
Saat Julia tiba di rumah tantenya di kota X, waktu sudah malam. Dia langsung pergi ke kamarnya, membersihkan tubuhnya, kemudian turun ke lantai bawah untuk makan malam. Tantenya tidak bertanya terlalu banyak padanya.
Setelah makan malam, Julia kembali ke kamarnya. Saat Gary kembali ke rumah, dia langsung pergi untuk menemui Julia. Gary mengetuk pintu kamar Julia.
"Apa kau baik-baik saja?" Tanya Gary dari depan pintu kamar Julia.
Julia tengah memainkan ponselnya dan menjawab, "masuklah aku baik-baik saja." Balas Julia.
Gary lalu masuk ke dalam kamar Julia.
Dia tampak tersenyum.
"Aku minta maaf karena aku tidak mengatakan apapun kepadamu tentang Daniel. Aku sudah ingin mengatakan kepadamu, aku....."
Julia memotong Ucapan Gary.
"Tidak apa-apa. Aku tidak marah kepada Kakak. Aku tahu bagaimana Kakak. Aku hanya sedikit ke kecewa dengan diriku sendiri. Aku harus memikirkan tentang hal ini." Ucap Julia.
Kemudian Gary berjalan ke arah Julia dan memeluknya.
"Aku akan selalu mendukungmu apapun keputusanmu. Berikan Daniel kesempatan untuk menjelaskan semuanya. Jika kau butuh bantuan ku, katakan saja kepadaku." Ucap Gary lalu mencium kepala Julia. "Sekarang kau lebih baik untuk tidur. Ini sudah larut malam, selamat malam Dik." Ucap Gary lalu berjalan keluar dari kamar Julia.
...----------------...
Keesokan paginya....
Semuanya berjalan seperti biasanya, Julia memiliki waktu yang menyenangkan.
Sementara itu di kota S, Daniel memiliki pekerjaan yang sibuk hari ini karena dia akan melakukan meeting penting. Dia ingin segera menyelesaikan semua pekerjaannya agar dia bisa pergi ke kota x. Dia pun mengatur semuanya dan malam harinya dia mencoba untuk menelpon Julia lagi. Tapi tetap saja gagal. Dia pun berpikir bahwa Julia masih marah kepadanya.
Daniel pun bergegas pergi ke kota x saat semua pekerjaannya selesai.
Setelah tiba di kota x, Daniel langsung pergi ke rumah Gary. Tapi saat dia tiba disana, dia melihat sesuatu yang membuat darahnya mendidih. Dia melihat Julia tengah bersama dengan Erlan. Mereka tengah melihat sesuatu di ponsel Erlan kemudian mereka tampak tertawa.
Daniel menjadi sangat marah karena merasa begitu kecewa. Dia sudah bergegas dari airport untuk pergi ke sana tanpa ragu, tapi apa yang dia lihat. Dia malah mendapati Julia tengah mengobrol dengan mantan kekasihnya.
__ADS_1
Melihat ke arah wajahnya, Jefri asistennya tidak dapat mengatakan apapun. Dia juga terus melihat ke arah Julia.
"Ayo pergi ke hotel." Ucap Daniel tiba-tiba bicara.
Jefri hanya mengangguk kemudian dia mulai menjalankan mobilnya.
Sebenarnya saat Julia keluar rumah dia bertemu dengan Erlan kemudian Erlan menawarkan tumpangan kepadanya. Saat Daniel melihat mereka tertawa, saat itu sebenarnya Erlan tengah menunjukan kepada Julia sebuah video tentang keponakannya.
Erlan baru saja mendapat video itu dari kakaknya yang tinggal di New York. Erlan juga baru kembali dari New York, tapi sekarang dia kembali ke kota x untuk membawa orang tuanya pergi ke New York.
Setelah Daniel pergi, Erlan juga pergi. Julia pun masuk ke dalam rumah dan dia membuka ponselnya. Dia merasa ragu. Dia sebenarnya ingin menelpon Daniel. Tapi dia tidak tahu bagaimana caranya berhadapan dengan Daniel. Dia ingin memberikan kesempatan pada Daniel untuk menjelaskan semuanya seperti yang dikatakan Gary padanya.
