
Tidak terasa waktu berlalu begitu cepat dan sekarang mereka sudah lulus SMA dan akan mempersiapkan masuk perguruan tinggi negeri.
Ketika semua murid sudah mulai sibuk untuk mengejar mimpi mereka ada yang ingin kuliah ada juga yang ingin bekerja di substansi negara, seperti Polisi, Tentara Angkatan Laut, Angkatan Udara, Angkatan Darat, dll.
Awalnya Dean memiliki niat yang sama seperti teman teman nya yang lain ingin melanjutkan kuliah tapi tiba tiba ke inginan nya tersebut berubah dia ingin menjadi polisi, dia ingin mengabdi untuk negara.
Keinginan nya itu ia sampaikan kepada ayah dan ibu nya, awalnya kedua orang tua dean sangat terkejut karena sebelumnya dean tidak pernah berbicara tentang ke inginan nya untuk menjadi polisi.
Tapi setelah mendengar keinginan dean sangat kuat dan juga mereka melihat kesungguhan dari dean untuk menjadi abdi negara sangat kuat akhirnya mereka menyetujui keputusan dean dan mereka snagat bangga karena dean sudah bisa menetukan sendiri cita cita nya.
" Ibu ayah, ada yang ingin aku bicarakan " ucap dean.
" Iya nak ada apa? sepertinya cukup serius? " tanya ayah dean.
" Yah, aku sudah menentukan bahwa aku tidak ingin melanjutkan kuliah " jawab dean.
" Kenapa? kenapa kau tidak ingin kuliah? " tanya ayah dean sangat terkejut.
" Iya nak kenapa? " tanya ibu dean.
" Aku memiliki mimpi yang lain yah, bu. aku ingin menjadi abdi negara, aku ingin menjadi polisi " jawab dean dengan percaya diri.
" Kenapa sangat tiba tiba nak? apa alasannya? " tanya ayah dean.
" Tidak ada yang tiba tiba yah, aku sudah memikirkan nya cukup lama hanya saja aku belum bisa memberi tahu dengan kalian " jawab dean.
" Apa alasan mu ingin menjadi polisi? di latar belakang keluarga kita tidak ada yang dari militer nak " ucap ayah dean.
" Aku ingin mengabdikan diriku untuk negara yah, aku ingin menjadi laki laki yang kuat dan aku ingin menjadi orang pertama menjadi polisi di keluarga kita yah " jawab dean dengan tegas.
" Baiklah nak jika itu adalah keinginan mu, ayah tidak bisa melarang mu untuk mewujudkan cita cita mu, ayah hanya bisa mendoakan mu nak " ucap ayah dean dengan penuh harapan.
" Ibu juga tidak bisa melarang mu nak, keinginan mu sangat baik dan kami pasti akan mendukung mu dan kami sangat bangga dengan keputusan mu nak " ucap ibu dean sambil memeluk dean.
" Terimakasih ayah, ibu sudah mendengarkan keinginan ku, aku berjanji aku akan mewujudkan cita cita ku, aku akan bekerja keras yah, bu " ucap dean.
" Iya iya, tolong buktikan kepada kami nak bahwa kamu bisa mewujudkan mimpi mu " ucap ibu dean.
" Kapan kau akan mulai mengikuti tes nak ? " tanya ayah dean.
" Tes pertama melalui online yah yang akan di mulai senin depan " jawab dean.
" Baiklah kau harus mempersiapkan nya dan jangan lupa memberi tahu kami apa saja yang kau butuhkan " ucap ayah dean.
" Siap yah " dean sambil tersenyum kepada ayah dan ibu nya.
Dean baru memberitahu ayah dan ibu nya mengenai dia ingin mengikuti tes polisi, dan selanjutnya ia berencana ingin memberitahu olive, bima dan ayu.
Dean mencoba menghubungi Olive, bima dan ayu. dean ingin mengajak mereka bertemu dan akan memberitahu kan tentang keputusan nya.
