
Ujian akhir semester sudah semakin dekat dan semua siswa sangat mempersiap kan nya.
Mulai dari mempelajari catatan yang sudah mereka buat sebelumnya, dan banyak siswa yang mengunjungi perpustakaan bahkan sampai tertidur karena lelah belajar.
Hari ini ujian percobaan sebelum ujian akhir semester di mulai dan banyak siswa yang antusias untuk mendapatkan hasil dan nilai yang baik.
Begitu juga dengan kelas ips, Olive, ayu dan zahra bersaing untuk mendapatkan peringkat pertama karena jika siswa yang mendapatkan peringat pertama mereka akan lulus ke tahap satu untuk masuk universitas unggulan.
Olive, ayu dan zahra sangat antusias menjawab soal-soal yang sudah diberikan dan mereka pun berharap akan mendapatkan nilai yang bagus nantinya.
3 Jam berlalu dan ujian percobaan pun telah selesai, semua siswa tidak sabar menunggu hasilnya.
Setelah beberapa hari berlalu dan pengumuman peringat sudah di tempel di mading sekolah, semua siswa melihat nya.
Awalnya ayu sangat optimis dia percaya jika dia di peringkat 1. tapi waktu dia melihat mading dan ternyata peringkat 1 bukan lah namanya.
"Eh ayu, coba liat nama mu ada di posisi berapa" tanya siswa lain.
"Iya... iya... sebentar" jawab ayu sambil mencari namanya di mading.
"Waaah kamu kok bisa diperingkat tiga yu? emang kamu gak belajar?" tanya siswa lain sambil mengejek.
"Gak tau juga" jawab ayu dengan ekspresi kesal.
"Zahra hebat ya baru masuk tapi sudah bisa di peringkat satu" ucap siswa lain sambil tertawa di depan ayu.
Ayu yang sangat kesal dengn mereka dan akhirnya pergi, dia sangat frustasi dan tidak tau harus bicara apa dengan orang tuanya.
Orang tua ayu sangat mendesak nya agar mendapatkan peringkat satu di jurusannya, mereka melarang ayu untuk bermain seperti anak remaja pada umumnya.
Zahra pun dengan penasaran ingin melihat peringkat nya di mading.
Ketika zahra melihat namanya di peringkat satu dia sangat bahagia dan juga bangga terhadap dirinya.
"Zahra kamu hebat yah, awalnya kan kamu gak terlalu pintar, tapi ujian ini kamu mendapatkan peringkat pertama" ucap siswa itu yang membuat zahra tersenyum malu.
"Iya aku juga kaget, sebelum ujian emang aku berusaha untuk belajar dan mengerjakan banyak soal dan ternyata kerja keras ku terbalaskan" ucap zahra sambil tertawa.
"Kamu bisa mengalahkan olive dan ayu loh itu sangat hebat" puji siswa lain.
Dan zahra pun mulai sombong dan merasa diri nya hebat.
Olive yang mendengar kabar bahwa zahra mengalahkan nya, dia sangat bahagia dengan kemajuan zahra.
"Zahra... hebat ya kamu, kerja keras mu terbayarkan" olive sambil mengucapkan selamat untuk zahra.
"Iya live gak sia-sia aku bangun jam 3 pagi untuk belajar dan mengulang ulang soal hehe" ucap zahra sambil tersenyum.
"Itu bagus, sekarang kamu sudah bisa melihat hasil kerja keras mu, aku harap kamu akan konsisten dan akan terus belajar" olive berusaha menasehati zahra.
Sebenarnya olive juga sedikit cemas dengan zahra yang berhasil berada di peringkat pertama.
Zahra berhasil mendapatkan nilai geografi 90 sedangkan bahasa inggris 95.
Karena sebelumnya olive mendapatkan nilai geografi nya yang selalu besar dan ditujuk untuk mewakilkan sma nya mendapatkan beasiswa di jurusan geografi di universitas unggulan.
Sedangkan Ayu yang selalu mendapatkan nilai bahasa inggris yang besar dan dia juga di tunjuk pihak sekolah untuk mendapatkan beasiswa di jurisan bahasa inggris di universitas unggulan sama seperti olive.
Tapi dengan melihat nilai zahra yang melampaui nilai olive dan ayu mereka sangat khawatin dan posisi mereka yang akan mendapatkan beasiswa akan terancam.
