
Masa Lalu
Ibu Ari sangat membenci Olive dan Ibunya karena dia takut bahwa suaminya akan kembali pada ibunya olive.
Dulu waktu ibu olive masih remaja dia pernah berpacaran dengan paman ali kemudian mereka berniat untuk menikah tetapi karena khilaf mereka melakukan hubungan suami istri sebelum pernikahan dan akhirnya ibu olive hamil.
Tetapi paman ali mendapatkan beasiswa untuk sekolah di Malaysia dan kemudian dia pergi meninggalkan ibu olive dan berjanji akan kembali menemuinya ketika ia telah menyelesaikan pendidikannya.
Satu tahun berlalu dan ibu olive kembali bertemu dengan paman ali di sebuah mall dan ketika ibu olive menyapa paman ali kemudian datang seorang wanita dan memperkenalkan dirinya sebagai calon istri paman ali.
"Ali apakah kau sudah kembali" sapa ibu olive.
"Iya sudah sekitar 2 bulan aku kembali" ucap paman ali dengan hati-hati.
"oh begitu, kenapa kau tidak datang menemuiku atau menghubungiku?" tanya ibu olive.
"Aku belum sempat karena masih banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan" ucap paman ali mulai sedikit gugup.
"Ya sudah kalau begitu, apakah kau ingin mampir kerumah dan melihat Olive dan ibu?" tanya ibu olive.
Tidak lama datang seorang perempuan.
"Sayang ayo kita pulang" ucap ibu ari.
"Siapa dia ali?" tanya ibu olive dengan penasaran.
"Aku adalah calon istri ali, dan kau siapa? apakah kalian saling mengenal?" tanya ibu ari dengan wajah yang sombong.
"benarkah itu ali?" ucap ibu olive.
"Iya, dia calon istri ku dan kami akan menikah bulan depan" ucap paman ali dengan nada hati-hati.
"oh kalau begitu selamat" ucap ibu olive dan langsung pergi meninggalkan mereka berdua.
Ibu olive pergi ke toilet dan dia menangis karena merasa di khianati oleh Ali dan dia memutuskan untuk melupakan Ali dan juga akan merawat olive dengan kasih sayang yang dia punya, dan dia bertekad bahwa ia tidak akan mempertemukan olive dan ali sampai kapanpun.
Setelah beberapa tahun selanjutnya, paman ari sering datang untuk melihat keadaan olive dan ibunya tetapi ibunya olive tidak pernah memperkenalkan olive kepada ayahnya itu.
Bahkan ketika paman ali datang ibu olive langsung mengusirnya dan berkata bahwa ia tidak boleh datang lagi ke sini.
Hari-hari telah berlalu, hingga suatu hari tepatnya umur olive sudah 14 tahun dan ibu olive bertemu dengan laki-laki yang bernama Wawan. mereka tidak sengaja bertemu di salah satu rumah sakit tempat paman wawan bekerja.
Olive sangat suka dengan paman wawan karena dia sangat baik dan juga sayang kepada ibunya. olive setuju jika ibunya menikah dengan paman wawan.
"Olive kau ingin kemana?" tanya paman wawan dari dalam mobil.
"Aku ingin keperpustakaan bersam teman ku paman tapi kami berjanji bertemu langsung di perpustakaan" ucap olive.
"Ayo masuk, paman akan mengantarmu" ucap paman wawa.
"Tidak usah paman, nanti kau akan terlambat bekerja" Ucap olive sambil meyakinkan.
"Tidak, tidak ayo naik" paman wawan memaksa olive untuk ikut dengan.
"Baiklah paman" ucap olive.
"Oh iya olive, paman ingin melamar ibumu apakah kau setuju?" Ucap paman wawan dengan malu-malu.
"Iya tentu saja, aku melihat bahwa ibu juga menyukai mu paman" olive berusaha meyakinkan paman wawan.
"Benarkah, paman sangat senang sekali olive" paman olive tersenyum dan sangat gembira.
"Tapi paman aku belum bisa memanghilmu ayah, tolong beri aku waktu" ucap olive dengan memasang wajah melas.
"Tidak apa-apa olive, kau tidak harus memanggilku dengan sebutan ayah, kau menyetujui paman menikah dengan ibumu saja paman sudah sangat berterimakasih padamu" paman wawan tersenyum kepada olive.
