My Possessive Bad Boy

My Possessive Bad Boy
Bab 27. MPBB


__ADS_3

Regan sampai di jalan sepi yang akan mereka jadikan taruhan. Di sana telah menunggu ke tiga temannya. Marvin, Alex, dan Roy telah berkumpul dengan geng motor the moge lainnya.


Ketua geng motor The Moge datang menghampiri Regan yang baru sampai. Meniupkan rokoknya ke wajah Regan. Emosi cowok itu langsung tersulut.


Regan menarik kerah baju ketua The Moge yang bernama Toni. "Jangan main-main denganku," ucap Regan dengan suara lantang.


Semua anggota The Moge maju dan berdiri di belakang ketua mereka. Begitu juga ketiga teman Regan lainnya.


Salah satu dari mereka maju dan memperlihatkan foto pada Regan. Memandangi wajah yang ada di ponsel anggota The Moge yang bernama Ali, Regan makin tersulut emosi.


"Berani menyentuh gadis itu, kau akan berhadapan denganku. Langkahi mayatku jika kau berani melukainya," ucap Regan penuh penekanan.


Marvin, Roy dan Alex saling pandang. Tampaknya mereka juga tidak terima.


"Kau bukan hanya berhadapan dengan Regan, tapi kami bertiga jika berani menyentuhnya," ujar Marvin.


"Acha, gadis mungil dan manis. Kali ini aku mau dia yang menjadi taruhan kita," ucap Toni.

__ADS_1


"Apa maksudmu?" tanya Alex.


Toni tertawa sumbang. Memandangi keempat geng motor Atlantis. Mereka sengaja mencari tahu tentang Acha. Dari salah seorang teman mereka yang sengaja dimasukan ke sekolah Regan sebagai mata-mata, mereka tahu cowok itu sedang dekat dengan Acha.


"Jika kali ini Regan kalah dariku, dia harus melepaskan Acha dan merelakan gadis itu menjadi milikku," ucap Toni.


Tangan Regan terkepal menahan amarah mendengar ucapan Toni. Bagaimana mungkin dia akan merelakan Acha untuk cowok itu. Acha adalah miliknya. Nyawapun akan dia taruhkan untuk gadis itu.


"Bagaimana Regan? Deal bukan?" tanya Reno, salah seorang anggota geng motor The Moge.


Marvin tampak geram karena menjadikan Acha sebagai taruhan. Walaupun Acha bukan kekasihnya, tapi dia akan melindungi gadis itu dari niat jahat The Moge. Dia tahu bagaimana cintanya Regan dengan gadis mungil itu. Jika terjadi sesuatu pada Acha, cowok itu yakin jika Regan orang pertama yang merasa sedih.


"Motorku juga," ucap Alex dan Roy serempak.


"Kalian dengar itu. Tiga motor bisa kalian ambil sebagai taruhan," ujar Marvin lagi. Regan hanya diam. Dia mencoba menahan amarah. Regan tidak ingin tersulut emosi. Jika dia emosi itu akan mempengaruhi saat balapan nanti.


"Aku tidak menginginkan motor kalian. Sepuluh masih mampu aku beli. Aku hanya menginginkan Acha. Sepertinya gadis itu sangat istimewa. Memiliki dia sebagai kekasih sepertinya sangat menyenangkan," ucap Toni.

__ADS_1


"Acha memang lucu. Baik dan cantik. Jangan kau, aku juga mau kalau Regan rela melepaskannya," ucap Roy.


Marvin dan Alex spontan mengeplak kepala temannya itu. Otak Roy memang sering bergeser. Orang sedang serius dia malah memuji gadis itu yang membuat Regan melototkan matanya.


"Njiirrr, sakit ...," ucapnya Roy sambil meringis.


"Makanya otak itu dibawa kalau pergi, jangan ditinggalkan di rumah," ujar Alex.


"Bagaimana Regan? Kenapa Lo jadi ragu? Lo takut melawan gue, karena Lo yakin kalah?" ucap Toni.


Reno, Ali dan Erik tertawa mendengar ucapan ketua geng mereka. Sepertinya mereka meremehkan Regan. Hal itu tentu saja tidak bisa Regan terima.


"Tidak ada kata takut dalam kamus Regan. Aku menerima tantanganmu," ujar Regan dengan percaya diri.


Marvin, Alex dan Roy kaget mendengar ucapan Regan. Mereka takut jika kali ini Regan kalah, apakah dia siap untuk kehilangan Acha?


...****************...

__ADS_1



__ADS_2