
Keesokan paginya....
Saat Julia bangun, dia melihat wajahnya yang tampak muram dan matanya yang sembab di dalam kamar mandi. Kemudian setelah mandi, dia mengambil es untuk mengompres wajahnya.
Setelah itu dia pun mengenakan make up dan sekarang dia sudah terlihat lebih baik. Kemudian dia melihat ponselnya dan dia mengirim pesan kepada Daniel, mengatakan kepadanya bahwa dia ada di apartemennya.
Semalam Daniel terus menelpon Julia selama beberapa kali. Saat Daniel tengah memasak, dia membaca pesan dari Julia. Dia dengan cepat pergi ke apartemen milik Julia.
Sebenarnya dalam waktu 2 minggu ini, Daniel tidak tahu apa yang harus dia lakukan. Dia tidak tahu bagaimana caranya berhadapan dengan Julia.
Dua minggu yang lalu mamanya menelpon dirinya dan mengatakan bahwa Papanya akan melakukan sebuah operasi jantung. Tapi Papanya tidak mau melakukan operasi itu sebelum Daniel dan Jessica bertunangan.
Jadi untuk kebaikan Papanya Daniel pun harus melakukannya. Namun dia berencana untuk merahasiakan semua rencananya lebih dulu dari kedua orang tuanya. Setelah operasi Papanya itu berhasil, maka dia akan membatalkan pertunangannya itu dengan Jessica.
Julia sendiri ingin memberikan sebuah kesempatan kepada Daniel untuk menjelaskan semuanya teradap dirinya. Julia mau mendengarkan semuanya dari mulut Daniel. Dia tidak mau mempercayai apa yang dikatakan Jessica. Dia berpikir bahwa Jessica terlalu naif. Dia mencoba untuk membohongi dirinya sendiri.
Saat Julia membuka pintu apartemennya, Daniel tiba-tiba memeluknya. Daniel tampak begitu terkejut melihat wajah Julia yang begitu muram dengan matanya yang tampak bengkak.
"Hai sayang apa yang terjadi?" Tanya Daniel.
Kemudian dia memeriksa wajah Julia. Dia menyeka rambut Julia yang tergerai di wajahnya.
__ADS_1
"Tidak ada. Aku hanya tidur larut semalam. Aku juga sedikit sakit kepala, jadi aku meminum obat. Tapi aku baik-baik saja sekarang." Ucap Julia tersenyum.
Daniel kemudian mencium mata, pipi dan bibir Julia.
"Hari ini aku izin jadi tidak masalah. Aku bisa beristirahat, jangan khawatir." Uap Julia lagi tersenyum.
Julia tidak mau Daniel mengetahui apa yang terjadi kepadanya semalam.
"Bagaimana dengan pekerjaanmu? Apa kau masih sibuk? Ingat jangan terlalu sibuk, tetap perhatikan kesehatanmu sendiri. Biarkan aku memberikanmu kekuatan." Ucap Julia menaruh tangannya di leher Daniel dan kemudian mencium Daniel.
Daniel merasa sangat bahagia. Dia sangat mencintai Julia. Kemudian ponsel Daniel tiba-tiba berdering. Dia mengangkat telepon itu dan itu ternyata adalah Jefri, asistennya yang menelponnya. Jefri mengatakan kepadanya bahwa meeting yang akan dia hadiri akan segera dimulai. Jadi mereka harus pergi ke perusahaan sekarang juga. Daniel kemudian terpaksa mengucapkan selamat tinggal kepada Julia.
...----------------...
Hari ini Julia mendapat sebuah panggilan telepon dari nomor yang tidak diketahui. Wanita yang meneleponnya itu mengatakan kepada Julia untuk pergi ke sebuah villa pribadi miliknya yang ada di sisi barat Kota. Wanita itu juga mengatur sebuah mobil untuk menjemput Julia. Wanita itu mengatakan bahwa dia adalah mama dari Daniel.
Saat Julia tiba di villa itu, dia melihat villa itu sangat indah. Pemandangannya begitu menakjubkan. Ada seorang pelayan yang membawa Julia ke dalam sebuah kamar dan memintanya untuk menunggu.
Beberapa saat kemudian, seorang wanita paruh baya yang tampak cantik masuk ke dalam kamar itu. Julia pun dengan cepat berdiri.
"Silakan duduk. Tidak apa-apa, kau Julia bukan?" Ucap wanita itu. "Aku adalah mamanya Daniel kau bisa memanggilku Tante." Lanjutnya.
__ADS_1
"Halo Tante, aku minta maaf." Ucap Julia.
"Julia, kau sangat cantik. Tidak heran jika Daniel sangat mencintaimu." Ucap Mama Daniel melihat ke arah Julia dengan senyuman yang ramah.
Saat dia melihat Julia, dia tahu bahwa dia akan menyukai Julia. Tapi dalam rumah itu, suaminya lah yang bisa memutuskan apapun. Julia tampak menundukkan kepalanya dengan wajahnya yang tampak memerah.
"Julia, aku tahu kau adalah gadis yang baik. Aku bisa melihatnya dan aku sangat bahagia bisa bertemu denganmu. Aku tahu kenapa Daniel mencintaimu, di samping karena kau sangat cantik, kau juga sangat menawan." Ucap Mama Daniel.
"Tante, jangan katakan itu. Aku tidak sebaik yang Tante pikirkan." Ucap Julia merendah.
"Aku tahu kau dan Daniel saling mencintai satu sama lain. Tapi kadang-kadang cinta bukanlah segalanya. Papa Daniel mengalami penyakit jantung, dia harus melakukan sebuah operasi tapi dia tidak mau melakukan operasi sebelum Daniel bertunangan dengan Julia. Sebenarnya Daniel sudah mengatakan kepada kami tentang dirimu. Tapi papa Daniel sudah berjanji kepada keluarga Julia untuk menjodohkan mereka berdua." Ucap Mama Daniel menjelaskan semuanya kepada Julia.
Julia masih diak dan mendengarkan semua ucapan Mama Daniel.
"Tante ingin kau mengerti tentang hal ini. Tante bisa melihat cinta Daniel untukmu. Tapi dia harus memenuhi tugasnya sebagai seorang anak. Tante merasa sedih untuk dirimu." Ucap Mama Daniel lagi.
Mata Julia menjadi merah setelah mendengarkan semua ucapan Mama Daniel. Saat Mama Daniel melihat hal itu, hatinya juga merasa terluka kemudian dia berjalan mendekat ke arah Julia lalu memeluknya dengan erat.
"Tante minta maaf atas semua ini. Kau pasti akan lebih baik secepatnya." Ucap Mama Daniel. "Operasi Papa Daniel akan dilakukan minggu depan." Lanjut Mama Daniel lagi.
Setelah kembali dari rumah Daniel, Julia memikirkan banyak hal. Dia tidak mau Daniel menjadi anak yang tidak berbakti pada kedua orang tuanya. Dia tidak mau Daniel berseteru dengan papanya sendiri.
__ADS_1
Bersambung....