
Regan memeluk erat tubuh Acha. Tadi dia berpikir tidak akan dapat lagi mendekati gadis itu, apa lagi sampai memeluk tubuhnya.
Regan tidak tahu perasaan apa yang ada dihatinya. Dia tidak bisa jauh dari gadis itu. Dengan Acha, cowok itu merasa dunianya indah. Tidak peduli kedua orang tuanya yang tidak ada perhatian dengannya.
"Kenapa nekat sih? Seandainya tadi gue tak melihat lo, Gimana?" tanya Regan.
Acha yang datang secara tiba-tiba dari depan membuat Regan kaget. Jika saja tadi dia masa bodoh dengan sekeliling, pasti tidak tahu ada gadis yang dia cintai menghadang.
Roy yang melihat Regan memeluk Acha, tanpa sadar juga ikutan memeluk tubuh Alex. Sehingga Marvin yang berdiri di samping kedua sahabatnya itu menjadi kaget melihat keduanya saling berpelukan.
"Astaga, jijiknya. Kalian saling suka?" tanya Marvin.
Alex yang baru menyadari jika tubuhnya dipeluk Roy, langsung mendorong cowok itu hingga jatuh tersungkur. Hal itu membuat Roy meringis.
"Set*n, sakit tahu," umpat Roy. Ekornya terasa sakit setelah mendarat di aspal.
"Anjirr, lo ngapain peluk-peluk gue. Dasar jomblo berkarat," ujar Alex.
Geng Atlantis yang lain tertawa melihat perdebatan Roy dan Alex. Tanpa mereka sadar, Regan telah membawa Acha menjauh dari kerumunan anggota geng motornya.
Di bawah salah satu pohon yang rindang, Regan mengajak Acha duduk. Menghapus air mata gadis itu yang tumpah membasahi pipinya.
__ADS_1
"Kenapa nekat begitu? Kalau lo trauma dengan balapan, lo cukup hubungi gue melalui ponsel," ucap Regan.
"Gue takut Lo tidak mengangkatnya. Lo harus janji tidak akan balapan lagi. Atau Lo harus melawan aku balapan."
"Maksud Lo ...?" tanya Regan.
"Kita balapan, jika gue menang, lo harus lupakan semua tentang balapan. Jika lo yang menang, gue tidak akan pernah melarang lo balapan lagi. Bahkan gue juga akan menjauh dari hidup Lo," ucap Acha pelan.
"Kenapa keduanya tidak menyenangkan? Lagi pula gue tidak akan pernah mau balapan dengan Lo!" ucap Regan tegas.
"Jadi gue harus apa, agar lo menghentikan hobi itu. Atau kita memang harus melupakan jika pernah kenal?" tanya Acha lagi.
Wajah Acha bersemu merah mendengar Regan mengatakan cinta. Tanpa mereka sadari ketiga sahabatnya Regan, telah berdiri dibelakang mereka. Anggota Atlantis yang lain telah bubar.
"Wajah Lo, kenapa?" tanya Acha, kembali sadar jika wajah pria itu lebam dan banyak luka.
Acha menanggalkan tas ransel dari punggungnya. Menaruh di paha. Gadis itu lalu mengambil tisu dan menghapus darah di wajah Regan.
Regan jadi teringat malam itu, saat pertama kali bertemu Acha. Gadis itu memang sangat baik dan perhatian. Acha mengambil air minumnya, dan menuangkan ke sapu tangan. Acha kembali membersihkan luka di wajah Regan.
Saat Acha membersihkan wajahnya, mata Regan tidak berkedip melihat wajah manis gadis itu. Teman-temannya saling bertatapan, tidak menduga jika ketua mereka bisa sebucin itu.
__ADS_1
"Acha, Jika kamu suruh aku untuk melupakanmu, yang harus aku lakukan hanya pergi ke kantor Lurah dan buat surat keterangan tidak mampu. Karena aku tidak akan bisa hidup tanpamu," gombal Regan.
"Gombalnya receh banget," ucap Acha tersenyum. Kali ini dia mengoleskan salep untuk luka di wajah pria itu.
"Dengarkan Acha, gue ini bukan pujangga yang pintar merangkai kata. Jadi Lo harus maklum jika gue tidak puitis," ujar Regan.
" Iya, Regan," ujar Acha menahan tawa.
"Tapi aku mencintaimu melebihi dari segalanya. Kamu tahu, setiap helaan napasku, aku selalu berdoa untukmu," ujar Regan.
"Doa apa ...?" tanya Acha.
"Gue selalu berdoa begini, Tuhan, jika dia bukan tercipta untukku, maka ciptakanlah dia hanya untukku. Kalau menurut Engkau dia benar-benar bukan jodoh untukku, tolong jangan kasih dia jodoh selain aku ya Tuhan," ucap Regan.
"Anjiiirr, Regan pemaksa. Tuhan aja dipaksa untuk jodohin dia dengan Acha," ucap Roy.
Regan kaget mendengar suara Roy. Dia menatap wajah sahabatnya itu dengan mata melotot.
...****************...
__ADS_1