
Hari ini adalah hari pernikahan Dilan.
Setelah kembali dari resepsi pernikahan, semua orang begitu kelelahan. Julia meminta Mama Dilan untuk tidur, kemudian dia sendiri membawa Justin ke kamar mereka. Justin tertidur di dalam mobil saat mereka pulang ke rumah.
Dilan dan istrinya hari itu juga langsung pergi berbulan madu dan mereka akan kembali lagi dalam waktu 1 minggu.
Saat itu setelah mandi, Julia mengambil ponselnya.
'Sudah cukup lama aku tidak menelpon Kak Gary.' pikir Julia kemudian dia menelpon nomor Gary.
Panggilan terhubung, Gary langsung mengangkat panggilan dari Julia.
"Kak Gary, ini aku Julia." Ucap Julia beberapa saat sebelum dia bicara.
Sementara, saat Gary mengangkat telepon itu, dia tengah berada di ruang meeting. Dia langsung dengan cepat berjalan keluar dan pergi ke ruangannya.
"Julia, bagaimana kabarmu? Kenapa sangat lama kau tidak menelpon kembali ke rumah? Kau membuat kami semua khawatir. Mama selalu menanyakan jika terjadi sesuatu kepadamu." Ucap Gary dengan suara yang terdengar begitu khawatir.
"Aku minta maaf Kak. Aku salah karena aku sudah membuat Kakak, Om dan Tante khawatir." Ucap Julia mulai menangis.
__ADS_1
"Apa yang terjadi? Kau menangis?" Ucap Gary khawatir mendengar tangisan Julia.
"Tidak... tidak... Aku baik-baik saja. Aku hanya merindukan Kakak dan Tante juga Om." Ucap Julia menyela Ucapan Gary dan mengusap air matanya.
"Di mana kau sekarang? Jika kau merindukan kami, maka kembalilah. Atau kau mau kami pergi ke sana untuk menjemputmu?" Tanya Gary.
Kemudian Julia mengatakan kepada Gary tentang hidupnya di LA. Dia berjanji kepada Gary bahwa dia akan kembali ke kota x secepat mungkin.
Setelah selesai mengobrol dengan Gary Julia kembali ke kamarnya. Dia melihat Justin yang sudah tertidur dengan lelap. Dia mengusap rambut Justin dan pipinya kemudian mencium keningnya.
'Cepat atau lambat aku harus menghadapi semuanya. Aku tidak bisa selalu bersembunyi. Aku merasa bersalah kepada Tante.' ucap Julia dalam hati.
Saat Julia bangun keesokan harinya, Justin sudah tidak ada di sisinya. Julia tersenyum kemudian pergi ke kamar mandi.
Setelah selesai mandi, Julia turun ke lantai bawah. Dia mendengar dari arah dapur suara Justin yang tengah tertawa bersama dengan Oma nya.
"Selamat pagi Mama. Selamat pagi sayang." Ucap Julia mencium kening Justin dan memeluk Mama angkatnya itu.
"Selamat pagi Mama." Ucap Justin mencium pipi Julia.
__ADS_1
"Selamat pagi Julia." Ucap Mama angkat Julia.
Julia menarik kursi dan dia pun duduk.
"Mama, apa Mama mau kita kembali ke kota x? Bagaimana kalau kita pergi ke sana selama satu minggu. Nantinya saat Dilan kembali dari bulan madunya, kita sudah kembali dari kota x menyelesaikan liburan kita." Ucap Julia.
Mama angkat Julia tidak mengatakan apapun. Beberapa saat kemudian dia bertanya pada Julia.
"Apa kau yakin ingin kembali ke sana? Apa kau siap?" Tanya Mama angkat Julia seraya melihat ke arah Justin.
"Semalam aku menelpon Gary. Dia mengatakan bahwa Tante mengkhawatirkan aku dan aku merasa sangat bersalah. Aku begitu berhutang budi kepada mereka dan aku ingin menjelaskan semuanya kepada mereka." Ucap Julia.
"Mama mengerti hal itu. Mama juga berpikir kau harus menjelaskan semuanya kepada Tante mu. Dia pasti sangat mengkhawatirkan tentang dirimu." Ucap Mama angkat Julia.
Mama Julia berhenti bicara beberapa saat.
"Baiklah, Mama akan menemanimu ke kota x. Mama juga merindukan kota itu." Ucap Mama angkat Julia.
Setelah makan, Julia pergi bekerja. Sekarang dia sudah memiliki sebuah cafe di sana dan dia memiliki dua cabang di LA.
__ADS_1
Bersambung....