
"Apa kau siap, menerima hukumanmu dan kehilangan nyawa mu?" tanya El dengan tatapan datar dan dingin.
Orang berpita merah itu sangat ketakutan dengan suasana mencekam yang dibuat oleh El, hingga suara nada dering ponsel membuyarkan ketegangan itu
Dring!Dring! El mengambil hp disakunya, ia menatap nama yang tertera dilayar hp itu, lalu menempelkannya ditelinga
"Hallo ayah, ada apa?"
"Cepat pulang! Ayah sudah tak bisa lagi menghalangi calon mertuamu itu"
"...... Baiklah, aku akan pulang besok. Sampai jumpa ayah"
"Sampai jumpa putriku"
"Diaa, masih bisa bicara dengan lembut di telefon, padahal akan membunuh seseorang sekarang" batin orang itu yang merinding ketakutan sambil menelan ludah Gluk!
El menutup telfonnya, lalu sekali lagi ia menatap tajam mangsa didepannya. "Selamat kau kali ini!!" El pun menarik pedangnya, kemudian berbalik meninggalkan orang itu.
Ctak! suara jentikkan jari yang dibuat El, membuat beberapa orang datang menghampirinya "Ada perintah apa tuan?" ucap mereka serentak sambil membungkukkan punggung mereka.
__ADS_1
"Urus dia sesuai hukum yang berlaku" ucapnya sambil menunjuk ke arah orang berpita merah
"Baik" ucap para penjaga lalu langsung menghampiri orang yang ditunjuk El.
~
Saat diperjalan menuju kamarnya, pandangan El menjadi buram ditambah dengan nafas yang tidak teratur. Ia berjalan sambil berpegangan pada dinding "Huhhh, sebentar, lagi, sampai" ucapnya yang terputus-putus
Bruk! El jatuh dengan posisi terduduk, ia memegang erat dadanya, nafasnya sudah tidak bisa dikendalikan lagi "Akhhh jan-tung-ku" nafasnya terus tidak teratur. Keringat dingin keluar dari tubuhnya
"Nonaaa!!!" suara teriakan yang tidak asing ditelinganya. Zack berlari menghampiri El yang tengah terduduk lemas, tanpa berkata apapun, Zack langsung menggendong El menuju ke kamar.
~
"Zack, huuhh, ke-lu-ar!" perintah El dengan nafas yang belum teratur "Baik, tapi jangan berbuat yang aneh-aneh" Zack pun berdiri lalu pergi keluar meninggalkan El.
El membuka ikat pinggang miliknya, lalu mengikat tangannya dengan ikat pinggang itu
Tidak bisa! Aku harus sadar! Tapi aku tidak kuat lagi.... Uhhh jantingku sakit
__ADS_1
El menggigit bibirnya sampai-sampai darah segar mengalir keluar. El mecoba berdirtersenyum tenaga yang tersisa, ia mendekati tiang yanh berada didepannya. Dengan cepat, ia menghantamkan kepalanya dengan keras ke tiang itu, sehingga darah keluar dari kepalanya.
Bruk! El terjatuh, ia menatapi langit-langit sambil tersenyum pahit
Memangnya apa yang sudah ku perbuat? Sampai aku dihukum seperti ini? Bagaikan orang yang telah melakukan dosa besar dan aku harus mempertanggung jawabkannya? Kenapa jadi begini? Apa bedanya aku dengan vampir penghisap darah? Bukan, apa bedanya aku dengan iblis? Haaah, Tuhan, rencana apa yang kau siapkan untukku? Kenapa aku harus disiksa sampai seperti ini?
Sebelum kesadarannya menghilang, ia melihat sosok bayangan yang berada didepannya, ia tidak bisa mendengar dengan jelas apa yang diucapkan orang itu. Hingga akhirnya El kehilangan kesadarannya.
"El!! Ell!!! Bangun!! Kenapa bisa bengini???" teriak Zack yang khawatir sambil mendekap El dalam pelukannya.
~
Hawa yang dingin menyelimuti, pandangan yang nampak kabur perlahan mulai jelas. Ia mendapati sosok perempuan yang duduk di atas batu besar dengan sinar bulan yang menyinarinya.
Perempuan itu masuk kedalam air, gaun putih seperti pakaian orang zaman dulu itu basah menutupi tubuhnya. Parasnya yang cantik, pembawaan diri yang elok dan lembut bagaikan seorang putri kerajaan.
Seketika El terpana yang bersembunyi dibalik dinding itu, mengagumi kecantikan yang bagaikan peri itu.
Tiba-tiba mata mereka bertemu, dengan sigap El bersembunyi di balik dinding. El mencoba untuk mengintip kembali dan sosok itu melambaikan tangannya agar El datang menghampirinya.
__ADS_1
El yang waktu itu bisa dikatakan masih kecil, tanpa sadar tubuhnya mengikuti perintah perempuan berbaju putih itu