Sementara itu, saat Daniel tiba di hotel, dia masih merasa marah. Setelah beberapa saat, dia pun mengirim pesan kepada Julia.
(Aku ada di kota ini. Makan malam lah denganku. Aku menginap di hotel Sultan.)
Julia tengah mandi dia mendengar sebuah pesan masuk ke ponselnya saat dia selesai mandi dia mengambil ponselnya dan membuka pesan dari Daniel itu.
"Apa? Daniel ada di sini?" Ucap Julia.
"Hai kau di sini?" Ucap Julia mencoba untuk menenangkan perasaannya.
"Aku ingin bertemu denganmu. Datanglah ke hotel Sultan. Kamarku di nomor 89."
Kemudian Daniel menutup sambungan telepon. Dari nada bicara Daniel, Julia tahu bahwa Daniel sedang tidak senang. Julia lalu bergegas mengganti pakaiannya. Dia meninggalkan pesan untuk tantenya, kemudian berjalan keluar rumah.
Setelah tiba di Hotel dimana Daniel berada. Julia langsung pergi ke kamar milik Daniel. Pintu kamar Daniel terbuka dan Julia melihat wajah tampan Daniel, wajah yang sangat dirindukan itu.
Julia lalu masuk ke dalam kamar itu dan Daniel langsung menutup pintu.
"Kapan kau...."
Sebelum Julia menyelesaikan kalimatnya, Daniel langsung menariknya mendekat ke arahnya.
Dia langsung menekan bibirnya kearah Julia. Saat dia memikirkan Julia yang tertawa dengan mantan kekasihnya, ciuman Daniel menjadi semakin kasar. Dia merasa cemburu.
__ADS_1
Julia mencoba untuk mendorong Daniel menjauh darinya. Tapi Daniel tidak mau melepaskan Julia sedikitpun. Julia tidak suka cara Daniel yang seperti ini.
'Kenapa dia begitu kejam? Apakah ini karena aku kabur darinya?' pikir Julia.
Julia tidak mengerti apa yang terjadi, kenapa Daniel terlihat berbeda hari ini.
Melihat Julia hampir kehabisan napas, Daniel berhenti menciumnya. Kemudian dia memegang pipi Julia.
"Aku minta maaf sayang. Aku minta maaf..." Ucap Daniel.
Dia kemudian mencium kening Julia. Dia memeluk Julia dan menggendong tubuh Julia, membawanya pergi ke sofa.
"Aku minta maaf Lia. Aku tidak mengatakan kepadamu kebenarannya. Aku tidak bermaksud untuk berbohong kepadamu. Ini hanya ada beberapa hal yang perlu kau tahu dan semua ini akan lebih baik."
Kemudian Daniel menjelaskan semuanya kepada Julia. Julia pun merasa lebih baik setelah mendengarkan penjelasan dari Daniel.
Tiba-tiba Daniel memegang erat tangan Julia.
"Apa kau ingin mengatakan sesuatu kepadaku?" Tanya Daniel.
Julia tampak bingung.
"Tidak." Balas Julia.
"Benarkah? Lalu siapa pria itu? Bukankah dia mantan kekasihmu? Apa yang kalian berdua lakukan?" Tanya Daniel.
Wajah Julia menjadi merah. Sekarang dia tahu apa yang membuat Daniel marah tadi.
"Semua itu terjadi karena kami tidak sengaja bertemu di jalan. Dia menawarkan tumpangan kepadaku untuk pulang ke rumah. Kemudian dia menunjukkan kepadaku video keponakannya, hanya itu saja." Ucap Julia.
"Aku lapar. Ayo kita pergi makan." Ucap Daniel seraya menarik tangan Julia keluar dari dalam kamar.
Daniel lalu menelpon Jefri memintanya untuk membawa mobil untuk mereka. Kemudian Jefri melihat Daniel memeluk Julia. Dia pun merasa lega dan sekarang dia tahu bagaimana pentingnya Julia bagi Bosnya itu.
Bersambung...
__ADS_1