My Lecturer Husband

My Lecturer Husband
Chapter 35


__ADS_3

Adegan panas yang begitu nikmat dirasakan oleh dua insan yang berbeda kelamin baru saja selesai, napas keduanya masih terdengar memburu namun sayang tubuh mereka terasa lemas.


"Gue gak kasar, kan?" tanya Aksa.


"Gak, malah lembut banget malahan. Gue suka," jawab Glady.


Biasanya orang jatuh cinta terlebih dahulu baru melakukan kemaksiatan tersebut, namun berbeda dengan mereka.


Bercinta dulu, baru jatuh cinta.


"Kalau Rega gak mau tanggungjawab giman?" tanya Aksa.


"Gue gak bakalan maksa dan ikhlas mengandung dan merawat anak gue sampai dia lahir," jawab Glady.


"Kalau gue yang mau tanggungjawab lo mau gak?" tanya Aksa.


Rasa lemas akibat percintaan mereka barusan seketika hilang, tergantikan oleh rasa senang dan tidak menyangka.


"Lo, lo serius?" tanya Glady.


"Iya lah, kalau gak serius gue juga gak bakalan nanya," jawab Aksa.


Glady langsung memeluk Aksa membuat wajah pria itu berada di antara buah dada Glady.


"Njir, gue ***** lagi. Ronde kedua, boleh?" tanya Aksa.


"Gak ah, capek gue," tolak Glady.


"Harus mau, udah buat joni gue bangkit malah lari dari tanggungjawab," kecewa Aksa.


"Puasin aja sendiri, lo gak mikirin calon bayi gue?" tanya Glady.


"Huft, iya-iya dah, main solo lagi," sebal Aksa kemudian beranjak dari ranjang.


Glady dan Aksa tidak tahu jika Rejav dan Japra sudah datang, kedua pria itu ada di depan pintu kamar sambil berdecak sebal.


"Ditinggal bentar malah berkembang biak, hadeh," ucap Japra geleng-geleng kepala.


"Woi, udah *****-nya! Gue mau masuk kamar njing!" ucap Rejav sambil menggedor pintu.

__ADS_1


"Tunggu bangsat! Baru juga mau main solo malah ganggu," balas Aksa di dalam kamar.


Di tempat lain, ada Arventa berkumpul bersama Mona dan Cici yang dimana Mona merasa kesal dengan Arventa.


"Enak yah yang gak jomlo, sibuk berduaan mulu sampai lupa dengan sahabatnya," ucap Mona dengan nada menyindir.


"Gak gitu juga kali kalau pacaran, tapi inget juga sama sahabat dan ini harus diseimbangkan," tambah Cici menguatkan sindiran tersebut.


"Maaf, gue mau kumpul dengan kalian tapi waktu yang gak memungkinkan. Pak Beno ngelarang gue keluar dari rumah selain di kampus," balas Arventa.


Mona langsung menggebrak meja, "Beneran?!" tanyanya histeris.


"Bener," jawab Arventa sambil mengangguk.


"Wah, pasti lagi ena-ena, kan?" tanya Mona.


"Lo pikirannya ena-ena mulu," heran Cici dengan otak Mona yang harus dibersihkan.


"Kalau gue di posisi Arventa, gue juga mau dikurung mulu di rumah, yang penting sama Pak Beno," ujar Mona mulai berimajinasi.


"Sadar! Jangan halu," kesal Cici.


"Apanya yang enak? Di rumah dia disuruh masak, mijitin bahu dia, temenin di ruang kerjanya dan yang terakhir kalian tau lah," ucap Arventa.


"Ya ENA-ENA!" jawab Mona dan Arventa.


"Demen banget kalian ngegas," balas Cici sambil mengusap kupingnya yang sedikit sakit.


"Jadi, ceritanya ini lo udah move on, kan?" tanya Cici.


Sambil tersenyum Arventa menjawab, "Iyah, perasaan gue sama Rega itu udah biasa cuman gue anggap temen, itu aja."


