My Iron Man

My Iron Man
Episode 9


__ADS_3

Ketika hari senin tiba, dean tidak pergi kesekolah dia ber pura-pura sakit pada ayah dan ibunya sehingga dean pungnya alasan untuk tidak pergi kesekolah.


"Tok..tok...tok!" ibu dean mengetuk pintu kamar.


"Iya bu?" tanya dean dengan suara yang pelan.


"Ini sudah jam berapa? kenapa kamu tidak siap-siap untuk pergi kesekolah nak?" tanya ibu dean sambil melangkah ke dalam kamar.


"Badan ku sedikit tidak enak bu dan juga perut ku agak sedikit perih" jawab dean sambil mengeluh.


"Apa kau sudah minum obat sakit perut nak?" tanya ibu dean dengan wajah yang cemas.


"Sudah bu" jawab dean.


"Apa perlu kita berobat ke rumah sakit nak?" tanya ibu dean lagi.


"Tidak bu, tidak perlu. aku hanya butuh istirahat saja yang cukup" jawab dean.


"Oh ya sudah, kamu istirahat ya nak nanti ibu buatkn bubur dan juga biar ibu saja nanti yang menelpon pihak sekolah, agar memberi izin untukmu" ucap ibu dean.


"Oke bu" ucap dean sambil tersenyum.


Akhirnya ibu dena keluar dari kamarnya dan dean pun kembali melanjutkan tidurnya. dia berharap setelah bangun nanti perasaan ny menjadi lebih tenang lagi.


Bima yang mendengar kabar bahwa sahabatnya sedang sakit berniat untuk menjenguk nya dirumah.


Setelah jam pelajaran berakhir, bima pun bergegas untuk pergi kerumah dean.


"Dean... dean...!" panggil bima sambil mengetuk pintu rumah dean.


"Iya, eh bima... ayo masuk nak" ibu dean sambil membuka pintu dan menyuruh bima untuk masuk.


"Iya bibi terimakasih" ucap bima dengan sangat sopan.


"Ehh lu, kenapa hah" tanya bima sambil menutup pintu kamar dean.


"Seperti yang kau lihat" ucap dean dengan nada cuek.


"Lu sakit? serius nih?" tanya bima sambil meledek.


"Gak sih sebenernya haha, cuma bercanda" jawab dean dengan santai.


"Eh maksud nya gimana?" tanya bima lagi.


"Aku pura-pura sakit dan bilang ke ibu kalau gak bisa pergi kesekolah" ucap dean sambil membisik ke telinga bima.


"Waaah paraaah lu" ucap bima sambil berdiri dan menunjuk ke arah dean.


"Sebenernya kau punya alasan lain bim" ucap deam dengan wajah yang murung.


"Alasan apa lagi hah?" tanya bima.


"Masih ingat kan waktu itu aku cerita tentang masalah kak dimas itu yang nembak olive?" tanya dean.


"Ohh iya iya, kenapa emang?" jawab bima.


"Olive sudah jawab pertanyaan kak bima itu" ucap dean.


"Terus si olive jawab apa? tanya bima dengan penasaran.


"Dia mau jadi pacar kak dimas! sakit gak lu di posisi gue" ucap dean dengan nada yang tinggi.


"Whaaat? lu tau dari mana? olive yang bilang langsung?" tanya bima lagi.


"Olive gak bilang ke gue, cuma waktu hari sabtu pulang sekolah kak dimas itu jemput olive dan mereka ketawa bareng! hari itu sesuai dengan kesepakatan mereka kalau olive bakal kasih jawaban buat kak dimas itu". jawab dean sambil memasang wajah yang kecewa.


"Eh tapi bisa jadi olive gak nerima kak dimas itu?" tanya bima lagi.


"Gini deh waktu lu nembak ayu terus lu ditolak, nah ekspresi lu gimana?" tanya dean balik.


"Ya gue sedih lah, banget malah, perasaan campur aduk gak karuan" jawab bima.


"Nah itu tau, kalau emang kak dimas itu ditolak sama olive pasti dia gak bakal sebahagia itu kan" ucap dean.


"Iya juga sih, bener...bener" ucap bima sambil merasa tidak percaya.