Ketika jam istirahat dimulai, dan guru memanggil olive dan ayu untuk menemui kepala sekolah.
"Permisi nak, ayu dan olive di panggil kepala sekolah di ruangan nya sekarang* ucap pak guru.
"Iya pak" Olive dan ayu menjawab bersama dan mereka saling menatap sambil berjalan ke arah ruangan kepala sekolah.
Ketika sampai di depan ruang mereka pun masuk ke ruang kepala sekolah itu.
"Permsii pak, kenapa bapak memanggil kami?" tanya olive.
__ADS_1
"Kalian pasti sudah tau kan kenapa bapak memanggil kalian kesini?" tanya kepala sekolah.
"Apakah karena nilai ujian percobaan yang baru saja keluar?" tanya balik ayu.
"Iya, kenapa bisa terjadi? apa kalian tidak belajar dan mempersiapkan ujian ini dengan baik?" tanya kepala sekolah dengan nada yang mulai emosi.
"Kami sudah berusaha dengan keras pak, kami sudah belajar" jawab olive.
"Dengan hasil begitu kalian bilang sudah belajar! apakah kalian ingin bermalas malasan aja?" tanya kepala sekolah dengan keras.
"Kami juga tidak tau pak kenapa nilai zahra bisa lebih unggul dari pada kami" jawab ayu sambil menundukkan kepalanya.
"Kalian tau zahra belajar dengan sungguh sungguh mangkanya dia bisa mendapatkan nilai itu! sedangkan kalian sudah malas-malasan untuk belajar!" ucap kepala sekolah.
"Apa kalian sudah tidak ingin mengejar beasiswa itu? dan menganggap remeh ujian percobaan yang sudah kami buat secara matang?" tanya kepala sekolah sambil menunjuk ke arah olive dan ayu.
"Tidak pak... tidak, bukan seperti itu. kami tay kami salah dan kurang mempelajari soal-soal yang sudah di berikan kami berjanji akan lebih baik lagi" jawab olive sambil memohon pada kepala sekolah.
"Baiklah, jangan sampai ini terulang kembali! cepat masuk ke kelas kalian" perintah kepala sekolah.
"Iya pak kami berjanji" jawab olive dan ayu serentak.
Mereka pun ke luar dari ruangan kepala sekolah dan pada sibuk dengan pikiran nya masing-masing.
Waktu sampai ke kelas dan tidak lama kemudian guru matematika masuk dan mereka semua belajar denga sungguh sungguh kecuali lisa yang sibuk membaca komik kesukan nya.
Jam sekolah pun berakhir dan guru menganjurkan untuk siswa yang tidak paham dengan apa yanv baru di jelaskan boleh bertanya pada teman yang lebih paham.
Olive yang melihat teman sebangkunya agak sulit menyelesaikan soal matematika dan ingin mencoba membantu nya.
"Rizki? apakah ada yang tidak kau mengerti?" tanya olive.
"Iya, dibagian ini" jawab rizki.
"Oh, sini akan aku ajarkan" ucap olive.
"Tidak usah olive, aku akan meminta tolong dengan zahra saja" ucap rizki sambil berdiri dan berjalan ke arah tempat duduk zahra.
Sebelum nya jika ada siswa yang tidak mengerti maka mereka akan bertanya pada olive karena olive sangat baik.
Sedangkan ayu tidak ingin membagi ilmu nya pada teman-teman yang lain.
Tapi semenjak zahra berada di peringkat satu, semua orang berlari ke arah zahra dan ingin dekat dengan nya.
Olive tidak terlalu mempermasalahkan nya yang ia khawatirkan adalah nilai nya.
Jam sekolah pun sudah berakhir, dan ketika olive dan lisa lewat di depan kelas dean. olive berusaha mekihat dean tapi dean sudah pulang duluan.
Ketika mereka ingin ke gerbang, lisa dan olive pun sedang bermain basket di lapangan samping dan lisa menyuruh olive untuk menyapa nya.
Tapi olive tidak mau dan dia sangat gengsi untuk memanggil dean duluan. dan akhirnya dean yang menyapa mereka duluan.
"Hey, live! lis!" panggil dean.
"Balem pulang?" tanya olive.
"Belum, sudah lama aku gak main basket kalian kenapa belum pulang?" tanya dean.
"Kami kebetulan lewat sih, jadi mampir dulu kesini" jawab lisa.
