
Daniel pergi ke perusahaannya setelah mengunjungi Papanya. Saat dia tiba di sana, Jefri memberikannya sebuah amplop padanya.
"Apa ini?" Tanya Daniel.
"Ini baru saja datang dari resepsionis. Mereka mengatakan ini untuk Anda Tuan." Balas Jefri.
Setelah itu, kemudian Daniel membuka amplop itu. Dalam amplop itu, ada beberapa lembar foto. Dia mengambil foto itu dan melihatnya. Wajahnya menjadi sangat marah. Saat Jefri melihat wajahnya, Jefri gemetar. Dia tidak tahu apa yang harus dia katakan.
Setelah itu, Daniel langsung mengambil kunci mobilnya kemudian dia berjalan keluar dari dalam ruangannya.
"Tuan, anda memiliki sebuah meeting." Ucap Jefri mencoba untuk menghentikan Daniel agar tidak pergi.
"Batalkan meeting itu." Ucap Daniel lalu masuk ke dalam lift.
Dia dengan cepat mengendarai mobilnya pergi ke tempat Julia.
Beberapa saat kemudian...
Saat Julia membuka pintu apartemennya yang terdengar di ketuk, dia melihat wajah Daniel yang tampak sangat marah.
"Di mana dia?" Tanya Daniel dengan tajam seraya melihat ke sekeliling ruangan.
__ADS_1
Tangannya menggenggam tangan Julia dengan erat dan menggoyangkan tubuh Julia.
"Lepaskan aku! Kau melukaiku. Siapa yang kau maksud?" Tanya Julia bingung dan juga merasakan sakit di tangannya.
"Pemuda itu! Kau berani untuk berselingkuh dengannya!" Ucap Daniel murka.
Julia melihat mata Daniel yang dipenuhi dengan kemarahan.
"Aku tidak mengerti. Apa maksudmu sebenarnya?" Tanya Julia semakin bingung.
Kemudian Daniel melepaskan genggamannya pada tangan Julia dan mendorongnya. Daniel kemudian mengambil foto itu dari sakunya dan melemparnya ke arah meja. Julia mengambil foto itu dan melihatnya satu persatu.
"Kau meminta seseorang untuk mematai aku?" Tanya Julia merasakan sakit dalam hatinya saat dia melihat foto itu.
"Siapa dia? Inikah yang kau berikan kepadaku saat aku tidak ada denganmu? Terakhir kali di kota x, kau bersama dengan mantanmu. Sekarang kau malah dengan pemuda ini. Aku tidak pernah berpikir bahwa kau begitu tidak tahu malu." Ucap Daniel dengan penuh kemarahan.
"Apa maksudmu? Jika aku mengatakan kepadamu bahwa dia hanyalah seperti seorang adik bagiku dan kami secara tidak sengaja bertemu hari itu, apa kau mempercayai aku?" Tanya Julia.
"Aku tidak mau kau bertemu dengannya lagi. Kau tidak diizinkan untuk bertemu atau menghubunginya." Ucap Daniel.
Daniel tidak menjawab pertanyaan Julia, dia hanya memberikan ultimatum itu kepada Julia. Julia pun memikirkan bahwa Daniel tidak percaya kepadanya kemudian dia tersenyum.
__ADS_1
"Kenapa kau tersenyum seperti itu? Tidakkah kau mendengar apa yang baru saja aku katakan?" Ucap Daniel.
"Daniel, kau menjadi orang yang tidak beralasan. Aku bukanlah properti mu. Aku seorang manusia. Aku butuh teman, kau tidak bisa mengontrol diriku. Sejak kita masih kuliah, kau selalu ingin mengontrol semuanya dalam hidupku dan aku sudah mengatakan kepadamu bahwa aku tidak menyukai itu." Ucap Julia.
Julia tidak bisa mengontrol emosinya lagi. Dia sudah merasa begitu stress beberapa hari ini.
Tiba-tiba Daniel memegang dagu Julia dan menciumnya dengan paksa. Julia berusaha melepaskan diri, tapi Daniel mendorongnya ke tembok. Daniel lalu mencium seluruh wajah Julia dan menggigit bibirnya. Air mata Julia mulai jatuh ke pipinya.
"Apakah ini yang kau inginkan? Aku tidak datang kemari beberapa saat saja dan kau sudah pergi berkeliling untuk menemukan kekasih baru." Ucap Daniel.
Plakk!!!
Julia menampar Daniel dengan salah satu tangannya yang terlepas dari genggaman Daniel. Dia tidak pernah menyangka bahwa Daniel akan memikirkan dia dengan serendah itu.
"Kau.... kau berani untuk menamparku?" Ucap Daniel dengan raut wajah penuh kemarahan.
Dia langsung mengangkat tubuh Julia di pundaknya dan membawa Julia ke atas tempat tidur. Dia lalu membuka paksa pakaian Julia dan melakukan hal itu pada Julia.
Setelah menyelesaikan tugasnya pada tubuh Julia, Daniel pun pergi ke kamar mandi. Julia terus saja menangis seraya menutup tubuhnya dengan selimut. Dia tidak pernah memikirkan hal ini akan menjadi seperti ini. Saat Daniel keluar dari dalam kamar mandi, dia sudah mengenakan pakaiannya lagi.
"Aku pikir aku sudah begitu baik kepadamu selama ini. Jangan mencoba untuk membuatku marah lain kali. Ini adalah hukuman bagimu. Kau adalah milikku dan aku tidak suka berbagi." Ucap Daniel.
__ADS_1
Setelah mengatakan hal itu, Daniel pun keluar dari dalam apartemen Julia.
Bersambung....