
Daniel keluar dari apartemen Julia menuju parkiran. Dia langsung masuk ke dalam mobilnya. Setelah itu dia mengeluarkan rokoknya dan mulai menghisap rokoknya itu. Dia sebenarnya tidak mau melakukan semua ini terhadap Julia. Tapi emosi sudah menguasai dirinya. Dia pun menyesali semua perbuatannya terhadap Julia.
Dia sudah begitu stres akhir-akhir ini dan saat dia melihat foto Julia bersama dengan pria lain, darahnya terasa mendidih dan langsung naik ke kepalanya. Dia merasa begitu cemburu, marah dan ketakutan. Dia tidak bisa mengontrol emosinya lagi. Dia menjadi seperti seorang pria gila.
Semua yang dia inginkan adalah membuat Julia mengerti di mana posisi dirinya di dalam hidupnya. Selain itu, Daniel juga tidak menyangka bahwa Julia akan mengatakan ucapan yang memprovokasi dirinya. Dia pun terpaksa meluapkan kemarahannya terhadap Julia. Namun setelah dia melihat ketakutan di mata Julia dan air mata Julia yang terjatuh, hatinya juga merasa terluka.
'Bagaimana aku bisa menjadi seperti itu? Aku mencintai Julia dan aku tidak mau kehilangan Julia. Aku harus membuat Julia merasa nyaman denganku. Maka aku harus meminta maaf kepada Julia.' ucap Daniel dalam hati.
...----------------...
Di sisi lain...
Saat Julia bangun, dia merasa seluruh tubuhnya kesakitan. Dia lalu pergi ke kamar mandi. Dia lalu menghidupkan shower dan berdiri di bawah shower dan berharap shower bisa menghapus semua rasa sakit di tubuhnya. Dia tidak pernah berpikir Daniel bisa menjadi seperti itu. Semua kecemburuan dalam dirinya membuat Daniel menjadi orang yang berbeda.
'Mungkin sekarang adalah waktunya bagiku untuk menyerah untuk mencintai Daniel.' ucap Julia dalam hati.
Tiba-tiba Julia mengingat kehamilannya dengan cepat. Dia mengeringkan tubuhnya mengenakan pakaian dan pergi ke rumah sakit. Saat dokter mengatakan bahwa bayinya baik-baik saja, Julia pun merasa lega. Dia pergi membeli makanan dan kembali ke rumah. Dia pun menelpon Gary.
"Kak Gary, bagaimana kabar kakak?" Tanya Julia.
Saat Gary mendengar suara Julia, Gary mengetahui sesuatu sudah terjadi. Dia pun menjadi khawatir.
"Apa kau baik-baik saja? Apa kau menangis?" Tanya Gary.
"Aku baik-baik saja. Bagaimana kabar Om dan Tante?" Tanya Julia.
"Mereka baik-baik saja. Kapan kau akan kembali untuk mengunjungi mereka?" Tanya Gary.
"Aku akan mencoba untuk mengambil beberapa hari libur." Balas Julia.
"Dik, apa kau ingin mengatakan sesuatu? Bagaimana hubunganmu dengan Daniel?" Tanya Gary.
__ADS_1
"Baik-baik saja. Aku harus pergi sekarang kakak. Aku akan menelpon kakak lagi nanti." Ucap Julia.
Gary tahu bahwa pasti sudah terjadi sesuatu terhadap Julia. Tapi karena Julia tidak mau mengatakan apapun, dia pun tidak mau memaksa Julia untuk menjelaskan semuanya. Julia lalu membooking tiket menuju kota x keesokan paginya. Namun sebelum itu, dia sudah menelpon Dilan lebih dulu dan mereka pun bertemu di sebuah Cafe.
"Kak, bagaimana kabar kakak? Apa Kakak sakit?" Tanya Dilan.
"Tidak, aku baik-baik saja. Kapan kau akan kembali ke LA?" Tanya Julia.
"Senin depan. Kenapa? Apa kakak tidak mau berpisah denganku? Kalau begitu ikutlah denganku Aku akan membawa Kakak pergi ke sana." Ucap Dilan menggoda Julia.
Namun Julia hanya tersenyum.
"Kakak sudah bekerja keras selama ini. Kakak harus menghibur diri Kakak. Ambillah waktu liburan." Ucap Dilan.
'Apa yang Dilan katakan memang benar.' pikir Julia di dalam hatinya. 'aku memang harus memikirkan semua ini.'
"Maksudku Kak, jika Kakak mau, kakak bisa pergi denganku. Aku bisa membelikan sebuah tiket untuk kakak." Ucap Dilan.
Setelah mengobrol dengan Dilan, Julia langsung pergi ke bandara. Dia pun kembali ke kota x.
