My Psycho Girl

My Psycho Girl
Menginap?


__ADS_3

"Kalau begitu langsung saja, ayo batalkan pertunangan ini" ucap El dengan tatapan dinginnya "Kalau aku tidak mau bagaimana?" ucap Lewis yang tidak senang. Tatapan Lewis berpindah ke arah kalung yang dipakai El, terlihat jelas bahwa ia tersenyum walaupun sebentar "Ternyata benar itu kamu, gadis kecilku" ucapnya dalam hati.


El tersenyum kecil, lalu menarik dasi milik Lewis agar mereka semakin dekat "Lalu tuan muda Lewis mau bagaimana?" ucap El yang menggoda Lewis. Lewis mengangkat dagu El ke atas dengan jarinya "Bagaimana jika menjadi istriku?" ucap Lewis yang menggoda balik El. "Kalau aku tidak mau bagaimana?" ucap El yang terlihat serius


Lewis mendekatkan wajahnya ke telinga El "Sayangnya kamu tidak punya hak untuk berkata tidak" hembusan nafas Lewis membuat telinga dan pipi El memerah. "Waah ternyata telinga nona besar keluarga Lee sangat sensitif rupanya" Lewis tersenyum lalu menjauhkan wajahnya dari El.


Lewis sedikit terkejut melihat pipi El yang memerah "Dia yang begini... Terlihat sangat manis" ucapnya dalam hati dan tanpa disadari pipi Lewis sedikit memerah lalu segera menutupinya dengan tangannya.

__ADS_1


El yang kesal langsung berbalik dan pergi tanpa melihat Lewis sedikit pun. "Ku kira nona besar keluarga Lee melakukan operasi plastik untuk mendapatkan wajah cantik seperti rumor yang beredar, ternyata wajah cantik mu itu alami" ucap Lewis yang membuat langkah El terhenti, El melirik tajam ke belakang "Hanya orang bodoh yang percaya dengan rumor tanpa mencari tahu kebenarannya" ucapnya yang dingin dan tegas, El pun mengalihkan pandangannya dan kembali pergi meninggalkan Lewis.


"Aakhhh, ku rasa akan sulit untuk meluluhkan hatimu" ucap Lewis sambil menyilakkan rambutnya kebelakang.


Ruang tamu.


El datang dengan disusul Lewis dari belakang. "Sayang, menginap disini saja ya seperti biasanya" mendengar ucapan Nyonya Catherin (Ibu Lewis) El tersenyum masam "Sudah ku duga akan begini" ucapnya dalam hati "Maaf bunda, El pulang saja" ucap El sambil tersenyum manis

__ADS_1


"Aku menginappun karena dipaksa bunda dan karna aku menghormati bunda. Bunda sudah ku anggap sebagai ibuku sendiri" gumamnya dalam hati "Aku menginap disini untuk menemani bunda saja, sekarang Lewis sudah pulang. Jadi El pulang saja, lagi pula El belum sepenuhnya kenal dengan Lewis. Itu akan canggung bukan?" ucap El menjelaskan.


"Sayang, apa kau sudah tidak sayang lagi dengan bunda? Apa kau tega meninggalkan bunda dengan gunung es itu(sambil menunjuk Lewis)? Kau satu-satunya yang peduli dengan bunda selain pamanmu(Jonathan Hsiao\=ayah Lewis). Akhh baiklah jika itu maumu tak apa, bunda tidak akan memaksamu lagi. Mungkin kamu terasa terbebani dengan bunda, tak apa pulang lah! Bunda akan jaga diri"ucap Nyonya Catherin yang terlihat sangat sedih


"Trik ini lagi-_-Terakhir aku meninggalkan bunda setelah menggunakan trik ini, bunda akan menangis sekencang-kencangnya lalu pingsan. Tentu aku tau itu semua hanya sandiwara saja. Yaahhh sepertinya aku memang tidak bisa melawan bunda" gumam El dalam hati


"Baiklah bunda aku akan menginap" ucap El dengan terpaksa "Benarkah? Kalau begitu bunda siapkan dulu kamar untuk mu" ucap Nyonya Catherin yang langsung pergi dengan senangnya

__ADS_1


Disisi lain.


"Sepertinya aku tidak perlu berbuat apa-apa, semuanya sudah diselesaikan oleh bunda" ucap Lewis dalam hati yang berjalan ke ruang kerjanya di lantai 2


__ADS_2