
Didalam kelas, El menjalankan rencananya yaitu dengan mendekati Ar dan mematahkan hatinya. "Cuma laki-laki seperti ini saja mudah sekali untuk ku taklukkan" ucap El dalam hati sambil melirik ke arah Ar.
"Mulai dari mana enaknya? Hmmm" El pun berdiri dan menghampiri Ar "Ini pinjam atlas ku saja untuk menggambar peta! Kamu adiknya Kak Harun kan?" sambil menaruh buku atlas ke atas mejanya Ar "Nih aku pinjaman karna kamu adiknya kak Harun" El pun pergi keluar meninggalkan kelasnya, sementara Ar malah di goda teman-temannya yang melihat El datang menghampiri Ar.
"Mari kita lihat, mangsa ku ini akan mudah di dapat atau tidak?" ucap El dalam hati, "El! Sa" suara teriakan yang membuat El membalikkan badan nya "Kenapa Zak?", Yayasan menghampiri El dengan membawa tumpukan buku di tangannya "Ngak liat apa aku bawa buku sebanyak ini? Bantuin kek!" Gerutu Zakaria
"Dasar Gus ku yang satu ini, selalu saja bisa bikin orang emosi" ucap El dalam hati dan hanya tersenyum pahit karena perkataan Zakaria.
El pun mengambil setengah dari buku yaang dibawa Zakaria "Nih aku bantuin bawa setengahnya, lain kali kalo minta tolong tinggal bilang aja! Ngak usah maki-maki orang!" Ucap El yang berjalan lebih dulu
__ADS_1
Zakaria yang masih terpaku ditempatnya "Jalannya salah!" seketika El berhenti dan menengok ke belakang "Hahahah?" Zakaria pun berjalan menghampiri El "Jalannya salah (melewati El) seharusnya ke perpustakaan bukan ke kantor" akhirnya Zakaria berjalan lebih dulu dan disusul oleh Elisa.
El yang melihat punggung Zakaria, menghilangkan nafas berat. Ia teringat akan rasa suka nya pada Zakaria. Yaa walaupun semua orang tau bahwa El menyukai Zakaria, tapi El tidak pernah mengatakannya secara langsung, bahkan ia bertingkah seolah-olah rasa itu tidak ada.
"Mari kita lupakan rasa yang menyebalkan ini, karna aku dan dia sekarang hanyalah teman dan selamanya tidak akan pernah berubah" ucap El dalam hati untuk meneguhkan hati dan keputusannya.
*Sampai sekarang aku masih saja mempermainkan hati laki-laki, entah sudah berapa banyak laki-laki yang menjadi korban. Aku kemarin tidak sengaja menemukan buku diary ku dulu. Ternyata aku terlalu polos dalam percintaan dan lagi jika dipikir-pikir bukan Ricko cinta pertama aku melainkan Zakaria. Sejak awal aku sudah menyukai dia, tapi karena aku tau dia tidak akan pernah aku dapatkan makanya aku mau pacaran dengan Ricko.
*Sekarang aku sudah SMA, aku menjadi anggota OSIS. Sebenarnya dulu aku menjadi kandidat Wakil Ketua OSIS dengan pasanganku Zakaria sebagai Ketua OSIS. Yaa tapi syukurlah tidak jadi, namun sekarang aku menjadi Sekretaris OSIS dan Kerani itu pun juga berpasangan dengan Zakaria-_-. Yaa sekarang sifat Zakaria berubah tidak seperti waktu SMP dulu, hanya saja sifat menyebalkannya itu masih terbawa sampai SMA.
__ADS_1
*Kemarin ada orang datang mengaku sebagai ayah ku. Awalnya aku tidak percaya, tapi setelah menunjukkan bukti-bukti dan hasil tes DNA, aku mencoba untuk percaya dan ikhlas walaupun rasanya sulit.
*Setelah 1 bulan lebih aku bertemu dengan ayahku dan hari ini aku terbangun di rumah sakit-_-. Waktu itu ada helikopter jatuh di dekat rumah ku walaupun jaraknya cukup jauh. Aku berlari ke arah jatuhnya tadi, lalu aku menolong 2 orang yang berada di dalam helikopter itu. Satu orang berhasil aku bawa pergi menjauh, tapi ketika aku membawa orang ke 2 itu pergi menjauh (sudah lumayan jauh) tiba-tiba helikopter itu meledak. Aku dan orang yang ku papah ikut terhempas, dan akhirnya aku berakhir dirumah sakit dengan kepala diperban juga aku sudah pingsan disini selama 2 hari-_-
*Ketika ayah tau aku mengalami kecelakaan yang membuat aku terluka parah. Ayah pun membawaku pergi ke Singapura untuk diobati sekaligus menghilangkan bekas lukanya. Oh ya satu lagi, aku baru menyadari ketika aku siuman, aku sudah memakai cincin. Padahal seingatku, aku tidak pernah membelinya. Lalu dari mana?
Tahun 2025
El yang sedang duduk di bawah pohon Wisteria sambil membaca buku yang sudah kusam "Haaaah! Ternyata aku dulu sepolos itu. Memalukan sekali" ucapnya sambil menutup buku itu.
__ADS_1