahra aku ikut, apakah kau ikut juga?" ucap dean.


"Iya aku juga itu, apakah mau kucarikan kursi nanti untukmu?" tanya zahra


"Boleh juga, makasih ya sebelumnya, sampai berjumpa di les nanti sore zahra, bye" ucap dean.


"Iya, bye" ucap zahra sambil tersenyum malu.


Ruangan les sudah dibuka dan orang-orang mulai masuk dan mencari kursi tetapi zahra tidak kebagian kursi alhasil dia keluar ruangan dan dean baru saja sampai.


"Kenapa kau keluar? Bukannya kelas baru saja dibuka?" tanya dean.


"Aku sudah mencari kursi didalam dan tidak kebagian" ucap Zahra.


"Oh ya sudah ayo kita masuk" ucap dean.


"Tapi kursi didalam sudah penuh" ucap zahra.


"Ikuti saja aku, tenang saja kita akan mendapatkan kursi" ucap dean dengan sangat yakin.


Mereka berdua pun masuk keruangan les dan dean mengambil kursi yang sudah ditempati orang lain, dean sempat marah karena orang itu hanya meletakkan tas nya di kursi kosong dan sengaja tidak ingin berbagi tempat duduk untuk orang lain dan akhirnya dia mendapatkan kursi itu.


"Ayo zahra duduk, itu kursi untukmu" ucap dean.


"Oh iya" (zahra sudah mulai baper hmmm).


Selama mereka belajar di ruangan les zahra terus memandangi dean sambil tersenyum (duhh si embaknya mulai suka nih ke dean -_-) Sedangkan dean tetap fokus dengan menulis dan sesekali melihat handpone barang kali olive menghubunginya, tapi sampai jam pulang pun olive tidak menghubungi dean.....(owh kasihan dean).


Tiga hari berlalu dan Dean sudah jarang sekali bertemu dengan Olive, keesokan harinya ketika pulang sekolah Dean menunggu olive di gerbang dan berharap olive bisa pulang dengannya dan tidak lama kemudian dia melihat olive berjalan ke arah gerbang.


"kak dimas sudah menunggu ku, kami akan pergi ke les musik" ucap olive.


"oh ya sudah, hati-hati" ucap dean sambil menahan rasa kecewanya.


Dean melihat olive sangat bahagia ketika pergi dengan kak dimas dan dia tidak bisa menyembunyikan rasa cemburunya.


pukul 4 sore dean pergi ke ruangan les tambahan dan disana sudah ada zahra yang menyiapkan satu kursi kosong untuk dean.


"Dean....! kesini, kursimu disini" panggil zahra.


"oh iya, terimakasih zahra sudah mencarikan aku kursi" ucap dean.


"tidak perlu berterimakasih dean, karena aku sangat senang jika belajar ada teman seperti mu" ucap zahra dengan malu-malu.


Dean tidak punya buku akhirnya zahra meletahkan bukunya di tengah-tengah agar dean bisa melihat dan mereka bisa duduk berdekatan.


"Dean apakah kau bisa mengajariku soal ini?" tanya zahra kepada dean.


"Oh ya tentu saja aku tau soal ini, dan dean menjelaskn kepada zahra".


zahra pun tidak berhenti tersenyum dan memandangi wajah dean, (mbak zahra makin cinta ehemm).


ketika kelas tambahan selesai dan mereka berdua pun pulang tapi ketika ditangga zahra terjatuh dan dean membantunya.


"zahra aku pulang yah, kau hati-hati" ucap dean.


"iya dean, aduhh" ucap zahra ketika dia terjatuh ditangga.


"Kau kenapa zahra apakah kaki mu terluka?" tanya dean ke zahra.

__ADS_1


"tidak apa apa dean hanya terkilir sebentar dan akan sembuh jika aku berjalan pulang" ucap zahra.


"sepertinya kau kesakitan, aku akan mengantarmu pulang" ucap dean.


