
Tengah malam.
Lewis yang dari tadi sibuk diruang kerja, meregangkan otot-otot tubuhnya "Sudah tengah malam lewat, apa dia sudah tidur?" gumam Lewis sambil menatap ke jendela.
Lewis yang sudah menyelesaikan pekerjaannya, lalu pergi menuju ke kamarnya yang terletak disamping ruang kerjanya. Ketika ia membuka pintu terlihat seseorang tengah tertidur di kasurnya, dengan cepat ia langsung menutup lagi pintunya. Ia melangkah, mendekati ranjang miliknya yang ditempati seseorang
"Ku kira bunda menyiapkan kamar tamu untukmu, ternyata malah tidur disini" ucap Lewis dalam hati yang berdiri disamping ranjang. Ia langsung melepaskan jas dan dasi miliknya, lalu membuangnya ke lantai. Ia perlahan naik ke atas ranjang agar tidak membangunkan El.
Lewis duduk tepat disamping El, ia mengamati dari atas sampai bawah "Kau yang tidak waspada seperti ini membuat orang ingin memakanmu" pandangan Lewis pun beralih ke leher putih bersih milik El, selakang dada yang indah dengan cincin yang bergelantung di kalung tersebut.
__ADS_1
*Gluk* Lewis menelan ludahnya sendiri, ia mulai mendekatkan tubuhnya, wajahnya mendekati leher putih milik El. Lewis memejamkan matanya lalu mengecup leher Elisa. Hingga beberapa saat "Emmhhh!!" El yang belum sadar langsung membalikkan tubuhnya karena merasa tidak nyaman. Spontan, Lewis langsung terlonjak menjauhi El.
"Apa aku, baru saja kehilangan kendali? Bisa-bisanya aku melakukan hal seperti itu!" ucapnya dalam hati yang memarahi diri sendiri
Ia kembali memandangi El yang tidur membelakanginya "Untung saja dia tidak bangun, kalau tidak. Mati aku!" Lewis pun menyandarkan tubuhnya lalu mengamati kembali El.
~
Suara burung yang berkicau, disertai dengan sinar matahari yang memasuki sela-sela tirai berwarna abu-abu itu, suasana yang tenang dan nyaman membuat orang enggan bangun dari mimpinya
__ADS_1
*Brakk!* suara bantingan pintu yang membuat dua insan yang tengah tidur itu terpelonjak kaget dengan nyawa yang belum sepenuhnya utuh "Lewis! Kurang ajar kamu! Beraninya kamu menyakiti menantuku! Bangun kamu!" ucap Nyonya Catherin yang menarik bantal Lewis lalu memukul-mukulkannya ke Lewis
El yang nyawanya belum sepenuhnya kembali, hanya diam dan duduk dengan mata yang masih sayu "Dimana aku? Siapa aku? Apa yang terjadi? Siapa orang-orang ini?" fikirnya yang mencoba untuk sadar.
Setelah kegaduhan tadi pagi, Elisa dan Lewis disuruh ke ruang keluarga setelah mereka selesai bersih-bersih diri. Ketika El menuruni tangga menuju ruang keluarga, ia sudah mendapati Lewis yang tengah duduk santai diruang tamu "Akhhh kepala ku sakit sekali, gara-gara bangun dengan dikejutkan kepala ku jadi sakit" gumamnya dalam hati yang menuruni tangga dengan tangan yang dari tadi memegangi kepala
"Sepertinya Nona Lee tidak tidur dengan nyenyak tadi malam" ucap Lewis yang melihat El menghampirinya "Oh kemarin aku tidur cukup nyenyak, sampai-sampai aku dibangunkan seperti tadi, dan saat aku bangun ada maniak yang ikut tidur disamping ku" jelas El yang menutup matanya sambil duduk disamping Lewis
"Apakah maniak itu tampan Nona Lee?" ucap Lewis yang menggoda sambil menaruh gelas yang ada di tangannya "Jika aku bilang tidak maka orang lain akan mengataiku buta atau rabun. Walaupun dia tampan, tetap saja dia maniak gila!" ucap El yang tenang tapi menusuk "Ahahahaha, ternyata seburuk itu aku" gumam Lewis dengan wajah masam.
__ADS_1