My Possessive Bad Boy

My Possessive Bad Boy
Bab 23. MPBB


__ADS_3

"Berani Papa menyentuh Acha, aku tidak akan tinggal diam. Papa bisa membunuhku, tapi jamgan sentuh Acha-ku," ancam Regan.


Dia membalikkan tubuhnya, berjalan keluar rumah. Mengambil motornya yang terparkir dan menjalankan dengan kecepatan yang tinggi.


Regan tidak peduli dengan keselamatan dirinya. Hanya satu yang ada dipikiran cowok itu saat ini, adalah Acha. Gadis mungil yang mampu merubah dunianya.


Dalam waktu lima belas menit, Regan telah sampai kembali di rumah Acha, gadis yang dia cintai itu. Cowok itu memarkirkan motornya di halaman samping rumah Acha.


Acha baru saja selesai memasak. Dia kaget saat akan membuang sampah melihat Regan yang berdiri di samping motornya.


"Lo belum pulang juga?" tanya Acha keheranan. Rasanya tadi dia melihat cowok itu telah pergi dari halaman rumahnya.


Regan membuka helm-nya dan duduk di bangku yang ada dekat bawah pohon yang sangat rindang di samping rumah Acha. Rumah sederhana, tapi terasa nyaman.


"Baru sampai rumah, kangen, kembali lagi ke sini," jawab Regan dengan senyum manisnya.

__ADS_1


Acha membalas dengan tersenyum juga, membuat Regan merasa melayang. Senyum Acha sangat menyejukkan hatinya. Gadis itu duduk di samping Regan. Tampaknya dia juga sudah mulai nyaman dengan cowok itu.


Pandangan Acha tertuju ke sudut bibir Regan. Mengamati dengan seksama wajah cowok itu. Regan yang merasa diperhatikan menjadi salah tingkah.


"Jangan memandangku seperti itu, Sayang. Aku nggak kuat. Jantungku rasanya mau copot," ucap Regan gombal, membuat Acha tersemyum.


Acha mengulurkan tangannya ke sudut bibir cowok itu. Mengambil tetesan darah dengan jari telunjuknya. Saat Acha melakukan itu, Regan merasa detak jantungnya hampir berhenti.


"Darah ... apa kamu habis bertengkar dengan seseorang? Ini seperti bekas tamparan," ucap Acha mengelus sudut bibir Regan yang berdarah.


"Siapa yang berani menampar aku, Sayang. Ini tadi aku kejedot di pintu kamar mandi saat memikirkan kamu. Makanya aku kembali lagi. Berpisah satu jam saja denganmu, terasa satu tahun," ujar Regan.


"Bibirnya minta di cium ya?"


Acha memukul lengan pria itu mendengar ucapannya. Regan meraih tangan Acha dan mengecupnya.

__ADS_1


"Kamu adalah satu-satunya hal dalam hidup ini yang tidak dapat aku tolak. Aku ingin menghabiskan setiap menit denganmu di sisiku. Biarkan aku membuatmu bahagia selamanya. Kamu hanya perlu melakukan satu hal: jatuh cinta denganku.Kamu adalah orang pertama yang mampu membuat jantungku berdetak lebih lambat dan lebih cepat pada saat yang sama," ucap Regan.


Dia menarik napas lega. Dari kemarin Regan menghafalnya. Rencana akan dia katakan saat mengajak Acha makan malam, lusa. Tapi Regan takut lupa jika kelamaan.


Acha tersenyum mendengar gombalan Regan. Cowok kulkas itu bisa juga merayunya.


Tiba-tiba keduanya dikejutkan dengan bunyi yang berasal dari perut Regan. Cowok itu nyengir menahan malu dengan memegang perutnya.


"Kamu lapar? Belum makan?" tanya Acha. Regan menjawab dengan menggelengkan kepalanya.


"Astaga ... kenapa nggak ngomong dari tadi. Ini sudah sore. Bisa-bisa lambung kamu nanti bermasalah. Jangan pernah telat makan lagi," omel Acha. Omelan gadis itu terdengar merdu telinga Regan. Dia menanggapi dengan tersenyum.


Acha berdiri dari duduknya. Masuk dari pintu samping rumahnya dan menuju dapur. Hari ini Acha dan ayahnya libur berjualan karena ada keperluan.


Lima menit cuma waktu yang Acha butuhkan. Dia datang dengan sepiring nasi dan lauk-lauknya.

__ADS_1


...****************...



__ADS_2