
Dean mencari olive dikantin, dan setelah itu dean melihat olive sedang makan bersama lisa dan dean pun menghampiri olive.
"Olive...!" Dean sambil berlari ke arah olive.
"Ada apa? kenapa kau sambil berlari" tanya olive.
"Tidak apa-apa aku mencarimu tadi dikelas dan kata zahra kau pergi kekantin, jadi aku mencarimu disini" jawab dean.
"Oh, kenapa kau mencariku? apakah ada sesuatu?" tanya olive lagi.
"Kemarin kau pergi kemana? kenapa kau tidak melihatku dipertandingan?" tanya dean.
"Aku kemarin pergi bersama kak dimas mengunjungi toko musik, aku menemaninya membeli gitar" jawab olive.
"Oh, begitu" ucap dean dengan singkat dan memasang wajah yang kecewa.
"Lanjutkan makanmu, aku akan pergi ke kelas karena ada soal-soal yang harus aku kerjakan" dean sambil pergi meninggalkan olive dan lisa.
Sambil berjalan dean berbicara dalam hati "Dia tidak menyakan bagaimana pertandingan ku kemarin bahkan dia juga tidak tau bahwa aku sedang cedera, sudah lah dia memang tidak perduli denganku".
Ketika dean berjalan ke arah kelasnya kemudian dia melihat zahra berdiri didepan kelasnya.
"Zahra...apakah kau mencari seseorang?" tanya dean.
"Hey dean, iya aku mencarimu" jawab zahra.
"Oh kenapa kau mencariku? apakah ada yang ingin kau tanyakan?" tanya dean.
"Aku tau dari bima bahwa kau sedang cedera? apakah itu benar?" ucap zahra.
"Hehe iya, kemarin aku kurang fokus saat sedang pertandingan, jadi aku terjatuh dan kaki ku terkilir" ucap dean.
"Apakah sekarang kakimu masih sakit? aku membawakan obat salap untukmu, ini biasa aku gunakan waktu tubuhku sakit" ucap zahra sambil menyerahkan obat itu.
"Terimakasih zahra kau tidak usah repot-repot" kata dean dan mengambil obat dari tangan zahra.
"Aku merasa tidak direpotkan olehmu tenang saja" zahra sambil tersenyum.
"Kau baik sekali zahra, sekali lagi terimakasih yah" ucap dean.
"Iya sama-sama dean", zahra tersenyum malu dan memandangi dean.
"Dean, aku pergi kekelas dulu yah kalau begitu, semoga kau cepat sembuh" ucap zahra.
"Iya zahra, terimakasih ya" dean tersenyum dan melambaikan tangan ke arah zahra.
Zahra pun pergi meninggalkan kelas dean dan berjalan menuju kelasnya sambil tersenyum malu-malu.
Ketika duduk di dalam kelas dean berbicara didalam hatinya "Andaikan olive seperti zahra yang perduli denganku, aku sudah lama mengenal olive tapi dia tidak pernah memperdulikanku, sedangkan zahra kami baru saja saling kenal. sudahlah nanti lama-lama juga olive akan menyadarinya jika aku yang selalu ada untuknya".
Dean tetap berfikir positif dan berusaha menyemangati dirinya sendiri.
Dean dan olive semakin hari semakin jauh dan olive selalu menghindar dari dirinya.
Keesokan harinya tepat tanggal 30 Desember, dean berencana ingin membuat kejutan tahun baru untuk olive.
Dean mengajak bima untuk membuat sesuatu dan bima dengan senang hati ingin membantu karena ia juga ingin memberi kejugan untuk ayu.
"Bim, aku punya ide" ucap dean.
"Ide apa lagi yang kau pikirkan? hah?" tanya bima.
"Malam tahun baru nanti ayo kita buat kejutan untuk olive dan ayu, bagaimana?" tanya dean.
"waah ide bagus, tapi kejutan seperti apa?" tanya bima lagi.
"Didekat pasar malam, jalan ke arah rumah olive ada gedung kosong, bagaimana jika kita menyiapkan kembang api dan juga petasan?" tanya dean.
"Ide mu sangat bagus, ayo kita bekerja sama" jawab bima.
"Aku akan mengajak olive dan kau mengajak ayu" ucap dean.
