
Tiga hari sebelum operasi Papa Daniel dilaksanakan, Julia merasakan sesuatu yang buruk dengan tubuhnya. Dia lalu memeriksa kalender. Waktu datang bulannya sudah terlambat. Kemudian dia pergi ke rumah sakit untuk memeriksakan diri dan hasilnya dia tengah hamil. Sekarang kehamilannya sudah memasuki usia 6 minggu.
"Oh ya Tuhan, apa yang bisa aku lakukan? Aku tidak bisa mengatakan kepada Daniel. Jika dia tahu akan hal ini, dia pasti akan membatalkan pertunangannya dan apa yang akan terjadi dengan papanya? Tidak... tidak... tidak... Aku tidak boleh memikirkan diriku sendiri." Ucap Julia seorang diri.
...----------------...
Malam harinya...
Saat Daniel datang ke apartemen Julia, dia merasakan sesuatu yang salah dengan Julia. Dia pun bertanya kepada Julia.
"Apa kau baik-baik saja? Kau terlihat kebingungan?"
Julia yang tengah melamun akhirnya kembali kepada kesadarannya.
"Aku baik-baik saja. Bagaimana dengan papamu? Kapan operasinya dimulai?" Balas Julia bertanya.
Daniel sebelumnya sudah memberitahukan kepada Julia tentang operasi Papanya. Tapi bukan tentang pertunangannya. Jadi Julia masih berpura-pura tidak mengetahui tentang hal itu.
__ADS_1
"Papa akan melakukan operasi esok lusa. Mungkin aku tidak bisa datang menemui mu beberapa saat. Aku harus menjaga Papaku." Ucap Daniel.
"Tidak apa-apa. Aku bisa mengerti, jangan khawatir tentangku." Balas Julia.
"Aku mencintaimu Lia." Ucap Daniel.
"Aku juga mencintaimu." Balas Julia.
Kemudian Daniel mencium Julia dan membawanya ke kamarnya. Julia meminta Daniel untuk lebih lembut kali ini. Mereka pun memiliki malam yang sempurna.
Keesokan paginya, saat Julia akhirnya bangun, dia mendapati Dani sudah pergi. Julia lalu menaruh tangan di perutnya.
...----------------...
Di tempat lain..
Wajah Jessica dipenuhi kemarahan dan kecemburuan saat dia mengetahui bahwa Daniel menghabiskan malamnya di tempat Julia semalam. Kemudian dia berpikir bahwa dia harus melakukan sesuatu. Dia harus membuat Julia meninggalkan Daniel. Dia membenci Julia sejak saat mereka berada di kampus dulu.
__ADS_1
Dia melihat Daniel memberikan banyak perhatian kepada Julia. Bahkan saat dia berada di sisi Daniel, mata Daniel selalu menatap ke arah Julia.
...----------------...
Beberapa hari kemudian setelah operasi, kondisi Papa Daniel menjadi lebih baik. Daniel tetap berada di rumah sakit selama beberapa hari. Jessica lalu masuk ke dalam ruangan Papa Daniel. Kemudian setelah mengobrol dengan Papa Daniel beberapa saat, dia meminta Daniel untuk membawanya pergi makan malam di restoran mewah yang ada di dalam sebuah hotel.
Dia meminta para anak buahnya untuk mengambil beberapa foto mereka berdua. Setelah makan malam itu, Daniel menjadi sakit kepala dan dunia membawanya naik ke lantai atas. Pria itu mengambil gambar saat Jessica memegang dan memeluk Daniel di dalam sebuah lift.
Keesokan paginya Daniel merasakan sesuatu yang salah. Dia mendengar beberapa suara dari dalam kamar mandi. Jessica tampak berjalan keluar dengan mengenakan pakaian mandi.
"Apa yang kau lakukan di sini?" Ucap Daniel begitu marah kepada Jessica.
"Sayang, kita sudah bertunangan sekarang. Jadi apa salahnya kalau kita tidur bersama? Saat kita masih kuliah dulu, kita juga sering tidur bersama bukan? Kau suka mencium seluruh tubuhku. Tidakkah kau mengingatnya? Sekarang kau masih saja tampan." Ucap Jessica.
Kemudian Jessica berusaha untuk mencium Daniel lagi. Tapi Daniel menghindarinya kemudian mengambil pakaiannya dengan cepat. Dia pergi ke kamar mandi. Daniel merasa begitu bersalah. Tapi kenapa dia tidak bisa mengingat semua hal tentang kejadian semalam.
Daniel kemudian dengan segera mengambil ponselnya dan menelpon Jefri memintanya untuk menyelidiki semuanya. Sementara itu, Jessica menggunakan pakaiannya kemudian dia menelepon orang suruhannya. Mereka lalu bertemu di kafe. Setelah selesai, ada senyuman pun jahat di wajah Jessica.
__ADS_1
Bersambung....