Dean membuat grup chat di whatsapp, dean menambahkan olive, bima dan ayu sebagai anggota nya.
" Wah ada apa ini? " tanya ayu di dalam grup.
" Iya ada apa? kenapa sampai membuat grup chat? " tanya olive.
" Baru saja selesai ujian nasional dan jangan bilang kau sudah rindu dengan kami? " tanya bima.
" Tidak apa apa hehe, aku hanya ingin menanyakan pada kalian apakah nanti malam kalian tidak punca acara? jika tidak ayo kita bertemu " tanya dean.
" Hhhmmm oke aku mau " jawab bima dengan cepat.
" Iya iya aku juga bisa " jawab ayu sambil menambahkan emoji tertawa.
" Ya sudah aku juga ikut hehe " jawab olive.
__ADS_1
" Nah gitu dong, kita bertemu di cafe depan sekolah yah jam 8 malam karena disana ada wifi gratis hehe " ucap dean.
" Ternyata kau cuma mengincar wifi? haha " ucap ayu.
" Kau sungguh membuatku malu, mencari wifi sangat jauh haha " ucap bima mengejek dean.
" Apakah kau akan menjemput ku? " tanya olive.
" Iya liv aku akan menjemput mu " jawab dean.
" Sudahlah kau tidak usah mengejek ku, kau juga sering mencari wifi gratis kan " ucap dean ke bima.
" Sudah sudah, sekarang sudah jam 6 sore ayo kita selesai kan pekerjaan dirumah agar bisa pergi nanti " ucap ayu.
Mereka ber empat pun mempersiapkan diri untuk bertemu, karena sudah hampir satu minggu mereka tidak bertemu.
Jam setengah delapan dean datang menjemput olive begitu juga dean bima yang pergi bersama ayu.
Dean dan olive lebih dulu sampai ke cafe dan mereka memesan minuman dan mencari tempat duduk di belakang agar nyaman untuk bercerita.
Setelah pukul delapan lewat dua puluh menit akhirnya bima dan ayu pun sampai.
" Kenapa kalian sangat terlambat? atau jangan jangan kalian mampir ke suatu tempat dulu sebelum datang kesini? " tanya olive sambil bercanda.
" Iya liv kami tadi mampir ke pom bensin haha " jawab bima sambil mengambil minuman milik dean.
" Kenapa kau mengambil punya ku? pesan sana! " ucap dean.
" Aku sangat haus, jika aku memesan dulu aku akan keburu mati ke hausan " ucap bima.
Dan mereka ber empat pun tertawa bersama sama, ayu dan bima langsung memesan minuman dan beberapa cemilan.
"Kenapa kamu tiba tiba ngajakin kita keluar? " tanya olive.
" Iya nih, jadi gini setelah aku memikirkan dengan matang aku memutuskan tidak akan mengikuti tes kuliah! " jawab dean.
" Hah??? " jawab olive, bima dan ayu dengan kompak.
" Kenapa? apa alasannya? " tanya olive.
" Iya sih kenapa? " tanya bima dengan penasaran.
" Ayo jawab, jelaskan kepada kami " ucap ayu.
" Iya aku tidak ingin kuliah, aku ingin mewujudkan mimpi ku menjadi polisi aku ingin menjadi abdi negara " jawab dean.
" Kenapa tiba tiba? kemarin kau bilang ingin kuliah di tempat yang sama dengan ku? " tanya olive.
" Awalnya aku memang ingin kuliah, tapi setelah memikirkan nya lagi ternyata keinginan adalah menjadi polisi aku ingin merasakan keras nya dunia militer dan aku ingin mengabdikan diriku untuk negara " jawa b dean dengan tegas.
" Wahh, aku merinding! kau benar benar membuatku bangga dengan mimpi mu " ucap bima.
" Iya aku juga sangat bangga dengan pilihan mu, semangat!! aku percaya kau pasti bisa mewujudkan mimpi mimpi mu " ucap ayu.