Di kota x, Gary menjemput Julia di bandara. Saat dia melihat Julia, dia menyadari bahwa wajah Julia tampak pucat. Dia pun bertanya pada Julia.
"Apa kau mau pergi ke rumah sakit untuk mengecek kesehatanmu?"
Julia pun berkata, "aku baik-baik saja. Aku hanya sedikit kelelahan."
Setelah makan malam Julia diam di ruang tamu. Saat Tantenya melihat dirinya, Tantenya tahu bahwa Julia ingin bicara. Maka Tantenya pun mendekat kepadanya.
"Julia, apa kau punya masalah?" Tanya Tantenya pada Julia.
"Hmmmm.... Tante, aku mau pergi liburan. Sebenarnya salah seorang temanku merekomendasikan sebuah pekerjaan untukku. Tapi tidak di sini, tempatnya di luar negeri. Aku tengah memikirkannya. Apakah aku harus mengambil pekerjaan itu?" Tanya Julia.
__ADS_1
"Jika kau pikir itu adalah kesempatan yang baik, kenapa tidak? Kau masih muda. Mempelajari sesuatu yang baru itu sangat baik. Mungkin kau juga harus mempertimbangkan untuk berkuliah lagi. Tante lihat kau sangat suka belajar." Ucap Tantenya. " Ingatlah Julia, Tante, Om dan kakakmu Gary selalu mendukung dirimu. Kami akan tetap membayar semua biaya pendidikan mu. Jangan khawatir jika itu yang kau inginkan, Julia...."
"Tidak Tante, aku tidak bermaksud untuk meminta biaya kepada Tante. Aku hanya berpikir aku akan merindukan Tante jika aku pergi ke sana." Ucap Julia.
"Gadis bodoh!" Ucap Sang Tante lalu memeluk Julia.
Setelah mengobrol dengan Tante nya, Julia pergi ke ruang belajar dan menemui Gary. Dia mengatakan kepada Gary tentang semuanya kecuali kehamilannya. Dia mengatakan kepada Gary tentang pertunangan Daniel dan tentang rencananya untuk pergi ke luar negeri.
Gary mengatakan bahwa dia selalu mendukung Julia dan dia akan pergi ke sana untuk mengunjungi Julia. Julia pun menghabiskan waktu 2 hari di kota x. Saat dia kembali, dia mengatakan kepada Dilan bahwa dia tidak bisa pergi dengan Dilan hari senin. Tapi dia akan memberikan kejutan kepada Dilan suatu hari nanti.
Julia pergi ke tempatnya bekerja kemudian dia memberikan surat pengunduran diri. Dia mengatakan kepada Bobby bahwa dia harus melakukan sesuatu. Kemudian setelah itu dia pergi untuk mengatur hal lainnya. Dia pergi membeli makanan untuk dirinya sendiri. Saat dia berjalan keluar, di luar restoran dia melihat Jessica. Jessica pun menghampiri dirinya.
"Julia lama tidak bertemu. Apakah kau sudah mempertimbangkan apa yang akan kau lakukan? Apa kau tahu, hari ini aku pergi ke rumah sakit untuk memeriksa kondisiku dan aku ternyata hamil anak Daniel. Jadi dia harus tetap menikahi ku. Kami sudah memilih tanggal pernikahan kami. Jika kau tidak malu dan mau menjadi wanita simpanannya, maka silakan saja." Ucap Jessica tersenyum dengan teman-temannya saat mereka berjalan melewati Julia.
"Oh ya, kau tidak perlu khawatir. Aku akan mengirimkan undangannya kepadamu." Ucap Jessica.
Kemudian dia dan teman-temannya tertawa dengan penuh ejekan.
...----------------...
Besok adalah hari senin, Dilan akan kembali ke LA. Julia mencoba untuk menelpon Daniel, tapi sekretarisnya mengatakan bahwa Daniel pergi untuk melakukan perjalanan bisnis dengan asistennya. Kemudian Julia melihat ke arah tiket yang dia pegang ditangannya.
'New York....'
Besok Julia juga akan terbang pergi ke New York. Dia sudah menelpon Erik, mantan kekasihnya yang sudah menjadi teman baik baginya itu. Erik akan menjemputnya di bandara. Julia memang berencana untuk tinggal di New York selama beberapa hari. Kemudian setelah itu dia akan pergi ke LA untuk bertemu Dilan.
Dia butuh waktu beberapa saat untuk memikirkan semua hal yang terjadi pada dirinya.
Dia memegang perutnya dan mengatakan, "Mama akan selalu berusaha memberikan yang terbaik untukmu nak...."
Bersambung....
__ADS_1