"Oh gitu, ya sudah kalian pulang gih nanti kesiangan dan bakal sulit mencari bus" ucap dean.
"Eh iya oke, kami pulang yah bye!" ucap olive sambil kecewa dengan perlakuan cuek dean.
"Iya, bye! hati-hati yah" dean sambil tersenyum dan melambaikan tangan ke arah olive dan lisa.
"Lu aneh gak sih live dengan sikap dean akhir-akhir ini?" tanya lisa.
"Iya sih, dia kek sengaja mau ngehindar dari aku" jawab olive.
__ADS_1
"Nah iya, apa yang sudah lu lakuin ke dia hah? sampai dia cuek begitu?" tanya lisa dengan penasaran.
"Gak ada sih, mungkin yang dia katakan sebelumnya tentang mau fokus untuk belajar itu emang bener kali" jawab olive.
"Iya tapi gak harus cuek kayak itu juga kan?" tanya lisa lagi.
"Sudahlah lis gak penting juga sih masalah itu, dia mau cuek kek mau enggak gak masalah juga buat aku" jawab olive dengan tegas padahal dalam hatinya dia memikirkan kenap dean bisa secuek itu.
"Lu mah jangan gitu, dia dulu selalu ada kan buat lu" ucap lisa.
Olive pun hanya diam sambil memikirkan perkataan lisa.
"Eh live, dia juga gak nawarin pulang bareng kan? biasanya dia rela nungguin kamu buat pulang bareng" tanya lisa.
"Iya juga ya, dia bahkan gak nawarin tadi" jawab olive.
"Tuh kan bener, kayaknya dia mulai move on dari kamu live" ucap lisa.
Olive semakin terdiam dan dia bertanya tanya dalam hatinya, "apakah dean benar-benar ingin melupakan nya bahkan menjauh dari nya?".
Ketika sampai dirumah olive pun semakin penasaran dengan tingkah laku dean akhir akhir ini.
Setelah makan malam bersama bibi dan paman olive pun masuk ke dalam kamar dan dia ingin menelpon dean.
Akhirnya olive memberani kan diri untuk menelfon dean duluan.
"Tuuuuut.... tuuuuut!" suara telfon dean.
"Iya live ada apa yah? malam-malam begini?" tanya dean.
"Gak apa apa sih, kenapa ganggu waktu kamu yah?" tanya olive.
"Gak sih, tumben aja kamu nelfon aku hehe" jawab dean.
"Kamu lagi belajar?" tanya olive.
"Iya tadi barusan selesai kok" jawab dean.
"Ya sudah kalo kamu pingin istirahat silahkan" ucap olive.
"Balum mau tidur sih, eh gimana hasil ujian percobaan kemarin?" tanya dean.
"Emang kamu gak liat di mading" olive balik nanya.
"Belum sempet sih, karena rame terus jadi males" jawab dean.
"Nilai ku turun padahal aku sudah belajar loh bahkan banyak soal soal yang sudah aku kerjain" ucap olive.
"Loh kok bisa? kamu jawab dengan bener kan live" tanya dean lagi.
"Iya, aku jawab semampu aku dan ternyata kemampuan aku cuma segitu ya sudah" jawab olive dengan nada lemas.
"Ya sudah kan kamu sudah berusaha, jangan lupa belajar terus yah" pesan dean.
"Iya pastinya" ucap olive dengan singkat.
"Terus gimana beasiswa itu live, nilai kamu kan turun itu berpengaruh gak?" tanya dean lagi.
"Kemarin setelah nilai keluar, aku sama ayu di panggil kepala sekolah ke ruangan nya" jawab olive.
"Terus gimana? kalian kena marah kah?" tanya dean dengan penasaran.
"Iya lah, kepala sekolah bener bener marah dengan nilai kami, dia bilang kenapa bisa turun apa kalian menganggap enteng ujian percobaan ini" jawab olive sambil menghela nafas.
"Ya ampun, kok kamu gak bilang sih gak cerita sama aku" ucap dean dengan nada yang sedih.
"Kamu saja sibuk kan" ucap olive.
Dalam hati dean.
__ADS_1
"Aku bukannya sibuk, tapi aku sedang berusaha untuk tidak terlalu mengejar ngejar kamu live, aku takut gak bisa ngelepasin kamu untuk orang lain".