My Possessive Man

My Possessive Man
Kota X


__ADS_3

Satu minggu kemudian setelah Dilan kembali dari agenda bulan madunya. Julia membawa Justin dan Mamanya pergi ke kota x.


Mereka tiba di bandara kota x.


"Mama, apakah ini kota asal Mama?" Tanya Justin dengan penasaran pada Julia.


"Iya sayang. Apa kau menyukainya?" Balas Julia dan mencium pipi Justin.


Justin pun menganggukkan kepalanya, kemudian Julia melihat ke arah Mama angkatnya.


"Mama bisakah Mama memegang tangan Justin sebentar?" Ucap Julia.


Julia kemudian mengambil ponsel keluar dari dalam sakunya dan menjawab panggilan yang masuk ke dalam ponselnya.


"Iya kak, aku baru saja mendarat. Oh baiklah kalau begitu sampai ketemu di sana." Ucap Julia.


Julia lalu menatap Mama angkatnya lagi.


"Mama, Gary sudah ada di sini. Ayo kita temui dia." Ucap Julia menjelaskan kepada Mama angkatnya.


Semalam Julia sudah mengatakan kepada Gary tentang dirinya yang akan kembali ke kota X dan Gary mengatakan bahwa dia akan menjemput mereka.


Saat Gary melihat Julia berjalan keluar dari pintu kedatangan dia pun berteriak memanggil Julia.


"Julia di sini...!" Teriak Gary melambaikan tangannya.


Julia melihat Gary kemudian dia berlari ke arah Gary dan keduanya langsung berpelukan.


"Adikku, aku merindukanmu." Ucap Gary.


"Kak Gary, aku juga sangat merindukan kakak." Ucap Julia memeluk Gary.


Mata Julia mulai basah.


"Hei, kenapa kau menangis?"


Melihat Julia menangis, Gary langsung mengusap air mata Julia.


"Aku bahagia busa melihat Kakak lagi." Ucap Julia.

__ADS_1


"Mama...!" Ucap Justin memanggil Julia.


Julia melihat ke arah belakang. Mata Gary juga melihat ke arah pemilik suara yang menggemaskan itu. Gary melihat seorang wanita paruh baya tengah memegang tangan seorang anak kecil. Julia lalu mendekat ke arah mereka berdua kemudian mengajak mereka berjalan mendekat kearah Gary.


"Kak Gary, ini adalah Mamanya Dilan, mama angkat ku dan ini adalah Justin putraku." Ucap Julia memperkenalkan mereka berdua kepada Gary. "Mama ini Gary kakakku dan Justin ini Om mu, Om Gary." Lanjut Julia.


Gary tampak terkejut mendengar tentang siapa Justin. Dia ingin menanyakan hal itu pada Julia, tapi dia menahan dirinya. Kemudian dia berjongkok dan memegang tangan Justin dan tersenyum.


"Hai Justin. Aku adalah Om mu." Ucap Gary kemudian memeluk Justin seraya mencium pipinya.


Di dalam mobil, Gary melihat ke arah belakang dari cermin depan. Julia tahu bahwa Gary penasaran tentang Justin.


"Kakak, aku tahu Kakak punya banyak pertanyaan tentang semua ini. Aku akan menjelaskannya nanti." Ucap Julia.


"Apa kau sudah menikah?" Tanya Gary.


"Tidak." Balas Julia singkat.


"Kalau begitu dia adalah...."


Gary melihat ke arah Julia.


Julia tahu siapa yang dimaksud oleh Gary, maka itulah kenapa Julia langsung menjawab Gary tanpa membiarkannya menyelesaikan kalimatnya.


"Baiklah. Ayo kita pulang lebih dulu." Ucap Gary lagi, kemudian fokus menyetir mobilnya.


Beberapa saat kemudian, mereka berhenti di depan sebuah rumah yang besar.


Gary pun berkata, "kita sudah sampai."


Mereka membuka pintu mobil dan keluar dari dalam mobil.


"Apakah ini rumah kakak sekarang?" Tanya Julia kepada Gary.


Julia melihat ke arah rumah Gary yang begitu besar dan merasa begitu terpesona.


"Rumahnya sangat indah." Ucap Julia.


Pintu rumah tampak terbuka. Om dan Tante Julia berjalan keluar dengan seorang gadis kecil. Julia berlari ke arah mereka kemudian memeluk Om dan Tantenya.

__ADS_1


"Om, Tante, Aku merindukan kalian semua dan aku minta maaf karena sudah membuat kalian khawatir." Ucap Julia mulai menangis.


"Ayo masuk lebih dulu." Ucap Om Julia kemudian membawa mereka masuk ke dalam rumah.


"Om, Tante ini Mama angkat ku Sofia, dan Mama, mereka adalah Om dan Tanteku." Ucap Julia memperkenalkan mereka semua.


Tante Julia terlihat tertarik kepada anak laki-laki yang duduk di samping Sofia, Mama angkat Julia.


"Mmmmm... Tante, Om, ini Justin, putraku." Ucap Julia.


Semua orang yang ada di ruang tamu menjadi terdiam. Melihat situasi yang canggung ini Gary pun berkata kepada Julia.


"Julia ini adalah putriku Sherly." Kemudian Gary berkata kepada putri kecilnya. "Sherly, ini adalah Tante mu dan itu adalah putranya Justin dan yang itu adalah Oma nya Justin. Kau bisa memanggilnya Oma juga. Sekarang bisakah kau membantu Papa? Ajak lah Justin untuk bermain denganmu di kamarmu." Ucap Gary kepada putrinya.


"Iya Papa." Ucap Sherly mengangguk dan kembali berkata, "ayo Justin, Kakak punya banyak mainan di kamar."


Kemudian dia mengajak Justin ke kamarnya.


Saat Gary melihat kedua bocah itu berjalan menjauh, Gary lalu melihat ke arah mamanya.


"Mama di mana istriku Angel?" Tanya Gary.


"Oh dia baru saja naik ke lantai atas."


Tak lama kemudian mereka mendengar suara langkah kaki.


"Angel kemari lah. Ini Adikku Julia dan Mama angkatnya Tante Sofia." Ucap Gary kepada istrinya.


Angel tersenyum dan memeluk Julia.


"Senang bertemu denganmu. Gary selalu membicarakan tentang dirimu." Ucap Angel.


"Senang bertemu denganmu juga kakak ipar." Balas Julia.


Kemudian Julia mulai menjelaskan tentang situasinya sejak 3 tahun yang lalu. Tentang hubungannya dengan Daniel dan juga tentang Justin. Kemudian dia juga meminta kepada tolong kepada mereka semua untuk tetap merahasiakan hal itu. Dia tidak mau Daniel tahu tentang Justin. Julia mengatakan bahwa dia tidak mau mendapatkan masalah. Dia hanya ingin tinggal selama satu minggu di kota x. Lalu dia akan kembali ke LA lagi.


Setelah menjelaskan semuanya, semua orang setuju untuk menyimpan rahasia itu. Mereka mengerti tentang situasi Julia. Tante Julia juga berterima kasih kepada Mama angkat Julia karena sudah menjaga Julia.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2