
"Aduh," kepala Japra terbentur saat Fadli mendorong pintu.
"Njir, kaget gue. Maaf, gak sengaja, Jap," Fadli mengusap dahi Japra yang terbentur, Rejav dan Aksa mengabadikan moment tersebut dan menyebar luaskan di sosial media.
Sungguh, pasangan yang romantis. 20+
Tanpa berdosa sama sekali, Rejav menunjukan foto yang baru saja ia publikasikan kepada mereka berdua. Fadli dan Japra kompak fokus ke foto tersebut, hingga....
"Bangke, lu, Jav!" teriak mereka histeris.
Japra merebut ponsel Rejav dan menghapus postingan tersebut yang telah disukai banyak orang, sebelum menghapus tentu Japra melihat komentar para netizen yang sangat pedas.
"Lemes banget mulut haters, iri kali liat kegantengan, gue. Gara-gara lo, sih," kesal Japra ke Rejav.
Fadli menggeram frustasi, puluhan pengikut akun instagram-nya mulai menyerbu.
Deretan kalimat begitu menyakitkan tersusun rapi, dan sekarang fotonya tersebar luas walau Rejav telah menghapusnya.
"Argh, hancur dah image, gue," Fadli menatap Rejav dan Aksa horor.
"Maaf, kak," cicit mereka berdua, namun Fadli dan Japra sepertinya mengambek.
Fadli hanya mengangguk malas kemudian meninggalkan mereka, sedangkan mereka bertiga lanjut memasuki ruangan organisasi dan mendapati Arventa diam berdiri sambil menengadah, seperti yang mereka lihat bahwa Arventa tengah menangis.
Arventa belum sadar atas kehadiran mereka hingga decakan dari bibir Rejav terdengar di telinganya.
"Cengeng banget jadi cewek, pantes ditinggalin," Rejav hanya asal menebak, namun itu tepat menancap hati Arventa.
"Iyah, gue emang cengeng, wajar kali, kan cewek," balas Arventa.
Rejav mendengus, Arventa yang melihat itu tak kalah mendengus.
Sedangkan Aksa dan Japra saling memandang satu sama lain, kemudian berujar, "Saling dengus aja, mirip banteng yang mau diadu," ledek mereka.
Arventa dan Rejav kompak menatap mereka berdua tajam hingga Aksa dan Japra mengangkat tangan pertanda menyerah. Sama seperti sebelumnya, Arventa kembali mendengus dan menatap tajam Rejav.
__ADS_1
"Ish, kenapa di sini sih?" Tanya Arventa.
Alis Rejav naik sebelah, pria itu memandang Arventa dengan sinis.
"Gak perlu gue jawab juga lo tau," balas Rejav.
Arventa semakin kesal dan menendang tulang kering pria tersebut, namun meleset karena Rejav dapat membaca gerakan Arventa.
"Untung lo cewek," gumam Rejav.
"Bener, untung lo cewek jadi bisa dipacarin sama, Rejav," Japra melanjutkan.
"Ogah!" Arventa bergidik ngeri mendengar penuturan Japra, gadis tersebut lebih memilih untuk jomlo di tahun ini daripada harus berpacaran dengan pria dingin dan menyebalkan.
"Kenapa?" Tanya Aksa sebelum Arventa keluar.
"Gak ada yang menarik dari, dia," jawab Arventa cuek, dan berhasil menyentil ketenangan sang singa yang tengah tertidur.
Keesokan harinya, hari yang telah ditunggu para mahasiswa telah tiba, pegelaran acara penyambutan mahasiswa baru yang begitu meriah, banyak sekali penampilan yang akan ditampilkan oleh para maba maupun senior.
"Yah, Geo gak ada, mungkin masih marah sama gue," sedih Arventa.
Cici dan Mona ikut sedih, kedua cewek tersebut menenangkan sahabat mereka.
"Gak ada Geo, ya ada Rejav, dong," ucap Aksa dan Japra tiba-tiba sambil menarik Rejav dengan paksa untuk mengiringi Arventa.
Rejav sendiri, hanya pasrah. Susah melawan dua sahabatnya yang agresif ini sangat menyeramkan ketika memaksanya untuk membantu Arventa, apalagi ancaman mereka yang membuat Rejav tak berkutik.
Flashback.
"Geo, gak ada. Lo harus bantu, Arventa! Demi merebut hati sang doi dan menghapus status jomlo di tahun ini sebagai pertanda move on dari kekasih yang lama," ucap Japra dengan semangat yang membara.
Aksa pun, sama. Karena pria tersebut mengambil sempak kesayangan Rejav di lemari dan mengancamnya untuk membakar sempak tersebut jika dirinya tidak membantu Arventa.
"Apaan, doi gue? Bukan tipe gue," tolak Rejav.
__ADS_1
Aksa dan Japra tersenyum miring, "Lo mau, sempak kesayangan lo kami bakar?" Tanya mereka berdua dengan senyum miring.
Rejav melototkan matanya, "Anj*ng, jangan woi!" teriak Rejav.
Aksa dan Japra menaik turunkan alisnya, dan terpaksa Rejav menuruti perintah mereka.
Soal Japra dan Aksa mengetahui jika Geo tidak mengiringi Arventa adalah, karena pria tersebut sedang sakit dan tidak sempat memberitahu Arventa.
Flashback Off.
"Serius, lo ikhlas?" Tanya Arventa sedikit tidak yakin.
"Lo mau gak?!" Tanya Rejav kesal.
"Ih, iyah, mau. Gak usah nyolot, deh," jawab Arventa juga kesal.
Tinggal menunggu nama Arventa disebut, beberapa menit kemudian setelah penampilan ketiga selesai, giliran mereka yang akan tampil.
"Silahkan naik ke atas panggung, Arventa."
Arventa mengangguk semangat, kemudian menarik tangan Rejav dan naik ke panggung bersama. Banyak tatapan iri yang memandang mereka, terutama para mahasiswa baru yang terpesona dengan ketampanan Rejav, terlebih lagi dengan Glady, sang mantan.
Di sisi lain, Rega tak kalah terpesona ketika melihat Arventa dengan anggunnya naik ke atas panggung, sehingga rasa ingin memiliki dari pria tersebut semakin menggejolak, padahal Rega masih ber-status sebagai pacar Glady, namun yang dinamakan playboy dan playgirl pasti sulit untuk bertahan lama dalam suatu hubungan.
Masing-masing, memiliki rasa obsesi yang tinggi. Mungkin kalian tidak tahu, bahwa, pasangan serasi itu saling berselingkuh tanpa mereka tahu sendiri.
"Gue nyesel, putusin Rejav."
"Gue nyesel, putusin Arventa."
Dua manusia yang berbeda kelamin berkata dalam waktu yang sama namun berada di tempat yang berbeda.
Belum tentu yang kau dapat lebih nyaman dari sebelumnya.
Reventa
__ADS_1