__ADS_1


"Jadi itu sebabnya hari ini gue gak masuk, karena emang lagi pingin istirahat dulu sih, nenangin fikiran" ucap dean.


"Ya sudah lu istirahat aja dulu, nanti kalau fikiran lu emang udah tenang baru deh mulai belajar lagi" bima berusaha menyemangati sahabatnya itu.


"Tapi lu jangan lama-lam dong terpuruk nya, sebentar lagi kita ada mau ujian nanti nilai lu turun" bima sambil mempringat kan dean.


"Iya bim, paling juga besok gue sudah masuk lagi" ucap dean.


"Nah gitu bagus, baru sahabat gue" bima sambil memeluk dean.


"Ehhh lu apaan sih" Ucap dean.


Mereka pun tertawa bersama dan akhirnya bima tertidur di tempat tudur dean.


Ke esokan harinya dean pun sudah masuk sekolah seperti biasanya.


Ketika dean ingin masuk ke kelas nya ada zahra yang sudah menunggu.


"Eh zahra, mau cari siapa?" tanya dean.


"Ya cari kamu lah dean mau cari siapa lagi. aku kan cuma kenal sama kamu di kelas ini" jawab zahra.


"Oh, iya yah aku lupa hehe" dean sambil tertawa.


"Kenapa kamu kemarin gak masuk?" tanya zahra.


"Iya kemarin aku sedikit tidak enak badan nih" jawab dean.


"Oh pantas saja yah kamu gak masuk, terus sekarang gimana?" tanya zahra lagi.


"Sudah baikan kok hehe" jawab dean sambil tertawa.


"Syukurlah, kamu harus menjaga tubuh mu ya dean karena sebentar lagi kita mau ujian" ucap zahra.


"Iya zahra makasih yah sudah mau perduli hehe kamu sangat baik" dean sambil tertawa.


"Iya sama-sama, ya sudah ya dean aku masuk ke kelas dulu karena sebentar lagi mau masuk" ucap zahra.


"Iya... iya.. " ucap dean.


Ketika di dalam kelas, dean berfikir


"Andaikan olive seperti zahra, yang datang menanyakan keadaanya, bahkan ketika dia tidak masuk pun olive tidak mencari nya atau menghubungi nya".


"Mungkin sekarang saatnya untuk ku fokus hanya pada pelajaran sekolah saja dan fokus untuk masuk universitas" ucap dean yang menyemangati dirinya sendiri.


Waktu nya istirahat dan dean hanya duduk di dalam kelas sambil mengerjakan ulang soal-soal yang diberikan ibu guru tadi.


Sedangkan bima hanya tidur, bahkan ia tidak memperdulikan orang-orang di sekitar nya yang dia tau hanya makan dan tidur tapi cita-cita nya ingin sukses.


Waktu sekolah hari ini pun selesai dan dean bersiap-siap untuk pulang. dan ketika keluar kelas dean tidak sengaja bertemu lisa.


"Dean..." panggil lisa.


"Ehh lis, mau pulang?" tanya dean.


"Yaiyalah, masak sih mau tidur di sekolah?" jawab lisa sambil tertawa mengejek dean.


"Gimana kabar olive lis?" tanya dean lagi.


"Olive? baik-baik aja sih, emang kalian jarang ketemu ya sekarang?" tanya lisa balik.


"Iya sudah lama gak ketemu bahkan whatsapp an pun sudah gak pernah" jawab dean.


"Serius? perasaan olive gak sibuk-sibuk amat sih" ucap lisa.


"Ya mungkin dia emang sibuk lis dengan orang lain hehe" dean sambil pura-pura tertawa.


"Iya sih, bener juga" ucap lisa.


"Sekarang olive mana?" tanya dean.


"Oh dia sih sudah pulang, bahkan dia pulang duluan" jawab lisa.


"Ob gitu, ya sudah" dalam hati dean "Oh pasti kak dimas sudah menunggu olive di bawah".

__ADS_1


"Ya sudah dean aku duluan yah" ucap lisa.


"Iya lis, hati-hati yah" dean sambil tertawa.


"Iya... iya... bye" lisa sambil melambaikan tangan ke dean.


