My Possessive Man

My Possessive Man
Sakit Hati


__ADS_3

Daniel tahu bahwa berita yang tersebar di media pasti sudah diketahui oleh Julia. Dia pun mencoba untuk menelpon Julia. Dia ingin menjelaskan semuanya. Tapi Julia tidak mengangkat telepon darinya. Saat dia bergegas pergi ke apartemen milik Julia, Julia sudah keluar. Kemudian asistennya menelpon dirinya memintanya untuk kembali ke perusahaan miliknya.


'Mungkin dia akan kembali lagi nanti atau aku akan menelpon Julia nanti malam saja.' ucap Daniel dalam hati.


Tapi malam ini Daniel harus menghadiri pesta penting yang diatur oleh orang tuanya.


Julia tahu bahwa Daniel mencoba untuk menelpon dirinya. Jadi dia menonaktifkan ponselnya. Julia ingin berpikir sendiri lebih dulu. Jadi dia mencoba untuk mengalihkan pikirannya dengan menyibukkan dirinya bekerja.


Setelah kembali ke apartemennya lagi, Julia tiba-tiba merasa kesepian. Dia tidak pernah merasakan hal seperti itu sebelumnya. Dia merasa ada jarak diantara dirinya dan Daniel saat ini. Mereka berdua berasal dari dua dunia yang berbeda.


...----------------...


Keesokan harinya...


Saat Julia tiba di hotel, dia melihat para rekan kerjanya tengah berkerumun melihat sesuatu. Kemudian Julia memutuskan bertanya kepada salah seorang dari mereka.


"Ada apa? Kenapa mereka berkerumun?" Tanya Julia.


"Mereka tengah membaca berita terpanas di internet." Ucap orang itu.

__ADS_1


Kemudian orang itu menunjukkan berita itu kepada Julia.


Saat Julia melihat foto Daniel, wajahnya langsung berubah menjadi pucat. Daniel terlihat begitu tampan dalam foto itu. Dia juga tampak seperti orang berbeda dengan seorang wanita cantik yang berdiri disampingnya dan memegang lengannya. Mereka terlihat sangat serasi bersama.


Tiba-tiba Julia merasa terluka di dalam hatinya. Air matanya hendak jatuh, tapi dia berusaha menahannya. Saat teman kerjanya melihat wajahnya, mereka pun bertanya kepadanya.


"Julia apa kau baik-baik saja?"


Mendengarkan pertanyaan itu Julia hanya menganggukkan kepalanya.


"Aku baik-baik saja. Aku hanya merasa sakit kepala." Balas Julia.


"Julia.... Julia.... Hei Julia... apa kau benar baik-baik saja?" Tanya manajernya itu berulang kali memanggil namanya.


"Ah, aku minta maaf. Aku tidak mendengarkan anda. Iya aku baik-baik saja. Apa yang bisa aku lakukan Pak?" Tanya Julia mengalihkan kepalanya dan melihat manajernya Bobby.


"Bisakah kau membawakan aku secangkir kopi?" Ucap Bobby.


Kemudian setelah itu Bobby berjalan masuk ke dalam ruangannya. Tadi sebelum dia keluar dari dalam ruangannya, dia terus menelepon Julia beberapa kali. Tapi Julia tidak menjawab panggilan darinya. Jadi dia berjalan keluar dari ruangannya. Dia hanya melihat wajah Julia yang tampak pucat dan tengah menatap ke arah layar komputernya.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian, Julia masuk ke dalam ruangan Bobby dengan membawa secangkir kopi.


"Julia, apa kau punya masalah? Wajahmu terlihat tidak baik-baik saja. Apa kau sakit?" Tanya Bobby khawatir.


"Aku minta maaf Pak. Mungkin karena semalam, aku tidak bisa tidur dengan nyenyak." Balas Julia.


"Julia, aku sudah mengatakan kepadamu sebelumnya. Saat kau sendirian seperti saat ini, kau tidak perlu memanggil aku dengan sebutan Pak, hanya Bobby saja. Kita ini berteman." Ucap Bobby, manager hotel tempat Julia bekerja itu.


Iya, Bobby memang adalah teman Julia. Mereka sudah bertemu sejak 2 tahun yang lalu di cafe milik Kevin. Bobby selalu berpikir bahwa Julia adalah adiknya. Bobby sebelumnya memang memiliki seorang adik yang meninggal 5 tahun yang lalu. Jadi dia selalu memperlakukan Julia seperti adiknya sendiri.


Saat Bobby tahu Julia berkuliah di fakultas yang dipelajarinya, dia pun langsung meminta Julia untuk ikut bekerja di hotel tempat dia bekerja.


"Tapi kau terlihat pucat Julia. Apa kau kelelahan? Bagaimana kalau kau pulang dan beristirahat saja." Ucap Bobby melihat ke arah wajah Julia


Setelah berpikir beberapa saat, Julia pun berkata, "Bobby, bisakah aku cuti beberapa hari. Ada sesuatu yang harus aku lakukan." Ucap Julia.


"Baiklah kau memang selalu bekerja dengan keras akhir-akhir ini. Aku rasa kau memang harus mengambil cuti beberapa hari. Jadi pergilah. Aku tidak mau melihatmu pingsan saat kau bekerja." Ucap Bobby tersenyum.


Kemudian Julia pulang ke apartemennya dan mulai mengemasi barang-barangnya dengan cepat. Dia Lalu memesan tiket untuk segera terbang ke kota X.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2