
Di dalam kamar hotel, Daniel tetap terdiam. Dia berdiri di jendela sembari merokok. Melihat hal itu, Julia berjalan mendekat ke arah Daniel dan memeluknya dari belakang.
"Daniel, apakah kau masih marah padaku? Maaf." Ucap Julia.
Bagaimana Daniel tidak marah. Julia sudah menghilang selama 3 tahun dan sekarang mereka bertemu lagi dan Daniel tidak menyangka Julia sudah membeli tiket kembali ke LA secepat ini. Daniel berharap untuk membawa Julia kembali dalam hidupnya dan sekarang dia harus menjauh dari Julia lagi.
"Batalkan tiketnya. Kau tidak boleh pergi kemanapun. Selain itu kau harus kembali denganku ke kota S." Ucap Daniel.
Julia melepaskan tangannya dari Daniel dan dia menggelengkan kepalanya.
"Tidak.... Tidak Daniel. Kita sudah setuju bahwa kau akan memberikanku waktu. Kenapa kau malah menolak hal itu lagi." Ucap Julia.
Daniel berbalik dan menaruh rokoknya.
"Aku bilang, batalkan tiket itu. Jangan coba untuk berdebat denganku. Ikuti saja perintahku." Teriak Daniel kepada Julia.
"Tidak. Aku bilang tidak. Aku perlu beberapa waktu.bkau tidak punya hak untuk memerintahkan aku. Aku selalu mengatakan kepadamu bahwa aku tidak suka kau memerintahkan aku untuk melakukan hal ini dan itu." Ucap Julia.
__ADS_1
"Siapa yang mengatakan aku tidak punya hak? Kau adalah ibu dari anakku. Kau adalah wanitaku." Ucap Daniel memegang pipi Julia.
Dia lalu mencium Julia dengan kasar. Julia pun mendorong Daniel menjauh.
Sekarang Julia menjadi begitu marah. Daniel adalah orang yang egois Julia pun berteriak kepada Daniel.
"Aku tidak mau. Aku hanya memintamu untuk memberikan aku beberapa waktu. Tapi kau mau aku tetap disini dengan status itu. Ingat kau masih punya seorang tunangan Dani. Apa kau mau aku menjadi wanita simpananmu?" Ucap Julia.
Mata Daniel memerah karena kemarahannya. Dia mengangkat tangannya dan menampar Julia. Julia memegang wajahnya. Air matanya mulai turun ke pipinya.
"Aku membencimu Daniel. Aku menyesal karena kembali ke mari." Ucap Jukia.
Daniel terdiam. Dia tidak menyangka dan menyadari tindakannya sendiri. Dia tidak pernah memukuli Julia sebelumnya. Dia mencintai Julia lebih dari dirinya sendiri. Tapi ucapan Julia membuatnya marah.
Bagaimana mungkin Daniel bisa berpikir bahwa Julia adalah wanita simpanannya? Dia tidak pernah memikirkan tentang hal itu. Dia malah berencana untuk menikahi Julia secara hukum setelah mereka kembali ke kota S.
Saat Daniel menyadari Julia sudah tidak ada di dalam kamarnya, dia dengan cepat keluar dan mengejar Julia, tapi Julia tidak ada di sana.
__ADS_1
Daniel mengusap wajahnya sendiri dan berkata, "oh Tuhan! Apa yang sudah aku lakukan? Maafkan aku Julia."
Kemudian dia mengambil mobilnya dan mengendarai mobilnya di jalanan mencari Julia. Tangannya memegang ponsel mencoba untuk menelpon Julia tapi tidak diangkat.
"Sekarang sudah larut di mana kau Lia?" Ucap Daniel.
Tiba-tiba matanya melihat Julia duduk di sebuah bangku dan di sana ada seorang pria yang menggoda dirinya. Daniel dengan cepat menepikan mobilnya dan berlari ke arah Julia. Dia mendorong pria itu dan menarik Julia dalam pelukannya. Pria yang terjatuh itu berdiri dan berjalan dengan cepat menjauh dari mereka seraya terus mengumpat kesal.
Daniel memeluk Julia dengan sangat erat.
"Aku minta maaf Lia. Aku tidak bermaksud untuk memukulmu." Ucap Daniel.
Sebelah tangan Daniel memeluk Julia dan sebelah tangan lainnya memegang pipi Julia yang merah. Kemudian dia mencium wajah Julia.
"Apakah sakit?" Tanya Daniel.
Julia tidak menjawab. Kemudian Daniel membawa Julia kembali ke hotelnya. Sepanjang perjalanan Julia, hanya terdiam. Matanya tampak kosong dan melihat keluar jendela debgan air matanya terus turun ke pipinya. Melihat hal itu hati Daniel semakin terluka dan lebih terluka lagi.
__ADS_1
Dia tidak pernah berpikir bahwa dia akan menyakiti Julia seperti itu. Untungnya tamparan itu tidak terlalu kuat. Jadi wajah Julia hanya merah dan tidak bengkak. Tapi sekarang, bagaimana dia bisa menyembuhkan luka yang sudah dia buat di hati Julia.
Bersambung....