
Keesokan paginya...
Saat Julia bangun, dia sudah tidak mendapati Daniel yang tidur disampingnya. Hati Julia merasa begitu sakit memikirkan bahwa Daniel sudah tidak bisa dilihatnya mulai hari ini.
Daniel sudah pergi sejak tadi pagi sekali dan dia hanya meninggalkan menu sarapan di atas meja makan. Dia juga meninggalkan sebuah kertas berisi catatan diatas meja. Julia lalu mengambil catatan yang ditinggalkan oleh Daniel itu dan mulai membacanya.
('Lia, maafkan aku. Aku tidak membangunkan mu tadi. Aku tidak mau mengganggu tidur nyenyakmu. Aku sudah membuat menu sarapan sederhana untukmu. Aku mencintaimu dan aku akan sangat merindukanmu. Aku akan menelpon mu saat aku tiba di sana.')
Air mata Julia jatuh ke pipinya. Julia tidak pernah menyangka bahwa pria yang selalu bersikap seperti seorang bos yang arogan dan posesif seperti Daniel, akhirnya menjauh dari dirinya.
Setelah selesai sarapan dan juga membersihkan semuanya dan juga selesai mandi, Julia pun pergi ke kampus.
'Hidup harus terus berjalan.' ucap Julia dalam hati mencoba untuk menyemangati dirinya sendiri.
Dia bertekad untuk harus melakukan yang terbaik untuk dirinya sendiri.
__ADS_1
Sementara itu, saat Daniel tiba di London, dia langsung mengirimi pesan kepada Julia.
(Sayang, aku sudah sampai. Aku belum satu hari disini, tapi aku sudah sangat merindukanmu.) Tulis Daniel dipesan singkat yang dia kirimkan pada Julia.
Malam harinya, Daniel menelpon Julia dan mereka mengobrol beberapa jam.
...----------------...
Tak terasa waktu berlalu dengan cepat. Dan sekarang sudah satu tahun Daniel berada di London. Daniel selalu menelpon Julia malam hari atau saat dia punya waktu dia akan terbang kembali ke negaranya hanya untuk bertemu dengan Julia selama beberapa hari.
Waktu demi waktu berlalu, sekarang Julia hampir menyelesaikan perkuliahannya. Dia juga mendapat pekerjaan di sebuah hotel. Dia adalah seorang Asisten Manager di sebuah hotel ternama.
Terakhir kali saat Daniel menelponnya, Daniel mengatakan kepadanya bahwa dia memiliki banyak pekerjaan yang akan dia lakukan. Jadi dia akan jarang menelpon Julia.
Sebenarnya Daniel sudah menjadi presiden direktur dari perusahaan Smith yang ada di London. Tapi dia belum punya waktu yang tepat untuk mengatakan hal itu kepada Julia karena dia begitu sibuk. Dia memiliki banyak sekali pekerjaan yang harus dia lakukan setiap hari. Bahkan kadang-kadang dia juga harus bekerja sampai saat makan malam.
__ADS_1
Malam ini setelah Daniel kembali ke apartemennya, dia membuka ponselnya. Di layar ponselnya ada foto dari Julia di sana. Daniel sangat merindukan Julia kemudian dia mencoba untuk menelpon Julia, tapi Julia tidak menjawab panggilan dari dirinya.
"Dia pasti tengah sibuk bekerja." Ucap Daniel.
Dia kemudian mengirimkan pesan kepada Julia.
(Aku sangat merindukanmu.) Tulis Daniel.
Disisi lain, saat Julia keluar dari ruangan meeting, dia membuka ponselnya. Dia lalu melihat dua panggilan tak terjawab dari Daniel dan ada sebuah pesan belum terbaca.
Dia melihat ke arah jam di tangannya dan berpikir bahwa di London sudah malam saat ini dan Daniel pasti sudah tidur sekarang. Julia lalu menaruh ponselnya di dalam tasnya Setelah dia mengirim pesan balasan kepada Daniel.
(Aku juga merindukanmu.) Tulis Julia.
Sekarang semua orang sudah beranjak dewasa mereka harus mengambil tanggung jawab kepada diri mereka sendiri. Itulah kenapa Julia tidak pernah begitu bersikap terlalu mesra kepada Daniel. Dia ingin bahwa dia harus bisa berdiri sendiri di kakinya sendiri seperti yang saat ini dia lakukan. Julia memang sudah begitu dewasa tentang hubungan mereka saat ini.
__ADS_1
Hubungan jarak jauh memang selalu seperti ini. Kita tidak bisa berharap terlalu banyak. Jadi kita harus bisa menjadi orang yang lebih dewasa.
Bersambung....