My Possessive Man

My Possessive Man
3 Tahun


__ADS_3

3 tahun kemudian....


Daniel berdiri di samping jendela. Dia tengah berada di dalam ruangannya yang merupakan salah satu ruangan yang berada di lantai tertinggi di gedung di kota x.


Sekarang dia jauh lebih berkuasa dibandingkan 3 tahun yang lalu. Di tangannya tampak tengah memegang sebuah kotak. Dia membuka kotak itu dan melihat ada sebuah kalung di dalamnya.


Hari itu, setelah dia kembali dari perjalanan bisnis, dia dengan cepat pergi ke apartemen Julia. Dia menunggu Julia sepanjang hari. Dia mencoba untuk menelpon Julia, tapi nihil. Kemudian dia meminta asistennya untuk memeriksa semuanya. Dia hanya menemukan bahwa Julia sudah pergi ke luar negeri.


Dari informasi yang dia terima satu bulan berikutnya, Julia pergi ke New York. Daniel menyusul untuk pergi ke sana, tapi tetap saja dia tidak bisa menemukan keberadaan Julia.


Pintu ruangannya terbuka, tampak sosok Jessica masuk ke dalam ruangannya. Jessica mengenakan sebuah gaun berwarna pink. Gaun pink yang begitu seksi. Daniel dengan cepat menaruh kotak itu di dalam saku celananya. Dengan tatapan mata yang tidak ramah dia bertanya kepada Jessica.


"Apa yang kau lakukan di sini?"


Kemudian Daniel duduk di kursinya dan mulai membaca laporan finansial nya. Jessica berjalan ke sisinya lalu menunduk ingin mencium Daniel, tapi Daniel dengan cepat menolaknya.


"Ini adalah kantor. Katakan saja apa yang kau inginkan." Ucap Daniel tanpa melihat ke arah Jessica.


Jessica merasa begitu kesal ini. Sudah 3 tahun tapi Daniel masih saja memikirkan Julia.


Jessica kembali mengingat masa lalu saat Julia menghilang. Daniel hampir saja menjadi gila. Dia terus saja mencari Julia kemana-mana. Tapi tetap tidak menemukan keberadaan Julia. Jessica tersenyum.


Saat Jessica bicara dengan Julia waktu itu, dia menakuti Julia jika Julia tidak mau meninggalkan Daniel, dia akan melakukan sesuatu yang mungkin akan merusak reputasi Julia dan keluarga tantenya.


Saat Julia pergi hari itu, Jessica juga meminta seseorang untuk menyembunyikan informasi tentang kepergiannya. Di saat Daniel datang kembali setelah melakukan perjalanan bisnis, maka dia tidak akan mendapatkan informasi apapun tentang Julia.


Tapi setelah satu bulan kemudian, saat Daniel mengetahui hal itu dia pun terbang ke New York tapi semuanya sudah terlambat.


Sekarang Daniel tetap tidak mau menikahi Jessica walaupun mereka masih bertunangan. Tapi Daniel menjadi lebih jauh lebih dingin lagi.


Jessica tersenyum dan berkata, "aku ingin makan malam denganmu dan Om juga ingin kita menghadiri sebuah pesta besok malam bersama."


Daniel menjawab dengan suara yang terdengar dingin.


"Aku sibuk."


Jessica mengepalkan tangannya dan berusaha menahan emosinya dengan tersenyum.

__ADS_1


Jessica pun kembali berkata, "Daniel kau bekerja begitu keras. Ayo kita makan dulu..."


"Aku bilang, aku masih harus bekerja. Jadi pergilah makan sendiri." Ucap Daniel menyela ucapan Jessica.


"Tapi....."


"Jessica.... Tidakkah kau mengerti?" Ucap Daniel melihat ke arah Jessica dengan wajah yang penuh kemarahan.


"Baiklah... Baiklah... tapi jangan lupa tentang besok malam.


Kemudian setelah itu Jessica keluar dari dalam ruangan Daniel tampak tersenyum. Setelah Jessica menutup pintu, Daniel mengeluarkan ponselnya dia lalu menelpon seseorang.


"Apa kau menemukan informasi apapun?" Tanya Daniel.


Orang yang berada di seberang telepon itu mengatakan, "maaf bro tapi aku masih mencari informasinya." Daniel pun menutup sambungan telepon dan wajahnya tampak sedih.


'Di mana kau Julia? Apa yang kau lakukan sekarang?' pikir Daniel.


Daniel benar-benar marah saat dia mengetahui bahwa Julia memilih untuk menjauh darinya. Dia membenci Julia karena meninggalkan dirinya tanpa mengatakan apapun. Tapi dia juga sangat merindukan Julia. Dia harus menemukan Julia dia ingin menanyakan, kenapa Julia harus pergi begitu saja.


...----------------...


