
Hari ini adalah hari kelulusan Julia. Julia akan di wisuda bersama dengan para mahasiswa lainnya dan mendapat gelarnya dengan penuh kebahagiaan.
Gary datang untuk menghadiri wisuda Julia. Sementara Daniel semalam sudah menelpon Julia dan dia mengatakan bahwa dia tidak bisa datang di hari wisuda Julia karena pekerjaannya yang sibuk.
Namun tepat saat Gary dan Julia tengah mengambil foto, seseorang memberikan buket bunga untuk Julia. Dan saat Julia berbalik, dia pun melihat sosok Daniel yang membawa bunga itu.
"Kejutan....! Selamat." Ucap Daniel memeluk Julia.
Julia tampak begitu bahagia dengan senyuman yang terukir jelas di bibirnya yang tipis itu. Saat Gary melihat kedekatan mereka, Gary pun berpikir pasti ada sesuatu diantara mereka berdua.
Setelah acara wisuda Julia selesai, mereka semua lalu pergi ke sebuah restoran untuk merayakan kelulusan Julia itu. Beberapa saat setelah selesai makan, Julia izin untuk pergi membersihkan tangannya di toilet dan meninggalkan Gary dan Daniel berduaan.
Setelah memastikan Julia sudah menjauh, Gary pun langsung bertanya kepada Daniel.
"Apa kau berkencan dengan adikku?" Tanya Gary.
Daniel hanya tersenyum dan berkata, "apa pendapatmu?"
"Sudah berapa lama? Apakah dia tahu tentang dirimu? Maksudku mengenai identitas mu yang sebenarnya?" Tanya Gary.
"Belum. Aku belum punya kesempatan yang tepat untuk mengatakan hal itu kepadanya. Tapi aku akan..."
Daniel belum selesai mengatakan ucapannya karena Gary lebih dulu berbicara kepadanya.
"Jangan sakiti dia. Akan lebih baik jika kau mengatakan hal itu secepatnya kepadanya." Ucap Gary serius.
Daniel hanya bisa mengangguk.
Setelah makan selesai, Daniel lalu mengantar Gary ke hotel di mana dia menginap. Kemudian dia dan Julia kembali ke apartemen.
Di dalam apartemen Daniel memeluk Julia dan mulai menciumnya. Dia sangat merindukan Julia.
...----------------...
__ADS_1
Keesokan paginya....
Saat Julia terbangun dari tidurnya, dia mencium aroma sesuatu yang lezat. Dia kemudian berjalan keluar dari dalam kamarnya.
"Selamat pagi. Apa yang kau lakukan?" Tanya Julia kepada Daniel saat dia berjalan ke arah meja makan.
"Selamat pagi, aku tengah membuat sarapan untuk kita." Balas Daniel saat menaruh dua piring makanan di atas meja.
"Wow kelihatannya sangat lezat." Ucap Julia dengan tersenyum bahagia.
Daniel lalu menarik sebuah kursi untuk tempat duduk Julia kemudian dia sendiri duduk di depan Julia.
Saat mereka tengah menyantap sarapan mereka, ponsel Daniel berdering.
"Iya, aku akan datang sekarang." Ucap Daniel.
Daniel lalu dengan cepat bergegas pergi.
Daniel tidak tahu kenapa Mamanya tiba-tiba menelponnya. Dan saat dia tiba di rumahnya, dia melihat Papanya berbaring di atas tempat tidur.
"Daniel, Papa mengalami serangan jantung. Tapi sekarang Papa sudah baik-baik saja. Dokter sudah memeriksa dirinya." Ucap Sang Mama.
Beberapa hari kemudian Daniel mulai kembali sibuk dengan perusahaan Smith di mana dia harus mengambil alih pekerjaan Papanya dia lupa untuk menelpon atau mengirim pesan kepada Julia Julia berpikir bahwa Daniel sudah kembali lagi ke London dan mungkin dia sangat sibuk jadi Julia tidak mau mengganggu Daniel.
Saat Julia pergi bekerja manajer mengatakan kepadanya bahwa dia mau Julia pergi bersama dengannya untuk bertemu dengan pimpinan mereka.
Julia tidak tahu bahwa mereka akan pergi ke perusahaan Smith. .Melihat kebingungan di wajahnya sang manajer mengatakan kepadanya bahwa hotel tempat mereka bekerja sudah dibeli oleh perusahaan Smith sejak 2 bulan yang lalu. Sekarang mereka datang ke perusahaan itu untuk melakukan meeting.
Tepat saat Julia berada di dalam lift sebelum pintu tertutup, dia melihat sebuah sosok yang tampak begitu familiar. Tapi dia merasa tidak yakin.
...----------------...
Hari berikutnya...
__ADS_1
Saat dia bangun tidur, Julia mendapat sebuah panggilan telepon dari Joana.
"Lia, apa kau sudah melihat berita?" Tanya Joana.
"Berita apa?" Ucap Julia balik bertanya.
"Daniel...!" Balas Joana.
Tiba-tiba jantung Julia berdetak kencang.
"Tidak! Apa yang terjadi kepada Daniel?" Tanya Julia dengan panik.
"Buka saja laptop mu dan cari berita terhangat saat ini." Balas Joana.
Julia lalu membuka laptopnya. Dia begitu terkejut dan tidak bisa mengatakan apapun saat dia melihat berita yang ada di internet.
"Julia, pa kau baik-baik saja?" Tanya Joana dengan begitu khawatir.
"Iya aku baik-baik saja. Aku akan menelpon mu nanti." Ucap Julia lalu menutup sambungan telepon itu dengan Joana.
Julia tidak menyangka bahwa dia akan melihat berita seperti itu. Jadi orang familiar yang dia lihat kemarin adalah benar-benar sosok Daniel.
Dan sekarang Daniel sudah menjadi penerus dari perusahaan Smith. Sekarang dialah orang yang sudah menjadi pemimpin dari perusahaan itu. Dia adalah CEO dari perusahaan Smith.
'Kenapa Daniel tidak pernah mengatakan hal itu kepadaku? Kenapa dia berbohong kepadaku? Dia hanya mengatakan bahwa dia memiliki kolega jauh dan hanya bekerja di sana.' ucap Julia dalam hati.
Julia merasa marah dan merasa begitu kecewa.
'Kenapa Daniel tidak jujur kepadaku? Bahkan walaupun kami sudah bersama sejak beberapa tahun.’ ucap Julia dalam hati lagi.
Kemudian air mata mulai jatuh ke pipinya.
Bersambung....
__ADS_1