Sambil berjalan dean sambil memikirkan jika sudah saat nya dia melepaskan olive karena sudah ada Seseorang yang akan menjaga dan membuat nya bahagia. Dean sambil tersenyum dan mencoba bersikap dewasa.


Sore hari, olive ingin menghubungi dean tapi dia tidak ingin mendahului nya dia berharap dean akan menghubungi nya terlebih dahulu.


Tapi sampai malam hari dean juga tidak menghubungi olive, sehingga olive pun tertidur dan tidak jadi menghubungi dean.


Ke esokan hari nya dean, lisa dan olive tidak sengaja bertemu di dekat kantin.


"Hey dean.." sapa lisa.


"Ehh, kalian dari mana? kantin yah?" tanya dean.


"Iya abis nemenin olive beli minum" jawab lisa.


"Oh gitu, gimana live kabarmu?" tanya dean.


"Baik sih, kamu gimana? kita jarang banget yah ketemu sekarang" ucap olive.


"Iy nih, kamu sibuk banget akhir-akhir ini yah" ucap dean.


"Gak juga sih, kamu juga gak whatsapp aku lagi bahkan nelfon pun udah gak pernah" tanya olive.


"Iya, akhir-akhir ini aku sibuk belajar karena kelas kami diberi guru soal-soal untuk di pelajari dan katanya banyak materi yang akan masuk" ucap dean sambil berbohong padahal ia ingin menghindar dari olive.


"Oh gitu, tumben banget yah kamu, perasaan dulu gak begitu" tanya olive lagi.


"Dirumah aku diawasi oleh ibuku, jadi aku harus benar-benar fokus sama pelajaran" ucap dean lagi sambil berbohong lagi.


"Bagus deh kalau begitu" ucap olive sambil sedikit cuek.


"Ya sudah aku masuk ke kelas dulu yah" dean sambil melambaikan tangan, tersenyum ke arah olive dan lisa.


"Itu anak aneh sekali gak sih, biasanya kalau liat kamu kayak ngeliat bidadari gak berhenti natap?" tanya lisa.


"Karen dia sibuk belajar kali mangkanya dia pusing hehe" jawab olive.


"Tapi lu ngerasa gak sih kalau si dean agak ngejauh dari lu?" tanya olive lagi.


"Sebenernya iya sih, tapi ya itu balik lagi. mungkin dia stress karena belajar" jawab olive.


"Ya sudah ayo kita masuk" lisa sambil menarik tangan olive menuju kelasnya.


Ketika dean berjalan dari kantin ke kelas nya, dean berbicara di dalam hati.


"Aku emang sengaja gak ngehubungin kamu live, aku gak mau berharap lagi sama kamu, karena kamu sudah punya kebahagian sendiri dan aku gak mau jadi orang ketiga".


"Kamu juga gak pernah perduli kan sama aku, bahkan aku gak masuk kemarin saja kamu gak cari in aku, dan ketika kita ketamu tadi juga kamu biasa aja gak kayak orang yang lagi bahagia ketemu seseorang".


"Kamu pasti seneng juga kan aku gak lagi ganggui kamu, aku tau kamu sangat tidak nyaman selama ini".


"Kamu bilang sudah maaf in aku tapi perlakuan kamu ke aku kayak nunjukin kalau kamu sangat benci dan risih".


"Aku cukup tau diri aja sih, pelan-pelan juga akan mulai lupa walaupun aku tau aku gak akan bakal bisa ngelupain kamu tapi aku akan berusaha".


Jadwal sekolah hari ini sudah berakhir dan semua siswa bersiap-siap untuk pulang dan dean masih duduk di bangkunya.


"Lu kenapa lagi? gak pulang? tanya bima.


"Pulang lah, tapi nanti tunggu sepi" jawab dean.


"Nanti sekolah keburu di kunci dan lu gak bisa pulang haha" bima mengejek dean.


"Gak lah, sekolah di kunci jam 16:00 dan sekarang masih jam 15:00." jawab dean.


"Sekarang sekolah sudah sepi" ucap bima.


"Hayuuk kita pulang" ucap dean sambil merangkul bima.


"Lu mah kadang suka aneh emang" ucap bima.

__ADS_1


Dean dan bima pun tertawa bersama dan terus merangkul sampai ke parkiran.


__ADS_2