My Possessive Bad Boy

My Possessive Bad Boy
Bab 26. MPBB


__ADS_3

Rasa kesal setelah bertemu Papanya dan rasa sakit mendapatkan tamparan di pipi seolah menghilang begitu saja berkat Acha yang selalu ada untuk Regan.


Pria itu diam-diam melirik pacarnya yang tengah fokus menulis sesuatu di sebuah buku. Rasanya Regan tidak ingin beranjak meski sedikit saja untuk menjauh dari Acha.


Namun, malam ini pria itu harus pergi untuk memenuhi tantangan dari The Moge. Melakukan balapan liar dengan bermacam taruhan.


"Jangan natap aku kayak gitu! Aku nggak fokus belajarnya!" tegur Acha yang sadar sejak tadi diperhatikan oleh Regan.


Tadi sore sedang gerimis sehingga mau tidak mau Acha membiarkan Regan masuk ke rumahnya. Untung saja ayah Acha tidak keberatan, terlebih Regan beralasan datang karena ingin belajar berdua dengan Acha.


"Cantik banget, kalau berpaling rugi." Cengir Regan menumpu dagunya pada tangan.


Acha menghela nafas panjang, melirik jam di ponselnya yang telah menunjukkan angka 7 malam. Apa Regan tidak punya kesibukan? Sejak jam 3 sore sudah datang kerumahnya sampai sekarang.


"Pulang!" perintah Acha


"Serius?" tanya Regan.

__ADS_1


"Iya Regan. Kalau kamu tinggal satu jam lagi, warga bakal datang buat ngusir kamu dari sini!" Acha terpaksa berbohong agar cowok itu mau pulang. Untung saja hari ini dia liburan jualan.


"Tapi aku masih ...."


"Besok jemput aku ke sekolah, Regan Sayang," bisik Acha lalu berlari masuk ke kamarnya.


Jujur saja jantung Regan berdetak tidak normal, Acha benar-benar bisa membuatnya gila. Pria itu berdiri ketika melihat Acha keluar dari kamar membawa hodie yang pernah Regan buang.


"Udaranya dingin banget, kamu pakai ini aja ya. Soalnya aku cuma punya hodie ini."


Regan mengangguk tanpa banyak protes lagi, terlebih ada ayah Acha yang berdiri di ambang pintu.


"Dah pacarnya Regan." Melambaikan tangan setelah memasang hodie yang sengaja dia buang untuk Acha saat pertama kali kenal. Kebetulan Regan hanya memakai kaos lengan pendek sebab buru-buru pergi dari rumah tadi. Bahkan seragam sekolahnya dia titipkan pada Acha, akan dia pakai saat menjemput gadis tersebut.


Regan melajukan motornya menuju lokasi balapan tanpa ada keinginan pulang ke rumah lebih dulu. Ponsel yang terus bergetar membuat Regan harus berhenti di tengah-tengah perjalanan.


Pria itu mengerutkan keningnya ketika tahu mamanya menelpon malam-malam seperti ini. Harus kalian tahu Regan berharap mamanya menelpon karena khawatir dan menyuruhnya pulang seperti anak remaja lainnya.

__ADS_1


Namun, yang dia dengar di seberang telpon adalah hal yang tidak dia inginkan.


"Mama sudah ngatur pertemuan kamu sama anak teman mama. Dia cantik banget, jangan lupa datang besok!"


"Regan di jalan, belum pulang kerumah. Belum makan," ucap Regan.


"Kamunya yang bodoh kalau nggak makan, mama sudah beri kamu uang bulanan. Sudah dulu ya, mama nggak pulang malam ini."


Regan menghela nafas panjang ketika sambungan telpon terputus. Selalu saja orang tuanya beranggapan Regan bahagia dengan uang pemberian mereka.


"Apa Regan lahir bukan karena keinginan kalian?" tanya Regan.


Mempunyai orang tua yang utuh tapi seakan tidak punya. Berbuat onar pun mamahnya tidak peduli.


Apa semua orang akan melihat keberadaan Regan setelah merasakan kehilangan? Mungkin jika Acha tidak hadir dalam hidupnya, sekarang Regan akan merasakan putus dan berpikir untuk bunuh diri.


Satu lagi, Regan beruntung mempunyai Atlantis dalam hidupnya.

__ADS_1


...****************...



__ADS_2