"Baiklah paman". ucap olive
Akhirnya mereka sampai ke perpustakaan dan paman wawan pergi meninggalkan olive. olive pun masuk ke dalam. Dan dia melihat ada Dean disana.
"Apakah kau sudah lama disini?" tanya olive ke dean.
"Hey olive, iya sudah sekitar 20 menit, apakah kau datang sendiri?" tanya dean.
__ADS_1
"Tidak, aku diantar oleh paman wawan" ucap olive.
"Kenapa kau tidak menghubungi ku, aku bisa menjemputmu dan kita pergi ke perpustakaan bersama" ucap dean
"Tidak apa-apa, sebenarnya aku ingin pergi ke perpus dengan Lisa tapi tiba-tiba lisa membatalkan dia bilang mau pergi dengan ayahnya" ucap olive.
"Oh iya sudah, beri tau aku jika kau ingin pergi nanti, aku akan mengantarmu, oke" Dean sambil tertawa ke arah olive.
"Oke" ucap olive dengan singkat.
"Oh iya, tadi kau menyebutkan paman wawan? siapa paman wawan?" tanya dean dengan penasaran.
"Dia adalah teman ibuku, dan dia baru saja meminta izinku untuk menikahi ibu" ucap dean.
"oh begitu, terus apakah kau setuju?" tanya dean.
"Iya tentu saja, paman wawan sangat baik dan sepertinya cocok dengan ibuku" ucap olive.
"Bagus kalau begitu" ucap dean sambil mencubit pipi olive.
Setelah mereka belajar dan dean mengajak olive untuk membeli Ice cream.
"Olive ini adalah kesukaanmu" dean memberikan icd cream ke olive.
"waah sudah lama aku tidak membeli ice cream" olive sambil tersenyum bahagia.
"Apakah kau suka, ayo makan nanti keburu cair" ucap dean.
"Baiklah hehe" olive sangat gembira.
Keesokan harinya ketika pulang sekolah olive dan lisa pergi ke suatu mall dan tidak sengaja bertemu dengan ibu dean. dan mereka pun menyapanya tetapi nampaknya ibu dean tidak menyukai olive.
"Hallo bibi, senang bertemu denganmu disini" olive sambil menundukan kepala.
"Oh iya olive" ucap ibu dean sambil memasang wajah yang agak dingin.
"Apakah bibi sudah selesai berbelanja?" tanya olive.
"Sepertinya ibu dean tidak suka dengan kita?" tanya lisa kepada olive.
"Mungkin dia lelah karena baru pulang dari bekerja" olive meyakinkan lisa.
Ibu dean memang tidak menyukai olive karena menurutnya olive selalu membawa masalah untuk dean, ibu dean tau jika dean sering melindungi olive dari orang-orang yang sering ingin menyakiti olive.
Dan juga ibu dean mengetahui latar belakang keluarga olive dan dia tidak ingin dean dekat dengan olive.
Ibu olive dan paman wawan telah menetapkan hari pernikahan dan besok berencana untuk melihat baju pengantin.
Ibu olive mengajak olive untuk datang bersamanya, membantu dirinya untuk memilih baju yang mana cocok untuknya.
Ketika pulang sekolah olive melihat dean menunggunya di depan gerbang.
"Olive ayo pulang, aku akan mengantarmu" Ucap dean.
"Tapi aku tidak pulang kerunah, aku ingin menemani ibuku untuk mencari gaun pernikahan" ucap olive.
"Ya sudah aku akan mengantarmu dan juga aku ingin melihat bibi menggunakan baju pengantin" dean sambil tersenyum.
"Baiklah, ayo kita pergi" ucap olive.
Dan tidak lama mereka sampai ketempat ibunya olive memesan baju pengantin.
Olive menyuruh ibunya untuk mencoba baju yang sudah ia pilihkan.
Paman wawan pun datang dan dean memilihkan kemeja yang pas untuk dipakai paman.
Dan dean menawarkan kepada ibu olive dan paman wawan untuk mengambil foto dengan menggunakan baju pengantin dan mereka pun setuju dengan ide dean.
Ketika Ibu olive dan paman wawan mengambil foto. Dean dan olive pun melihag dari kejauhan sambil sedikit mengobrol.
"Ibumu sangat cantik dan dia juga nampak sangat bahagia" ucap dean
"Iya ibuku benar-benar cantik" olive sambil tersenyum.