"Luar biasa, efek ena-enanya Pak Beno emang dahsyat yah, sekali semprot Arventa langsung move on, padahal nembaknya itu dadakan loh, behhh hebat dah Pak Beno," ucap Mona sambil bertepuk tangan, tak sampai di situ, wanita itu kembali melanjutkan ucapannya, "Gimana sih, cara dapetin hati Dosen ganteng?" tanya Mona.


"Gak tau juga, cukup jadi diri sendiri, gak usah sok cantik, centil, mukanya bedak tebel dan lain-lain," jawab Arventa.


"Nyindirnya ngena banget," ucap Mona sedih.


"Hahaha, udah sadar gak nih?" tanya Cici dan Mona hanya dapat mengangguk.

__ADS_1


"Gue mau nanya, hikmah yang lo dapetin sekarang apa?" tanya Cici ke Arventa.


"Jika dikhianati tidak perlu membalas karena ada karma yang akan membalikkan keadaan. Jangan terlalu suka kepada seseorang, takutnya kamu akan jatuh terlalu dalam dan terus berada di lingkaran hitam, mungkin yang kau sebut suka itu adalah cinta, tapi tidak! Bedakan cinta dan suka, cinta itu murni sedangkan suka bisa saja dinodai oleh napsu. Menurutku cinta itu tidak buta karena cinta tahu kepada siapa rasa tersebut layak diberikan, jika kalian bertanya yang membutakan itu apa? Maka kujawab nafsu," jawaban Arventa membuat dua sejoli itu takjub.


"Semuanya berdasarkan pengalaman lo kan?" tanya Cici.


"Yah, semuanya berdasarkan yang udah gue alami. Gue terlalu suka sama Rega sampai-sampai gagal move on, hahaha," jawab Arventa.


 


Mungkin kalian bertanya, bagaimana dengan Rega? Pria itu telah kabur karena dengan sengaja menanamkan benihnya ke Glady. Tapi, hal yang perlu kalian tahu adalah bukan hanya Glady yang menjadi korban, sudah puluhan wanita yang menjadi korbannya.


Sekarang Rega berada di suatu tempat, tempat itu terpencil dan jauh dari kota.


Rega tidak mungkin berani keluar untuk menampakkan dirinya karena pria itu sudah yakin jika dia menjadi buronan para Polisi.


Bahkan untuk keluar Rega pun harus menggunakan jaket dan masker agar dirinya sulit untuk dikenali.


Untuk tempat tinggal dan siapa yang menemani Rega? Yah ada satu orang, dia seorang wanita yang menjadi kekasih baru Rega juga sangat setia kepada pria itu, saking setianya Rega langsung sadar bahwa dirinya telah menemukan wanita yang tepat.


Walau wanita tepat bukan berarti Rega tidak akan menyentuh kekasihnya, nafsu bejatnya sewaktu-waktu datang kapan saja dan harus dituntaskan, buktinya mereka telah melakukan kemaksiatan tersebut berkali-kali.


"Makasih, yah. Aku mau pergi dulu buat beli makanan," ucap Rega kemudian beranjak dari ranjang dan mengambil pakaiannya yang tergeletak di lantai.


"Boleh aku ikut?" pinta pacar Rega.


"Boleh," jawab Rega.


Pacar Rega juga beranjak dari ranjang tanpa malu memperlihatkan tubuhnya yang telanjang.


Selesai mengenakan pakaian, Rega tak lupa memakai jaket dan masker agar tidak dikenali oleh korbannya.


Seperti itulah kehidupan Rega, untuk bertahan hidup? Rega hanya perlu bermain dengan wanita yang haus akan laki-laki dan rela membayar berapapun asal laki-laki tersebut dapat memuaskannya.


Lalu Rega? Menurutnya pekerjaan itu adalah yang paling cocok untuk dirinya.


🍃🍃🍃🍃


Jangan lupa like dan komentar.

__ADS_1


Semoga kalian suka.


 


__ADS_2