
Di atas sebuah kasur yang besar Daniel tidur dengan nyenyak bersama dengan Julia dalam pelukannya. Dia jarang sekali tidur dengan nyenyak selama 3 tahun ini. Kadang-kadang dia akan bangun di tengah malam karena bermimpi tentang kepergian Julia. Kadang-kadang dia juga harus meminum obat tidur. Tapi dia hanya bisa tidur beberapa jam kemudian bangun lagi.
2 jam kemudian...
Julia bangun dari tidurnya. Dia mengusap wajahnya dan melihat ke arah Daniel. Kemudian dia mengambil pakaiannya dan berjalan ke arah kamar mandi.
Setelah membersihkan tubuhnya, dia berjalan ke sisi Daniel dan mencium kening Daniel. Kemudian dia berjalan keluar dari dalam kamar.
Di depan Hotel, dia memanggil sebuah taksi dan kembali ke rumah Gary. Dia melihat ada banyak panggilan tak terjawab. Saat Julia tiba di rumah Gary, dia melihat semua orang tengah makan siang di ruang makan.
"Mama sudah kembali. Mama kemana saja?" Tanya Justin yang melihat Julia dan berlari ke arahnya.
"Mama bertemu dengan teman Mama. Maaf sayang." Ucap Julia memeluk Justin dan mencoba untuk menahan perasaan dan air maTanya. "Mama pergi mandi lebih dulu Justin. Makanlah bersama dengan Oma, oke." Ucap Julia kepada Justin.
"Baiklah Mama." Ucap Justin kembali ke kursinya.
"Mama, Om, Tante, aku pergi ke lantai atas dulu." Ucap Julia.
Dia kalu naik ke lantai atas. Dia melihat semua orang melihat ke arahnya dengan penuh perTanyaan.
Saat dia berada di kamarnya, dia tidak bisa menahan semuanya lagi. Air maTanya pun turun, dia menangis sejadi-jadinya.
Setengah jam kemudian, dia berganti pakaian dan turun ke lantai bawah. Dia berjalan ke arah ruang tamu dan melihat ke arah Tante dan Mamanya.
"Mama, Tante, aku ingin mengatakan sesuatu. Aku... aku bertemu dengan Daniel Mama." Ucap Julia terbata-bata.
"Apakah dia tahu tentang Justin?" Tanya Tantenya.
"Tidak... Bagaimana jika dia tahu nanti apakah dia akan menerima Justin dan jika keluarganya tahu, aku takut mereka akan mengambil Justin dariku." Ucap Julia.
__ADS_1
Tentu saja Julia tidak mau mengatakan kepada mereka tentang dia dan Daniel yang kembali tidur bersama.
Sofia melihat ke arah wajah Julia yang tampak khawatir dan berkata, "Julia Mama pikir kau harus menghadapi ini. Cobalah untuk bicara dengan Daniel. Jika dia memang mencintaimu, dia akan menerimamu dan Justin. Justin adalah putranya. Dia akan melindungimu dari keluarganya. Kau tidak bisa berlari terus selama ini."
Tante Julia juga mengatakan, "Tante pikir apa yang Mamamu katakan memang benar Julia. Semakin cepat kau membereskan masalah ini, semakin lebih baik. Kau bisa bertanya kepada kakakmu Gary tentang pendapatnya. Ini semua demi Justin, Julia."
Julia tidak tahu apa yang harus dia lakukan sekarang. Bagaimana dia bisa menjadi begitu bodoh saat dia berhadapan dengan Daniel.
Disisi lain, saat Daniel bangun, dia tidak menemukan Julia di sampingnya. Dia pikir bahwa Julia ada di kamar mandi. Tapi setelah dia mencari di seluruh ruangan, dia tidak menemukan Julia. Dia hanya menemukan sebuah foto Julia dengan seorang anak kecil.
'Wanita sialan ini! Dia mencoba berlari lagi dariku. Jangan sampai aku menemukanmu karena aku akan memotong kakimu dan membuatmu tetap berada bersamaku sepanjang hidupmu.' ucap Daniel dalam hati dengan penuh kemarahan memegang foto itu di tangannya.
Daniel lalu menelpon Jefri asistennya untuk memintanya memeriksa dengan siapa Julia kembali ke kota ini.
Daniel melihat anak kecil yang ada di gambar itu.
'Siapa anak kecil ini? Kenapa wajahnya tampak sangat familiar? Matanya terlihat seperti mata Julia Apakah dia anak Julia? Apakah Julia sudah menikah?' pikir Daniel.
"Kau di mana? Jangan berpikir untuk berlari lagi." Ucap Daniel penuh kemarahan.
"Aku sudah kembali ke rumah sekarang. Tante meneleponku." Ucap Julia.
"Baiklah, kau diam lah di sana setelah aku menyelesaikan pekerjaanku, aku akan ke sana menemui mu. Kita harus bicara, jangan mencoba untuk mengabaikan aku." Ucap Daniel kepada Julia dengan suara yang dominan.
Daniel memutuskan sambungan telepon kemudian dia menelpon Jefri.
"Hubungi semua anggota eksekutif. Kita harus mengadakan meeting sekarang."
Kemudian dia mengenakan jasnya lalu berjalan keluar dari dalam kamar. Meeting berakhir 3 jam kemudian.
__ADS_1
Daniel berkata kepada Jefri, "apa kau mendapat informasinya?"
Jefri mengetahui apa yang dimaksud oleh Daniel.
"Iya Tuan, Nona Julia datang kemari dengan putranya Justin dan mama angkatnya Sofia."
Daniel berhenti berjalan dan mengalihkan kepalanya melihat ke arah Jefri.
"Putranya?" Ucap Daniel.
Jefri tampak gemetar melihat wajah Dani.
"Iya Tuan, putranya berusia 3 tahun sekarang." Ucap Jefri.
"Siapa Ayah dari putranya itu?" Tanya Daniel.
"Tidak diketahui Tuan." Jawab Jefri.
"Aku akan mengendarai mobilku sendiri jangan ikuti aku. Kau tetap saja melakukan pekerjaanmu." Ucap Daniel.
Asistennya itu menganggukkan kepalanya kemudian Daniel berjalan ke arah mobilnya.
Di dalam mobil Daniel terus berpikir.
'Anak itu berusia 3 tahun.' ucapnya dalam hati.
Kemudian dia memikirkan tentang terakhir kali dia berhubungan dengan Julia.
'Apakah anak itu putraku? Tidak heran wajah dari anak kecil itu terlihat familiar karena wajahnya terlihat seperti wajah ku saat aku masih kecil, hanya mata Justin sajalah yang terlihat seperti mata Julia.' pikir Daniel.
__ADS_1
"Sialan Julia. Kau berlari menjauh dariku dengan membawa Putraku. Kau membuatku kehilangan 3 tahun dengan Putraku. Kau harus memberikanku penjelasan yang baik." Ucap Daniel kemudian dia mengendarai mobilnya dengan penuh kecepatan.
Bersambung....