My Possessive Bad Boy

My Possessive Bad Boy
Bab 25. MPBB


__ADS_3

Acha memeluk pinggang Regan saat pria itu akan naik ke motor. Itu mampu membuat cowok itu tertegun dan terdiam.


"Sudah Regan, jangan becanda terus. Kamu baru makan. Nanti perutnya sakit."


"Sayang, aku mau dengar kamu ulang ucapan yang tadi," ujar Regan.


"Yang mana?" tanya Acha dengan dahi berkerut.


"Saat kamu panggil Sayang tadi," ucap Regan dengan tatapan yang tidak berkedip.


Marvin, Roy, dan Alex memandangi Regan dengan pandangan heran. Tidak menyangka kalau seorang ketua geng motor yang terkenal galak bisa seimut itu dengan seorang gadis mungil.


"Acha, gue boleh tanya sesuatu?" tanya Roy dengan wajah serius. Ketiga teman yang lainnya serempak memandang ke arah Roy.


"Tentu saja boleh," jawab Acha.


"Kamu itu pakai pelet apa, sih?" tanya Roy lagi.


"Pelet? Nggak adalah. Buat apa aku pakai pelet, nggak dipelet aja Regan udah kelepek-kelepek apa lagi kalau di pelet. Bisa-bisa lengket terus denganku," ucap Acha.


"Njirr, dah berani si Acha," ujar Alex tertawa.

__ADS_1


Regan turun dari motornya. Mencubit pipi chubby gadisnya itu. Regan mengecup dahi Acha membuat wajah gadis itu memerah karena malu.


Ketiga teman Regan lainnya langsung bersorak melihat ketua mereka yang bucin habis. Baru kali ini cowok itu bersikap manis dengan seorang cewek. Biasanya ditegur cewek saja, dia kelihatan alergi.


"Regan mesum. Depan kita aja berani nyosor apa lagi di belakang kita," ucap Roy.


"Acha, Lo ada kembaran tidak?" tanya Marvin.


Acha menjawab dengan menggelengkan kepala. Regan yang heran dengan pertanyaan temannya itu menatap curiga.


"Kenapa Lo tanya kembarannya Acha?" tanya Regan dengan ketus.


"Biar gue bisa bucin kayak Lo," ujar Marvin santai.


"Enak aja Lo. Mau samaan dengan gue. Acha itu diciptakan satu hanya untuk Regan. Tidak ada duanya," ucap Regan memeluk bahu gadis itu.


"Dihh, dasar bucin.Percuma ngomong dengan orang yang sedang jatuh cinta, tidak akan di dengar semua salah. Orang kalau lagi jatuh cinta, t*ik kambing aja rasa coklat," ujar Marvin.


"Is Regan jorok banget. Masa t*ik disamain dengan coklat," ucap Roy. Mendengar ucapan Roy, Regan langsung mengeplak kepalanya.


"Njirr sakit," ucapnya lagi.

__ADS_1


Di antara mereka berempat memang Roy yang paling lelet. Apa pun yang dibicarakan akan lama dipahaminya.


"Sayang, jangan dengar omongan teman-temanku yang random. Kamu dengar aja omonganku ini, semenjak aku mengenal kamu, pagi aku gak bisa makan karena merindukanmu. Siangnya juga nggak makan karena mikirin kamu. Dan malamnya aku juga nggak bisa tidur karena kelaparan," ujar Regan.


Ketiga teman Regan tidak bisa menahan tawa mereka mendengar gombalan pria itu yang sangat receh.


"Sudah! Jangan bercanda melulu. Kalian pasti lapar. Aku tadi ada menggoreng singkong. Kalian tunggu dulu. Aku ambilkan," ujar Acha.


Gadis itu berlari masuk ke rumah. Sepuluh menit keluar dengan membawa sepiring singkong dan empat gelas teh hangat.


"Silakan makan!" ucap Acha.



Keempat pemuda itu menatap singkong itu dengan heran. Baru sekali ini melihat singkong yang dimakan dengan sambal.


Dengan ragu, keempat pemuda itu mengambil singkong dan mencolek sambalnya. Mereka memasukan kemulut dengan perlahan.


"Njirr, ternyata enak banget," ucap Roy.


Keempat pemuda itu berebutan memakannya, hingga sepiring singkong ludes tanpa sisa. Acha melihat itu sambil tersenyum. Senang karena masakannya disukai.

__ADS_1


...****************...



__ADS_2