
Saat Julia terbangun keesokan harinya, itu sudah jam 08.00. Julia tidak melihat Daniel. Dia berdiri dan berjalan menuju kamar mandi. Di depan cermin, dia melihat wajahnya sendiri. Tanda merah di pipinya sudah pergi. Hanya matanya yang membengkak. Dia lalu mandi.
Dia mengingat kejadian semalam. Setelah Daniel membawanya kembali ke hotel, dia tidak bicara kepada Daniel. Setelah Daniel menaruh obat di pipinya, kemudian dia pun tertidur. Daniel juga tertidur di sampingnya dengan memeluknya.
Setelah mengganti pakaian dan menaruh make up di wajahnya, Julia mengeluarkan ponselnya dan menelepon ke rumah. Julia mengatakan kepada orang rumah bahwa dia akan kembali secepatnya. Dia lalu keluar dari dalam kamar mandi. Daniel baru saja berjalan masuk. Dia lalu melihat Julia yang tampak sangat cantik.
Daniel mendekat ke arah Julia. Dia memegang tangan Julia dan memeluk Julia kemudian mencium kening Julia.
"Lia, aku minta maaf tentang semalam."
Julia tidak menjawab Daniel. Daniel mengajak Julia menuju meja makan.
"Makan lah lebih dulu. Kau pasti lapar. Semua ini adalah makanan favoritmu." Ucap Daniek mencoba untuk membuat Julia tersenyum.
Julia tetap terdiam dan melihat tatapan dingin Julia, hatinya merasa terluka. Dia menaruh makanan di piring Julia. Julia pun lalu mulai makan tanpa mengatakan apapun. Dani mencoba untuk membuat Julia bereaksi, tapi Julia tetap terdiam.
Daniel mulai kehilangan kesabarannya. Dia berhenti makan kemudian meluapkan amarahnya.
"Lia, jangan lihat aku seperti ini dan jangan diam seperti ini, aku tidak suka. Katakan padaku, apa yang kau inginkan?" Ucap Daniel.
Saat Julia melihat wajah Daniel dan mendengar apa yang ditanyakan oleh Daniel, Julia pun menjawab.
"Aku.... aku... lepaskan aku Daniel."
Daniel lalu menggenggam tangannya dengan erat dan penuh kemarahan.
'Setelah kejadian semalam, Julia masih ingin menjauh dariku? Tidakkah dia mencintai aku?' pikir Daniel.
Sebelum Daniel berbicara lagi, ponselnya berdering.
"Apa? Katakan saja." Ucap Daniel.
__ADS_1
Kemudian Daniel pun berjalan menjauh dari meja makan. Mendengar suara Daniel yang kesal, Jefri asistennya pun tahu bahwa bosnya sedang tidak senang. Tapi dia tetap harus mengatakan masalah tentang perusahaan kepada Bosnya itu.
"Tuan, kita harus kembali sekarang. Besok meeting nya sangat penting dan beberapa eksekutif mencoba untuk membuat pergerakan." Ucap Jefri.
Daniel memijat keningnya setelah mendengarkan laporan Jefri dan berkata, "Baiklah kita akan kembali hari ini. Aturlah semuanya dengan baik."
Ada banyak hal yang ingin diatur oleh Daniel. Beberapa direktur mencoba untuk membuat masalah dan Daniel tahu siapa dibalik itu semua. Jadi dia harus menyelesaikan masalah itu lebih dulu.
Daniel berdiri di dekat jendela beberapa saat. Walaupun dia sekarang sudah kuat dan berkuasa, tapi masih ada beberapa orang jahat yang selalu ingin melawan dirinya.
Dia juga berpikir, mungkin dengan melepaskan Julia sekarang adalah hal yang terbaik bagi keselamatan mereka. Walaupun dia bisa melindungi Julia, tapi dia tetap tidak mau Julia terluka. Bahkan di dalam hatinya dia benar-benar tidak mau terpisah dengan Julia. Dia mencoba untuk menahan perasaannya.
Saat Daniel kembali, dia melihat Julia sudah selesai makan.
"Apa kau sudah selesai ?" Tanya Daniel.
Julia hanya mengangguk. Dia hanya berpikir, mungkin dia sedikit bersalah semalam. Dia lalu melihat ke arah Daniel dan mulai bicara.
Julia kemudian menghela nafas dan berkata lagi, "sekarang aku punya kehidupanku sendiri di LA. Dan kau juga punya kehidupanmu. Kau benar bahwa Justin adalah putramu. Tapi dia tidak tahu hal itu. Jadi berikan aku kesempatan untuk mengatakan kepadanya lebih dulu dia masih kecil. Aku...."
Daniel berdiri kemudian berjalan ke arah Julia dia berjongkok dan memegang tangan Julia ke bibirnya.
"Lia, aku akan memberikan segalanya yang kau inginkan tapi jangan abaikan aku. Aku tidak bisa menghadapi jika kau mengabaikan aku. Aku merindukanmu selama 3 tahun ini. Aku mencintaimu Lia." Ucap Daniel.
Julia melihat ke mata Daniel. Ada kesedihan di dalam matanya. Julia tahu bahwa Daniel sangat mencintai dirinya. Dia memegang pipi Daniel dan dia mencium bibirnya. Melihat Julia yang menciumnya lebih dulu, perasaan Daniel menjadi lebih baik. Kemudian dia membalas ciuman Julia.
Daniel berdiri lalu menarik Julia untuk berdiri juga.
"Ayo, aku akan mengantarmu pulang."
Saat mereka tiba, Daniel masih memegang tangan Julia.
__ADS_1
"Tuan, kita sudah sampai." Ucap Jefri dengan gemetar.
Dia tidak mau mengganggu bosnya itu.
Julia lantas melepaskan tangan Daniel dan berkata, "apa kau mau bertemu dengan Justin lebih dulu?"
Daniel terdiam beberapa saat kemudian mengangguk. Dia pun keluar dari dalam mobil.
Justin yang bermain di ruang tamu mendengar suara mobil. Dia berdiri dan berlari ke arah siapa yang datang.
"Mama, di mana mama semalam?" Ucap Justin berlari ke arah Julia dan memeluk Julia dengan matanya yang tampak berair.
"Maaf sayang. Mama meninggalkanmu lagi semalam." Ucap Julia.
Daniel merasa bersalah dan sedih melihat Justin.
"Justin, Om salah. Om yang sudah membawa Mamamu tanpa permisi. Om minta maaf." Ucap Daniel memegang tangan Justin lalu memeluk Justin kemudian melepaskannya.
Daniel kemudian berbalik menatap Julia dan berkata, " aku harus pergi sekarang. Hubungi aku saat kau tiba di LA."
Daniel lalu mencium kening Julia, kemudian berjalan menuju mobilnya.
Melihat Daniel berjalan menjauh, tiba-tiba Justin memanggil Daniel.
"Om tunggu...."
Justin berlari ke arah Daniel. Kemudian Daniel berjongkok. Justin memeluk Daniel dan berbisik sesuatu di telinga Daniel yang membuat Daniel merasa bahagia.
Setelah itu Daniel masuk ke dalam mobilnya dan menjauh dari sana. Dia benar-benar membiarkan Julia pergi. Tapi dia akan membawa Julia kembali ke sisinya lagi. Ada senyuman di wajahnya.
Bersambung....
__ADS_1