
"Tidak mau" Zack tersenyum dibalik tangan El, ia menj*lat tangan El dengan penuh na*su
Dengan cepat ia menarik tangannya, terlihat ekspresi wajah Zack tidak senang bercampur sedih "Maaf" ucapnya lirih sambil memalingkan wajah, Zack tau ia berada di luar batas yang sudah ia bangun bertahun-tahun lalu. Batas yang membuatnya sadar akan statusnya
Tanpa mendengar jawaban El, Zack pun pergi meninggalkan El menuju ke kamarnya yang berada disebelah ruangnya El.
El menghembuskan nafas dengan berat "Haaaaaahhhh!!!" sambil menyadarkan tubuhnya, ia mengingat-ingat kejadian tadi. Ia memejamkan matanya, berusaha agar menenangkan hati dan fikirannya
"Hari yang sulit" El pun memutar musik dari Hpnya, melodi yang indah dan lembut, membuatnya kembali tenang
Ting!
Suara pesan membuyarkan lamunannya, El pun membuka pesan itu 'Semua sudah di eksekusi sesuai rencana' isi pesan itu yang membuat El menyeringai 'Kerja bagus, bonus 5 juta akan ku kirim nanti' balasnya yang langsung mengirimkan uang lewat e-banking miliknya
__ADS_1
~
Ketika sampai di bandara, El sudah disambut dengan pengawal suruhan ayahnya dan juga Lewis "Apa mereka fikir aku akan kabur lagi?" batinnya yang tersenyum masam karena semua mata tertuju padanya.
El melirik ke arah Zack. Sejak kejadian tadi Zack hanya diam, tidak mau melakukan kontak mata, dan juga selalu menjauh ketika didekati Elisa. Seperti menjaga jarak, El pun memahami sikap Zack yang seperti itu. Karna baru pertama kali Zack melanggar aturannya sendiri.
Ya, aturan bahwa Zack harus mengubur perasaannya karena Elisa adalah bosnya. Dan aturan bahwa perasaan tidak boleh di ikut campurkan dalam perkejaan. Yaaa, memang peraturan yang konyol. Tapi mau bagaimana lagi, itu semua pendapat Zack, dan El menghargai itu.
~
Hingga kesibukan itu menyita waktu El, hingga ia tidak sadar pernikahan hanya tinggal satu hari lagi. El membaringkan tubuhnya di atas ranjang "Uhhhhh capek banget" gumamnya lirih dengan sebelah tangan berada di atas kepalanya "Tidur bentar boleh lah" El pun memejamkan matanya, tak lama kemudian ia tertidur karena kelelahan.
Pintu kamarnya terbuka, nampak ada seseorang yang tengah berdiri disana, kemudian orang itu mematikan lampu kamar El, dan menutup pintu kamar itu. Ya, laki-laki itu adalah Zack yang kemudian pergi meninggalkan kamar El.
__ADS_1
Langkahnya terhenti ketika melihat orang yang tidak asing berdiri tepat dihadapannya, dan orang itu adalah Lewis. Lewis berjalan menghampiri Zack dengan tangannya yang menepuk pundak Zack sambil berbisik "Selanjutnya, kau tidak perlu mencemaskan El lagi" bisiknya lalu melewati Zack
Zack yang awalnya terdiam, seketika membalikkan tubuhnya "Heiii!!" Lewis yang mendengar itu pun berhenti dan menengok ke belakang "Jika kau berani menyakitinya, saat itu juga aku akan membunuhmu dan membawa dia pergi bersamaku" ucap Zack yang tegas dengan nada yang sedikit emosi
Tapi Lewis menanggapinya dengan senyuman "Tenang saja, itu tidak akan pernah terjadi" jawab Lewis lalu berjalan masuk ke kamar El
Zack dibuat muak dengan senyuman Lewis yang seperti meremehkan dirinya, ditambah lagi ia melihat Lewis masuk ke kamar El seperti sebuah kebiasaan yang wajar. Zack pun pergi dengan hati yang sakit
......*Sunyi, sepi, itulah yang kusuka.......
...Karna disaat itu aku bisa nyaman dan tenang....
...Tempat dimana aku bisa nyaman diantara dunia yang berisik ini....
__ADS_1
@ElisaLee*