__ADS_1
"Beberapa tahun lagi kau dan aku juga akan seperti itu, kau akan menghunakan gaun yang cantik dan kita akan di foto seperti itu" ucap dean sambik tertawa memandangi wajah olive.
"Halah kau ini bicara apa?" olive sambil tertawa ke arah dean.
Tak lama itu fotografer memanggil olive untuk berfoto dengan ibunya dan juga paman wawan.
Setelah pernikahan selesai dan paman wawan ingin mengajak istrinya dan juga olive untuk berlibur di thailand.
Awalnya olive menolak karena sebentar lagi akan ujian. tapi paman wawan bilang kalau mereka akan pergi waktu liburan sekolah.
Akhirnya olive pun setuju.
Kemudia selang beberapa hari, olive pun sudah melewati masa ujian.
Ketika pulang sekolah Dean mengajak olive untuk berbicara.
"Olive ayo duduk sebentar ada yang ingin aku bicarakan" dean memaksa olive untuk duduk.
"Ada apa? sepertinya sangat penting?" tanya olive.
"Ayo kita menonton konser Shela On7, acaranya hari rabu nanti, aku akan membelikan mu tiket" ucap dean.
"Tiket itu pasti mahal dean" ucap olive.
"Tidak apa-apa aku sudah lama menabung dan aku ingin menontonya bersama mu olive, yah yah mau yah" ucap dean sambil memasang wajah melas.
"Ya sudah, baiklah aku akan ikut dengan mu" olive sambil tersenyum ke arah dean.
.
"Yes, yes, aku sangat senang olive aku akhirnya setuju" dean sangat bahagia sekali.
"Apakah sudah selesai? aku ingin pulang" ucap olive.
"Siaap, aku akan mengantarmu" ucap dean sambil bergegas.
Setelah sampai di rumah dan dean pun menelpon olive.
"Olive aku sudah membeli tiketnya, kita akan nonton bareng yah hari rabu" ucap dean sambil tertawa.
"Benarkah?" tanya olive dengan rasa penasaran.
"Iya tadi sore aku membelinya, jangan sampai tida jadi yah menonton nya" dean berusaha mengingatkan olive agar tidak lupa.
"Iya iya, aku tutup dulu yah karena ibuku mengajak makan" ucap olive.
"Baiklah, bye" dean menutup telfon nya.
Olive, ibunya dan paman wawan makan malam bersama tetapi disela-sela makan paman wawan mengeluarkan tiket liburan ke thailand dan ketika olive melihat tanggal keberangkatan dia melihat bahwa hari rabu tepat dengan hari konser itu.
"Paman sepertinya aku tidak bisa ikut, karena seseorang mengajakku untuk menonton konser Shela on7 hari rabu dan dia sudah membelikan aku tiket, aku tidak enak jikah harus membatalkannya" ucap olive.
"Apakah seseorang itu dean?" tanya paman wawan sambil tertawa.
"Hehe iya paman, paman pergi berdua saja dengan ibu" ucap olive.
"Tenang saja, paman akan melapor dan akan meminta pengubahan hari keberangkatan, jadi kau bisa pergi dengan dean dan juga berlibur dengan kami" paman wawan berusaha menenagkan olive.
"Benarkah paman?" tanya olive dengan wajah mengemis.
"Iya tentu saja" ucap paman wawan.
"Ayo makan, nanti keburu dingin" ibu olive sambil tersenyum melihat kedekatan olive dan suaminya.
Hari rabu ketika olive bersiap-siap untuk pergi ke konser dengan dean, ada telfon masuk.
"Hallo dean, aku sudah hampir siap" ucap olive sambil tersenyum malu.
"Ini paman Heru nak, paman menelfon mu karena ingin mengatakan bahwa ibumu dan paman wawan kecelakan ketika ingin melapor ke kantor karena ingin mungubah keberangkatan dan sekarnag ada di rumah sakit" ucap paman heru.
Olive tidam bisa berkata apa-apa rasanya tubuhnya seperti tersambar petir.
Setelah sampai dirumah sakit olive melihat ibunya dan paman wawan sudah ditutupi oleh kain putih, paman dan bibi berusaha menguatkan olive, olive hanya bisa menangis menjerit-jerit dan seluruh tubuhnya pun lemas dan persaan olive benar-benar hancur dan dia tidak percaya bahwa ibunya pergi meninggalkan dirinya.
__ADS_1