"Baiklah, aku akan mengajak ayu ke atap sedangkan kau dan olive digedung bawah, setuju?" tanya bima.
__ADS_1
"oke setuju". kata dean
"Besok kita akan mulai setelah pulang sekolah" ucap dean.
Keesokan harinya dean mencari olive di kelasnya.
"Live, malam ini ayo kita keluar melihat kembang api?" tanya dean.
"Akan aku usahakan, tapi aku tidak janji yah" jawab olive.
"Oke, nanti aku akan menghubungimu lagi" ucap dean.
Dean pun pergi meninggalkan olive dan segera berangkat ke tempat yang sebelumnya ia bicarakan dengan bima.
Setelah sampai ke gedung itu dean dan bima langsung menghiasinya agar terlihat indah dan mulai menyusun petasan dan kembang api itu.
Hari sudah semakin sore tapi dean dan bima belum mendapatkan balasan dari olive dan juga ayu.
"Bagaimana jika mereka tidak datang dean?" tanya bima.
"Kita tunggu saja, mereka juga belum mengubungi kita" jawab dean.
Setelah pukul 8 ayu menghubungi bima.
"Bim, maaf aku tidak bisa datang karena reno mengajakku untuk keluar bersamanya" ucap ayu lewat whatsapp. Reno adalah ketua osis dan memang kabarnya ayu dan reno sedang dekat.
"Lihatlah ayu tidak bisa datang" ucap bima ke dean dengan wajah yang sedih dan kecewa.
"Iya ayu tidak apa-apa" balas bima dengan berusaha menguatkan dirinya.
"Ya sudah kau harus sabar, kita harus kuat dalam berjuang jangan patah semangat oke" dean berusaha menguatkan bima.
Tidak lama kemudian olive pun mengirimkan pesan whatsapp ke dean.
"Maaf yah, aku tidak bisa pergi denganmu karena kak dimas ingin mengajakku pergi, kita pergi lain hari saja. oke" pesan olive ke dean.
"Oke tidak apa-apa, semoga kau melewati tahun baru dengan baik" balas dean ke olive.
Dean sangat kecewa ketika melihat pesan itu dari olive dan akhirnya dean dan bima pun pergi meninggalkan gedung itu.
"Olive..." panggil dean.
"Hey dean, kenapa kau disini?" tanya olive.
"Aku hanya berjalan kesini, apa yang kau lakukan disini? bukannya kau bilang ingin pergi dengan kak dimas? dimana kak dimas?" tanya dean.
"Kak dimas tadi menelfonku dia bilang ada urusan mendadak yang tidak bisa di tinggalkan" jawab olive.
"Oh jadi kau berjalan kesini sendirian?" tanya dean lagi.
"Iya, aku ingin menghabiskan malam tahun bari diluar" ucap olive.
"Kalau begitu, ayo ikut aku" dean sambil menarik tangan olive.
"Kita mau pergi kemana?" tanya olive sambil berlari dengan dean.
"Kau diam saja, dan ikuti aku" ucap dean sambil tertawa.
Diwaktu yang sama juga, ketika bima berjalan pulang ia melihat ayu sedang duduk diseberang jalan dan seperti menunggu seseorang.
"Ayu... apa yang kau lakukan sendirian disini?" tanya bima.
"Aku sedang menunggu reno" jawab ayu.
"Oh, apakah kalian berjanji untuk bertemu disini?" tanya bima.
"Iya, dan kau dari mana?" tanya ayu.
"Aku sedang berjalan keluar dan ingin melihat kembang api ketika tahun baru nanti" ucap bima.
Tak lama kemudia ayu mendapatkan whatsapp dari reno.
"Ayu, maafkan aku, aku tidak bisa pergi dengan mu karena ada urusan yang tidak bisa aku tinggalkan sekarang aku harap kau mengerti, tolong maafkan aku" pesan dari reni untuk ayu.
__ADS_1
"Iya tidak apa-apa, aku juga belum keluar rumah, aku juga tidak mendapatkan izin keluar dari ayahku" balas ayu dengan kecewa.
"Ada apa? kenapa wajahmu sedih seperti itu? kau mendapatkan whatsapp dari siapa?" tanya bima.
"Reno mengirimkan pesan whatsapp, dia bilang tidak bisa datang" jawab ayu.
