
Dua minggu sudah berlalu sejak hari dimana mereka melakukan hubungan itu...
Sejauh ini hubungan Julia dan Daniel menjadi lebih intim kecuali sikap Daniel yang seperti bos dan begitu posesif menjadi jauh lebih buruk lagi.
Diantara semua orang terdekat mereka, hanya Joana saja yang tahu tentang hubungan Julia dan Daniel. Dia benar-benar bahagia untuk mereka berdua.
Pagi ini Daniel mengatakan kepada Julia bahwa dia akan mengatakan sesuatu kepada Julia Nanti malam. Jadi setelah bekerja Julia pergi ke supermarket untuk membeli bahan-bahan makanan yang akan dia masak untuk makan malam bersama Daniel.
Saat Daniel datang ke apartemen Julia, dia tersenyum ketika dia melihat Julia yang tengah menyiapkan makan malam yang lezat untuk mereka berdua.
"Hai... Wow makanannya terlihat lezat. Aromanya juga benar-benar menggugah selera." Ucap Daniel yang tak sabar mencicipi masakan Julia.
"Pergi cuci tanganmu dulu dan setelah itu kita bisa mulai makan." Balas Julia yang masih sibuk menata makanan diatas meja.
Daniel malah memilih untuk memeluk Julia dari belakang. Dia lalu mencium leher Julia.
"Aku mencintaimu sayang." Ucap Daniel.
"Pergi cuci tanganmu lebih dulu." Ucap Julia seraya mendorong Daniel.
__ADS_1
"Tunggu sebentar, aku merindukanmu. Biarkan aku memelukmu." Rengek Daniel terus mempertahankan posisinya yang memeluk Julia.
"Kau bisa memelukku nanti setelah makan. Ayo cepat, atau makanannya akan dingin." Pinta Julia.
Daniel mencebik kesal lalu berjalan menuju wastafel untuk mencuci tangannya. Sementara Julia hanya bisa tersenyum dan menggelengkan kepalanya melihat Daniel yang bersikap manja seperti itu.
Mereka berdua mulai makan malam diselingi obrolan ringan. Daniel tak berhenti memuji masakan wanita yang dicintainya itu.
"Semakin hari kau semakin mahir dalam memasak." Puji Daniel.
"Kau terlalu berlebihan." Balas Julia.
Beberapa saat kemudian, keduanya selesai makan. Julia bergegas membersihkan meja makan dan mencuci piring. Sementara Daniel pergi ke sofa dan menunggu Julia selesai dengan aktifitasnya. Wajah Daniel begitu murung. Dia tampak menghela napas, berusaha mencoba memberanikan diri untuk mengatakan sesuatu pada Julia.
Setelah Julia selesai dengan tugasnya, dia mendekat ke arah Daniel. Mereka berdua lalu duduk di sofa dengan Julia yang menyandarkan kepalanya di dada Daniel. Daniel lalu memeluknya dan mencium keningnya dengan sangat lembut.
"Hei, kau bilang kau ingin mengatakan sesuatu kepadaku Apa itu?" Tanya Julia.
Daniel kembali menarik napas dalam dan menghembuskan nya. Sementara Julia menyadari wajah Daniel yang berubah murung.
__ADS_1
"Ada apa sebenarnya?" Tanya Julia lagi kali ini dengan wajah yang semakin penasaran.
"Lia, aku aku harus pergi ke London besok. Ada masalah di cabang perusahaan yang ada di sana dan perusahaan ingin aku pergi ke sana untuk memperbaiki masalah yang ada." Ucap Daniel.
Julia langsung terdiam setelah mendengarkan hal itu. Daniel memang seharusnya pergi minggu depan. Tapi semuanya tiba-tiba berubah yang membuat Daniel harus pergi besok juga.
Setelah melihat Julia yang terdiam, Daniel lantas kembali menjelaskan semuanya pada Julia.
"Lia, sekarang aku tidak punya pilihan lain karena hanya aku saja yang diandalkan oleh perusahaan. Jadi aku harus pergi besok juga." Ucap Daniel lagi.
Julia tetap terdiam. Dia tidak tahu harus mengatakan apapun tentang semua yang dikatakan Daniel padanya.
"Aku akan kembali untuk menemui mu setiap kali liburan atau waktu luang ku. Kita juga bisa melakukan video call." Ucap Daniel seraya memegang tangan Julia dengan lembut.
"Aku tahu, aku minta maaf. Aku hanya tidak menyangka bahwa hari ini terlalu cepat datang." Ucap Julia seraya membenamkan kepalanya di dada Daniel.
Julia tidak pernah merasa sesedih ini sebelumnya. Dia pikir bahwa dia tenyata memang benar-benar telah jatuh cinta kepada Daniel.
Setelah menjelaskan semuanya dan mengobrol panjang lebar dan mencurahkan kasih sayangnya, Daniel memutuskan menghabiskan sepanjang malamnya di apartemen Julia.
__ADS_1
Bersambung....