My Psycho Girl

My Psycho Girl
Sisi lain Elisa


__ADS_3

"Benarkah?!" ucap Edward sambil mengamati leher Elisa "Cepat berikan obat ku!" bentak El yang geram dengan sikap Edward.


Edward yang fokus langsung dibuat kaget dengan perkataan El "Bukankah baru satu minggu yang lalu aku memberikan obat untukmu? Kenapa bisa cepat habis?" ucap Edward yang heran tapi langsung mengambil obat yang ada di laci mejanya "Memangnya kamu ada tugas dari asosiasi?" tanya Edward sambil memberikan obat ke Elisa "Iya" ucap El dengan wajah murungnya.


"Kau memang orang pintar dan berbakat, tapi jangan sampai memaksakan dirimu sendiri! Walaupun fisikmu kuat tapi mentalmu tidak sama kuatnya! Melindungi diri sendiri lebih penting dari segalanya, mengerti?!!" ucap Edward yang tegas terhadap Elisa "Iya-iya, cerewet!!!" gumam El yang meremehkan.

__ADS_1


"Kaauuuuu!! Ah sudahlah, percumah juga bicara dengan batu!" ucapnya yang pasrah "Sudah, aku pergi dulu" El pun beranjak dari kursi dan pergi menuju pintu keluar. Edward yang memandangi Elisa terlihat tidak rela tapi tidak bisa berbuat apa-apa.


"El?" panggil Edward yang lembut "Hmmm?" El pun membalikkan tubuhnya lalu menatap ke arah Edward yang tengah terpaku di tempat tadi "Tak bisakah kau menerimaku?" ucap Edward yang lirih dan terlihat sedang sedih. El menghela nafasnya "Edward! Kita sudah membicarakan ini berkali-kali, dan jawabanku tetap sama. Maaf" ucap El yang tidak tega dengan nada yang lembut.


"Hahaha tak apa, aku sudah kebal ditolak oleh mu. Tapi, tetap jaga kesehatanmu dan sebisa mungkin hindari hujan!" ucap Edward yang penuh perhatian. El pun tersenyum lalu kembali melangkah keluar "Semoga kamu mendapatkan wanita yang baik sebagai pendampingmu" ucap El sebelum menghilang dibalik pintu "Yang aku mau cuma kamu" ucap Edward dalam hati yang terlihat sedih.

__ADS_1


"Jika bercerita pun tidak ada gunanya, yang tau seberapa besar perjuanganmu ya cuma kamu dan penciptamu(Tuhan). Mereka tidak tau seberapa besar yang sudah kamu lewati, mereka hanya berlagak sok tau padahal tidak faham dengan apa yang dibicarakannya, terkadang seseorang hanya ingin didengarkan dari pada diceramahi. Jadi percumah saja bercerita, karna pada akhirnya kita sendiri yang menanggung semuanya!" ucapnya waktu itu


Karna semua beban ia tanggung sendiri dan semua emosi yang ia tahan selama bertahun-tahun. Membuat hatinya mati, dan tanpa ia sadari ia sudah berubah menjadi psikopat gila yang selalu mencari mangsa. Hingga pada akhirnya ia bertemu dengan Edward yang mau menolongnya dari jurang kegelapan itu. Perlahan tapi pasti, mentalnya itu sedikit demi sedikit sudah mulai terobati.


Hanya saja saat hujan datang dan dia terkena air hujan, semuanya kembali lagi. Emosinya meledak-ledak, rasa ingin membunuhnya muncul kembali, ingatan-ingatan pahit datang mengganggu. Dalam sekejap, Elisa si psikopat yang terkenal dengan julukan Sang Topeng Hantu Pembunuh itu hidup lagi.

__ADS_1


Kegilaannya terhadap darah, membuat ia buta akan keperi manusiaanya. Gadis kecil yang baik itu hilang, hanya tinggal psikopat cantik yang gila membunuh. Seperti orang kerasukan, saat dia selesai membantai orang. Dia akan menangis sejadi-jadinya, lalu demam yang berkepanjangan hingga membuat dia tidak sadarkan diri selama berhari-hari, hingga perlu bantuan infus dan transfusi darah agar dia cepat sadar.


__ADS_2