My Possessive Bad Boy

My Possessive Bad Boy
Bab 24. MPBB


__ADS_3

"Ayo makan dulu!" ucap Acha memberikan sepiring nasi beserta lauknya pada Regan.


Namun, pria itu hanya melirik makanan yang dibawa Acha. Baru kali ini Regan melihat lauk seperti itu.


"Kok paku berkaratnya ditumis kecap sih, Cha? Kalau nggak punya uang buat beli ikan, aku bisa ...."


Pletak.


Regan mengusap kepalnya yang baru saja dipukul oleh Acha. Gadis itu menatap pacarnya kesal.


"Ini bukan paku berkarat Regan! Ini tuh ikan teri kering, enak banget kalau dimakan sama sayur bening!" ucapnya penuh tekanan.


Regan menyengir, maklumlah selama hidup baru kali ini Regan melihat ikan yang menyerupai paku berkarat.


"Mau atau nggak? Aku cuma punya ini di rumah."


"Mau Sayang. Kalau kamu makan ini, artinya aman buat aku." Cengir Regan, tapi belum mengambil piring tersebut.


"Sudut bibir aku sakit, tangan juga pegal banget habis motor-motor mulu, tapi aku lapar," keluhnya terus memberi kode pada Acha.


Untung saja pacarnya Regan mengerti. Acha menyuapi Regan dengan telaten hingga isi piring tandas. Selama menyantap nasi yang telah dicampur sayur bening juga ikan teri kering tumis kecap, Regan sesekali memujinya sangat enak.


"Mau lagi?" tanya Acha.

__ADS_1


"Udah kenyang. Liat nih." Tanpa malu Regan mengangkat ujung bajunya sehingga perut yang menyerupai roti terlihat dengan jelas.


Pipi Acha langsung merona, tapi urung mengalihkan perhatiannya pada perut Regan yang sangat menggoda.


"Anjir, si Regan mesum banget!" teriak Roy.


Regan mendelik, pria itu melirik pada pinggir jalan dan mendapati ketiga sahabatnya menyengir tanpa dosa.


"Ngapain lo kerumah cewek gue?" tanya Regan setelah menurunkan bajunya, sementara Acha telah berlari masuk ke rumah untuk menenangkan detak jantung yang tidak terkendali.


Marvin, lantas duduk di samping Regan, sementara Roy dan Alex bersandar pada batang pohon besar.


"The moge," ucap Marvin melirik kanan kiri, antispasi kalau saja Acha muncul secara tiba-tiba.


"Napa lagi tuh anak?" tanya Regan.


Regan menghela nafas panjang, selalu saja The Moge mencari masalah dengan mereka.


"Siapa takut, kita bakal ...." Ucapan Regan terhenti saat Acha bertanya.


"Lagi bahas apa?" tanya Acha.


Lantas ke empat pria tampan itu terdiam. Tidak ingin Acha tahu bahwa Regan akan balapan sebentar malam.

__ADS_1


"Nggak, ini mereka iri karena jomblo. Nggak kayak kita Yang." Menarik Acha agar duduk di samping kirinya, bersandar di pundak gadis tersebut.


Mengkode teman-temannya agar segera pergi dan dia menyusul sebentar lagi. Dengan kelipan mata Regan mengkode.


"Kelilipan lo, Gan? Kedip-kedip mulu dari tadi," celetuk Roy yang tidak mengerti akan kode dari ketuanya.


"Anjir sakit bego!" bentak Alex tiba-tiba sambil menghadap pohon besar tempat mereka terteduh. "Lo kalau mau gigit permisi dulu kek! Gue kan bisa ngarahin lo mau gigit yang mana. Ini langsung gigit leher gitu aja," omel Alex pada semut yang terus berlalu lalang di batang pohon.


Sontak saja tawa membahana terdengar dari teman-temannya, terutama Acha.


"Syukurin!" teriak Regan.


"Mampus!" timpal Marvin.


"Itu tandanya lo manis Lex, kan semut cuma suka yang manis," ujar Acha.


Tatapan Roy dan Marvin tertuju pada Acha yang baru saja memuji Alex manis, sementara Regan malah menatap Alex tajam padahal pria itu tidak salah apa-apa.


"Njir, bego banget dah ketua gue!" teriak Alex berlari ke motornya, menghindari kejaran Regan yang tidak terima pacarnya memunji Alex.


"Regan udah!" pinta Acha tapi tetap saja aksi kejar-kejaran terjadi.


"Regan Sayang, udah," teriak Acha lagi.

__ADS_1


...****************...



__ADS_2