"tidak usah dean, aku tidak ingin merepotkan mu" zahra merasa tidak enak.


"ayolah naik aku akan mengantarmu pulang" ucap dean.


setelah mereka sampai dan zahra memberi tau rumahnya yang kecil dan bahkan akan segera digusur dean pun cuma tersenyum.


"masuklah zahra, aku akan pulang, jangan lupa merendam kakimu dengan air hangat, oke!" perintah dean.


"okee" ucap zahra sambil tersenyum malu.


ibu zahra ketika melihat dia pulang cukup lama dia sangat marah dan langsung memukul zahra, dean melihat kejadian itu dan berusaha untuk menolong zahra.


"hay bibi jangan memukul zahra, dia baru saja pulang dari kelas tambahan" ucap dean.


"kau siapa dan kenapa ada disini?" tanya ibu zahra ke dean.


"aku Dean teman satu sekolah zahra bibi dan kami datang ke kelas tambahan tadi" ucap dean.


"apa? dean? ohh bukan kah kau dean yang sering disebut-sebut di ruang guru karena kepintaran mu?" tanya ibu zahra dengan penasaran.


"hehe kurang lebih seperti itu bibi" ucap dean sambil malu-malu.


Dan ibu zahra menyuruh dean untuk minum sebentar dirumahnya.


"nak dean makanlah ini ada sedikit roti" ucap ibu zahra yang tiba-tiba menjadi baik.


"iya bibi terimakasih" dean pun memakan roti itu dan izin pulang setelahnya.


"bi saya mau pamit yah karena ibu saya akan menunggu lama nanti" ucap dean.


"oh iya sudah hati-hati yah dan jangan lupa untuk mampir lagi kesini" ucap ibu zahra.


"iya bibi dengan senang hati jika saya tidak sibuk, saya pamit ya" ucap dean.


"Dean itu sangat baik, pintar dan juga tampan yah apakah kau tidak menyukainya?" tanya ibuk zahra ke zahra.


"ibu bicara apa?" Zahra tersunyum malu (elaah si mbak padahal suka sama Dean).


Keesokan harinya dean mendatangi kelas olive dan ternyata olive tidak ada dia bertanya pada zahra dan zahra tidak tau dimana olive, akhirnya dean keluar dan ternyata dia melihat olive sedang menelfon dengan seseorang sambik tersenyum malu. Dean pun penasaran dan mencoba menguping apa yang dibicarakan oleh olive dan seseorang tersebut, tapi ketahuan oleh olive.


"Dean apa yang kau lakukan dibelakang sana?" tanya olive.


"ohh, itu, anu...." dean pun gugup.


"apa kau mencoba menguping pembicaraan ku barusan?" tanya olive.


"hmmm, iya aku penasaran dengan siapa kau bicara dan membicarakan apa" ucap dean.


"itu bukan urusannmu, kau selalu saja ingin ikut campur masalahku" ucap olive dengan tegas.


"apa seseorang itu penting bagimu?" tanya dean kepada olive.


"yah, tentu saja! dia orang yang sangat aku percaya" ucap olive yang sudah mulai emosi.


"lebih penting dari pada aku?" Dean terus bertanya hingga membuat olive marah.


"iya! apakah sudah jelas?" ucap olive dengan nada yang cukup tinggi.


"oh baiklah, ternyata aku tidak penting di hidup mu bahkan kau pun tidak pernah perduli dengan ku, beberapa hari ini kau semakin menjauh dan aku hampir tidak bisa lagi melihatmu, aku selalu menunggumu pulang tapi kau selalu pergi dengan kak dimas, aku berharap kau sekali saja menghubungi ku tapi kenyataannya itu tidak akan pernah terjadi" Dean mengungkapkan apa yang dia pendam beberapa hari ini dengan penuh emosi.

__ADS_1


Mendengar apa yang diucapkan Dean, Olive hanya terdiam dan dia merasa bersalah dengan dean.


__ADS_2