My Possessive Bad Boy

My Possessive Bad Boy
Bab 43. MPBB


__ADS_3

Telah satu minggu kasus tabrak lari yang dilakukan Toni di buka kembali. Awalnya sangat sulit bagi Martin untuk dapat membuktikan semuanya. Beruntung dia memiliki bawahan yang sangat pintar sehingga semua bukti bisa didapatkan.


Tony saat ini telah di tahan sebagai bentuk tanggung jawabnya. Kedua orang tua cowok itu yang ternyata petinggi juga di sana, masih terus berusaha agar Toni putranya bebas dengan alasan di bawah umur.


Acha, Regan dan ketiga sahabatnya kaget saat mendengar suara mobil berhenti di halaman rumah Acha. Mobil mewah itu berhenti di depan pohon rindang yang biasa mereka tempati sebagai markas kedua saat ini.


"Apa itu Bapak Lo?" tanya Roy yang ditujukan dengan Marvin.


"Bapak Lo kali. Gue tahulah mobil bokap gue," jawab Marvin.


"Wajah bokap aja Lo lupa, apa lagi mobilnya," jawab Roy asal nyeplak. Dan itu berhasil membuat Marvin melemparkan penanya ke Roy.


"Anjirr, Lo kira gue amnesia, sampai wajah bokap aja gue lupa," ucap Marvin lagi.


Seorang pria dengan setelan jas yang mahal turun dari mobil. Regan, Acha dan ketiga sahabat cowok itu berdiri. Mereka langsung mengenali pria itu. Keempatnya langsung saling pandang.

__ADS_1


Regan berjalan menuju pintu rumah Acha. Bertepatan juga pria itu sedang berdiri di depannya.


"Selamat siang, apa ini benar rumah Bapaknya Acha?" tanya pria yang satu. Sepertinya itu asisten pribadi pria berjas.


"Betul. Ada perlu apa?" tanya Regan.


"Bapak Refdi ingin bertemu dengan Bapaknya dan juga Acha."


Mendengar ucapan pria itu, Acha maju. Berdiri di samping Regan. Menatap ke arah pria itu. Rasanya dia tidak mengenal keduanya. Kenapa mereka mencari ayah dan aku? pikir Acha dalam hatinya.


Kedua pria itu langsung berjalan masuk. Pria yang berjas mahal mengikuti dari belakang. Acha mempersilakan keduanya duduk. Regan yang tampaknya mengenal pria itu tersenyum sinis.


"Maaf, Pak. Apa bisa sepatunya dilepaskan! Ini bukan rumah Anda, yang bisa memakai sepatu dalam rumah. Acha tidak memiliki pembantu yang bisa membersihkan kotoran sepatumu itu," ujar Regan penuh penekanan.


Pria yang berjas mahal itu langsung menatap tajam ke arah Regan. Mungkin merasa kenal dengan cowok itu.

__ADS_1


Dia langsung membuka sepatunya dan memberikan pada asistennya. Pria itu lalu meletakan di luar. Regan mengenal pria itu sebagai ayahnya Toni.


Semua anak geng motor mengenalnya karena Toni selalu saja membanggakan orang tuanya sebagai salah satu petinggi dikepolisian. Dia merasa bangga dan tidak takut melakukan kesalahan karena yakin akan di bela dan dilindungi jika melakukan kesalahan.


"Ada perlu apa mencari saya dan ayah?" tanya Acha.


"Aku ingin bicara mengenai kasus tabrak lari yang menimpa abangmu. Apa ayah kamu ada?" tanya pria berjas itu yang bernama Refdi.


"Maaf ya Bapak, ayahnya Acha tidak ada di rumah. Lagi pula setahu saya, kasus itu diserahkan penanganannya pada pengacara. Jika ada yang ingin Bapak bahas silakan temui pengacara saja. Ayah Acha juga tidak akan bisa memberikan solusi apapun," jawab Regan.


"Maaf, aku ingin bicara dengan Acha saja," ucap pria itu. Tanpa bisa ditahan, tangan Regan mengepal mendengar ucapan pria itu. Dia menarik napas agar bisa menahan emosinya.


Tanpa diucapkan Regan telah tahu maksud kedatangan dari Bapaknya Toni. Beruntung dia ada di saat Bapak Refdi ini datang. Jika hanya ada Acha seorang, mungkin saja mereka akan menekannya.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2