
Acha tersenyum dengan Marvin, mungkin dia memang salah dengar, pikir gadis itu. Dia tahu jika nama yang di sebut tadi nama sebuah geng motor. Acha telah berjanji pada dirinya sendiri tidak akan pernah mau dekat atau berhubungan dengan geng motor.
Sudah cukup dua orang dari keluarganya menjadi korban geng motor. Gadis itu masih ingat dua tahun lalu, saat kakak laki-lakinya harus merenggut nyawa karena ulah geng motor.
Malam itu saat mereka akan kembali ke rumah setelah berjualan, ada segerombolan geng motor. Sepertinya mereka sedang melakukan balap liar atau mungkin hanya sekedar menguji kehebatan di jalan raya.
Salah satu dari mereka menabrak kakaknya Acha hingga tewas akibat pendarahan di otak yang cukup parah. Kepalanya kebentur aspal sangat keras.
Acha dan keluarga mencoba menuntut keadilan. Namun, karena mereka hanyalah keluarga dari ekonomi yang kurang mampu sehingga kalah dalam sidang.
Semua itu dianggap kecelakaan murni. Tiada unsur kesengajaan. Pelaku juga dibawah umur sehingga tidak dilakukan penahanan. Saat Acha dan keluarga ingin bertemu pelaku, tapi tidak diizinkan dengan alasan melindungi.
Acha yang tidak terima dengan keputusan pengadilan mencoba mencari tahu siapa pelaku. Namun, mungkin mereka berasal dari keluarga mampu sehingga identitasnya disembunyikan dengan rapi. Gadis itu hanya mendengar nama geng motor yang terlibat malam itu. Salah satunya Atlantis. Dan nama geng lainnya The Moge.
Sejak hari itu Acha berjanji tidak akan pernah mau berhubungan dengan geng motor terutama Atlantis dan The Moge. Dua geng motor yang menjadi catatan hitam dalam hidupnya.
Bukan hanya kehilangan kakak laki-lakinya, sejak hari itu dia juga kehilangan keceriaan ibunya. Wanita yang telah melahirkan Acha itu depresi sejak putranya meninggal.
"Kamu tau nggak Cha apa bedanya kamu sama rumus kimia?" tanya Marvin tiba-tiba.
__ADS_1
"Emang Lo tahu rumus kimia?" tanya Roy.
"Kayak jago aja lo, jangankan kimia. Matematika aja lo goblok. Masa 1 + 1, Lo jawab tetap satu," ucap Alex.
"Bagi gue 1 + 1 emang satu juga. Seperti hati Acha yang ditambah hati aku, menjadi satu hati yang saling mencintai," ucap Regan.
"Njirr, sejak kapan lo jadi bucin begini," celetuk Roy.
"Cha, jangan dengar mereka. Coba jawab pertanyaan gue tadi," ujar Marvin lagi.
"Beda gue ama rumus kimia. Mana gue tahu. Masa gue disamakan dengan rumus," ucap Acha.
Ketiga teman Marvin, langsung menjitak kepala cowok itu. Ada benarnya ucapan Acha.
Anak-anak yang lain mendengar celetukan mereka dengan senyuman. Ternyata mereka berempat tidak sejahat yang mereka pikirkan. Ada juga sisi humor mereka. Merasa terhibur karena selama ini kelas mereka terlalu kaku dalam belajar.
"Dengar Cha, kalau rumus kimia itu susah dihafal, kalau kamu malah susah dilupain," ucap Marvin.
Mendengar jawaban dari Marvin membuat Regan emosi. Diambilnya buku dan dilempar ke arah Marvin.
__ADS_1
"Lo bosan hidup ya? Beraninya merayu Acha depan gue," ucap Regan dengan galaknya. Marvin hanya tertawa simpul melihat ketua mereka misu misu. Ternyata cowok galak kalau jatuh cinta sangat bahaya. Bucin plus posesif habis.
"Acha, Apa kamu tahu perbedaan kamu sama Alkana?" tanya Regan.
"Dihh, gue yakin lo aja nggak tahu apa itu Alkana," ucap Alex.
"Tau, Regan. Baru satu hari di kelas IPA, sok tau apa itu Alkana," ucap Roy.
"Diam lo semua. Gue tanya Acha, bukan kalian!" ucap Regan.
"Acha jawab dong," ucap Regan dengan lembutnya. Hal itu membuat ketiga temannya mual.
"Aku nggak tahu, Regan," ucap Acha serius.
"Dengar ya Acha, kalau Alkana kan rumus kimianya CnH2n+2, kalau kamu itu rumusnya C1n+4 \= cinta. Bahkan Archimedes dan Newton saja takkan memahami ion-ion apa yang membuat kamu dan aku melebur jadi satu dalam cinta," ucap Regan.
"Hebat, kamu hafal rumus kimia," ucap Acha.
Ketiga teman Regan juga melongo mendengar ucapan pria itu.
__ADS_1
"Nih, aku lihat dari mbah google," ucap Regan tanpa malu. Semua murid di kelas jadi tersenyum menanggapi ucapannya Regan.
...****************...