"Ya sudah, kau tidak usah sedih, ayo ikut aku" ucap bima.
"Ikut kemana?" tanya ayu.
"Sudah kau diam saja, ada yang ingin aku tunjukan nanti" bima sambil memegang tangan ayu.
"Kau ingin menunjukkan apa?" sambil bertanya-tanya.
Ketika sudah sampai digedung itu, dean dan olive berdiri didepan gedung. dan begitu pula dengan bima dan ayu.
Dean sudah merencanakan bahwa ia ingin mengungkapkan perasaannya kepada olive tepat malam tahun baru.
Bima pun sama, dia sudah berlati berbicara agar dia bisa menyatakan perasaannya kepada ayu dengan mudah.
Waktu Dean ingin berbicara dengan olive, tak disangka kak dimas pun datang.
"Olive, kita sudah mengenal sejak lama kan dan kita juga sering menghabiskan waktu bersama" ucap dean.
"Iya, terus?" tanya olive.
"Aku merasa sangat nyaman didekatmu, aku merasa kau sangat hangat, baik dan juga sangat lucu" pelan-pelan dean mulai mengungkapkan isi hatinya.
"Apa sebenarnya yang ingin engkau sampaikan" tanya olive dengan penasaran.
"Sebenarnya aku sudah lama menyimpan ini dan sekarang aku sudah berani dan akan mengungkapkan nya padamu olive" ucap dean sambil tersenyum.
"Iya, kau lanjutkan saja, apa yang sebenarnya ingin kau sampaikan, cepat katakan" ucap olive.
"Sebenarnya dari dulu aku sudah meny........"
Kak dimas pun datang dan menyapa olive.
"Olivee...!!!"
"Hey kak dimas, ternyata kau akan datang" ucap olive.
"Apa yang kalian lakukan berdua disini?" tanya kak dimas.
"Bagaimana kau bisa datang kesini kak" dean balik nanya ke kak dimas.
"Tadi aku menanyakan olive dimana dan dia menjawab ada digedung ini, jadi aku pergi kesini untuk menemuinya" jawab kak dimas.
"Terimakasih ya kak dimas sudah menyempatkan datang kesini hehe" ucap olive.
"Oh iya, dean apa yang ingin kau sampaikan tadi? ayo cepat katakan?" tanya olive ke dean.
"Oh itu tadi, tidak apa-apa aku hanya ingin menanyakan hal yang tidak terlalu penting, lupakan saja" jawab dean dengan wajah yang sangat kecewa.
"Baiklah kalau tidak penting" ucap olive dengan nada yang agak ketus.
"Kalian masih dibawah umur tidak boleh keluar dengan keadaan masih memakai seragam sekolah, kalian bisa ditangkap polisi nanti" ucap kak dimas. (sebenarnya kak dimas cemburu melihat olive pergi berdua dengan dean).
"Iya kak, kita juga tidak sengaja bertemu kok) jawab olive sambil tertawa.
Dean hanya diam dan berkata dalam hatinya "Kenapa kak dimas harus datang padahal sedikit lagi aku akan mengatakan nya! aku benar-benar membenci mu! kau selalu datang diwaktu yang tidak tepat!".
Tak lama kemudian tepat jam 00:00 kembang api dan petasan yang sudah dean dan bima siapkan di dalam gedung akhirnya hidup. karena sebelumnya dean dan bima menyewa seseorang untuk menghidupkan nya tepat jam 00:00.
Olive sangat bahagia ketika melihag kembang api itu dan dia terus tertawa kemudian dia bertanya.
"Siapa yang sudah membuat gedung ini menjadi indah dan juga menghidupkan kembang api dan juga petasan?" tanya olive dengan penasaran.
"Mungkin warga disini yang melakukannya agar gedung ini dilihat dan didatangi oleh orang-orang ketika malam tahun baru" ucap kak dimas yang sok tau.
Kemudian mereka saling menatap dan tersenyum bersama.
Dean yang melihat mereka berdua saling menatap dan sangat bahagia, dia pun pergi meninggalkan gedung itu dengan rasa kecewa dan dia berkata di dalam hatinya.
__ADS_1
"Aku yang sudah bekerja keras untuk membuatnya bahagia malam ini, tapi dia tersenyum untuk orang lain".