" Apakah ayah dan ibumu sudah tau? " tanya olive.
" Iya aku sudah memberi tahu mereka, dan mereka mengizinkan ku bahkan menyemangati ku " jawba dean.
" Baiklah, jika itu keinginan mu. kau akan mendukung mu " ucap olive sambil tersenyum ke arah dean.
" Apakah kalian akan mendukung ku? " tanya dean.
" Tentu saja " jawab bima, olive dan ayu.
" Terimakasih sudah percaya dengan mimpiku, aku berharap kita sama sama mewujudkan mimpi kita masing masing oke " ucap dean.
__ADS_1
" Okee " jawab olive, bima dan ayu dengan kompak.
" Ingat kita akan terus bersama dan mendukung kegiatan kita masing-masing " ucap ayu.
" Tentu saja " jawab bima.
" Eh iya, kapan mulai tes nya? " tanya olive kepada dean.
" Hari senin depan akan dimulai tes online melalui website resmi polri " jawab bima.
" Kau harus mempersiapkan nya " jawab olive lagi.
" Iya, jika kau perlu sesuatu tolong kau hubungi aku " ucap bima.
" Beress " jawab dean sambil tertawa memeluk bima.
Mereka minum dan makan bersama sambil tertawa bahagia.
Sekitar jam sepuluh malam akhirnya mereka pulang dan berpisah di persimpangan jalan karena arah rumah olive dan ayu berbeda.
Dean mengantar olive pulang dan ketika sudah sampai di depan rumah olive mereka sedikit berbincang.
" Liv, kamu juga harus belajar dengan rajin yah biar bisa lulus di universitas Indonesia " ucap dean.
" Iya iya, tolong juga doakan aku, dan aku juga akan mendoakan mu agar lulus dan menjadi abdi negara yang baik " ucap olive.
" Tentu saja, aku berjanji jika aku lulus nanti aku akan mentraktir kalian ber tiga " ucap dean.
" Benarkah? dan jika kau lulus nanti jangan lupakan aku, bima dan ayu " jawab olive.
" Iya tentu saja, jangan khawatir soal itu " ucap dean sambil tersenyum kepada olive.
" Baiklah aku akan masuk, dan kau harus pulang sekarang karena sudah malam dan beritahu aku jika kau sudah sampai dirumah nanti " ucap olive.
" Siap olive ku hehe, aku pulang dulu yah bye " ucap dean sambil tertawa.
" Iya, bye! kau harus hati hati " perintah olive.
" Iya sayang hehe" jawab dean sambil bercanda.
" Eh apaan sih gak jelas banget " ucap olive sambil tertawa.
Setelah itu dean pun pulang dan ketika sampai dirumah ternyata ayah dan ibu dean tidak ada dirumah, pintu nya pun terkunci.
Dean berusaha menghubungi ayah dan ibu nya, tapi tak aja jawaban.
Karena dean sudah sangat mengantuk akhirnya dia tidur di dekat bagasi mobil nya hingga ayah dan ibunya pulang.
Sekitar jam dua belas malam ayah dan ibu dean pun pulang dan mereka terkejut melihat dean tertidur di sana.
" Lihatlah, apa yang di lakukan anak mu itu? " tanya ayah dean.
" Dean... dean... bangun nak " ucap ibu dean berusaha membangun kan dean.
" Ibu sudah pulang? aku tadi sangat mengantuk dan akhirnya aku tertidur disini " jawab dean.
" Iya nak tadi ada hal yang mendadak, teman kerja ayah ada yang meninggal mangkanya kami pergi dan tidak sempat menjawab telefon mu " ucap ibu dean.
" Iya bu tidak apa apa " jawab dean.
" Ayo kita masuk, dan kau lanjutkan tidur di kamar ya " ucap ibu dean.
" Iya bu " jawab dean.
Dean dan ibunya masuk ke dalam rumah sedangkan ayah nya memarkir kan mobil ke dalam bagasi dan mengunci pintu pagar.
__ADS_1