Julia baru saja pulang ke rumah. Selama ini dia tinggal di tempat Dilan. Saat dia berjalan masuk, seorang anak laki-laki berlari ke arahnya.


"Mama lihat, Om Dilan memberikan ini untukku. Ini sangat keren." Ucap Justin dengan mata yang terlihat begitu bahagia saat dia menunjukkan kepada Mamanya mainan barunya.


Julia lalu berjongkok dan memeluk putranya.


"Apa kau sudah mengatakan terima kasih kepada Om mu? Om mu sangat memanjakan dirimu." Ucap Julia


Julia lalu melihat ke arah Dilan.


"Kau selalu seperti ini. Jangan membelikan mainan yang terlalu banyak untuknya." Ucap Julia.


"Tidak apa-apa Kak. Dia adalah keponakanku. Tentu saja aku akan memanjakan dirinya." Balas Dilan.


"Kalau begitu, kau harus cepat memiliki anak sendiri setelah kau menikah. Jadi kau bisa memanjakan anakmu." Ucap Julia tersenyum.

__ADS_1


"Julia, kau sudah kembali. Apa kau sudah makan?" Tanya Mama Dilan berjalan keluar dari dalam dapur.


"Mama aku sudah makan. Aku minta maaf karena selalu mengganggu waktu Mama untuk menjaga Justin." Ucap Julia memeluk Mama Dilan. "Tanpa kalian, aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan saat itu." Ucap Julia dengan air mata yang jatuh ke pipinya.


"Gadis bodoh. Kau adalah putriku. Jadi jangan katakan apapun tentang hal seperti ini lagi dan aku sangat menyayangi Justin. Dia sangat menggemaskan." Ucap Mama Dilan seraya melihat ke arah Justin dengan penuh cinta.


"Mama memang benar Kak. Kita adalah keluarga." Ucap Dilan memeluk Julia.


...----------------...


Setelah mandi, Julia berjalan turun ke arah ruang tamu. Dia lalu duduk di samping Dilan.


"Jadi bagaimana dengan persiapan pernikahanmu? Apa kau butuh bantuan ku?" Tanya Julia.


"Semuanya baik-baik saja. Aku akan memberitahukan kepada kakak jika aku perlu bantuan. Oh ya, aku hampir lupa. Bagaimana dengan rumah baru kakak?" Tanya Dilan.


"Baik. Aku dan Justin bisa pindah besok. Mama bisa tinggal bersamaku saat Dilan pergi bulan madu atau bagaimana kalau mama tinggal dengan ku saja?" Ucap Julia melihat ke arah Mama Dilan.


"Iya benar Ma. Kak Julia rumahnya hanya beberapa blok dari sini. Mama jangan sedih, kita masih bisa melihat Pangeran kita setiap hari." Ucap Dilan kepada mamanya saat mencubit pipi Justin.


"Mama bisa tinggal bersamaku dan tinggal bersamamu di sini juga. Aku juga perlu bekerja sepanjang hari jadi aku tidak akan mengganggu Mama untuk menjaga Justin." Ucap Julia kepada Mama angkatnya itu.


"Kemari lah Justin, biarkan Oma memelukmu." Ucap Mama Dilan melambai ke arah Justin dan Justin pun berlari ke arahnya.


Dilan dan Julia hanya tertawa saat mereka melihat adegan itu. Julia benar-benar berhutang budi kepada Dilan dan mamanya.


Saat Julia tiba di tempat Dilan 3 tahun yang lalu, Dilan sangat membantunya. Saat dia mengatakan tentang kehamilannya, Dilan dan Mamanya sangat bahagia. Mereka pun langsung memberikan perhatian kepada Julia.


Setelah melahirkan, Dilan juga membantu Julia untuk mendapatkan sebuah pekerjaan. Mama Julia mengadopsi Julia sebagai putrinya sendiri. Kemudian dia membantu Julia untuk menjaga Justin.


Saat Julia memikirkan semua hal itu, Julia tahu bahwa dia tidak bisa untuk membalas semua hal itu.


Disisi lain, dia tidak mau membuat Om, Tante dan Gary sedih. Jadi selama ini saat dia menelpon mereka, dia tidak pernah mengatakan kepada mereka tentang Justin. Dia merasa malu karena dia sudah mengecewakan mereka. Julia hanya menelpon mereka saat dia berada di LA pada tahun pertama. Dia juga tidak mengatakan kepada mereka di mana keberadaan dirinya samai sekarang. Dia tidak mau Daniel mengetahui hal itu. Dia juga menyembunyikan rahasianya.


Sekarang Justin hampir 3 tahun. Dia takut saat Daniel mengetahui rahasia itu, Daniel akan membawa Justin menjauh darinya. Jadi setelah melahirkan, dia mulai jarang untuk menelpon Gary.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2