
El pun mundur dan menatap ke depan "Zack awasss!!" teriak El yang membuat Zack rem mendadak *Duk!* kepala El terbentur keras hingga mengeluarkan darah di keningnya. Zack yang terluka tidak memperdulikan dirinya sendiri, ia yang terkejut langsung menatap ke arah El, terlihat darah segar mengalir dari keningnya.
"Ahh nona, kepalamu keluar darah" ujarnya yang panik "Tak apa hanya luka kecil, kamu juga berdarah. Ambil kotak P3K, kita obati luka kita diluar" ujarnya yang tersenyum manis.
Ketika El keluar dan menutup pintu, terlihat seekor anak kucing berwarna hitam tengah duduk di bahu jalan "Bukankah yang menyebrang tadi kamu?(jongkok sambil mengusap-usap kepala kucing itu) Kamu ngakpapa kan?(menggosok-gosokan kepalanya ke tangan El) Ahhh lucunya" El lalu menggendong kucing itu seperti menggendong bayi.
Zack membawa kotak obat yang baru ia ambil dari dalam mobil, lalu menghampiri El yang tengah duduk ditanah bersilang kaki sambil memangku kucing tadi. "Kenapa nona duduk ditanah?" gumamnya dalam hati.
__ADS_1
Zack pun ikut duduk ditanah, bersebelahan dengan El "Dapat kucing dari mana?" tanya Zack sambil mengusap kepala kucing itu "Dari sana(sambil menunjuk ke arah samping mobil mereka) dia tadi yang nyebrang jalan, makanya aku teriak" jelasnya sambil menggaruk lembut perut kucing itu.
"Kucing nakal!" ujar Zack yang gemas sambil menggosok kepala kucing dengan cepat "Ayo obati lukamu dulu" ucap El yang teringat lalu menurunkan kucing itu dari pangkuannya.
El langsung mengambil kapas, perban, plaster, alkohol, dan obat merah. Ia membersihkan darah yang mengalir sekaligus menghentikan pendarahan menggunakan kapas dan alkohol, lalu mengoleskan obat merah keseluruh luka, setelah itu menutupnya dengan perban dan plaster. "Siap" ucap El yang senang.
Zack pun langsung menarik El mendekat dengannya "Sekarang giliranku mengobati luka nona" ucapnya yang lembut "Zack! Aku sudah memberitahumu berkali-kali! Jangan terlalu formal padaku jika kita hanya berdua saja, ingat itu!" jelas El yang tegas "Maaf" El hanya diam menanggapi jawaban Zack, sedangkan Zack mulai mengobati luka milik El.
__ADS_1
Sesampainya di apartemen El langsung membaringkan tubuhnya di atas kasur "Ahhhhh(menatap langit-langit) anak tadi, sama seperti ku" sambil mengingat kejadian tadi.
Beberapa menit yang lalu, tiba-tiba ada anak kecil datang menghampiri Zack dan El yang tengah duduk di tanah "Maaf, bisa kembalikan kucing saya?" pintanya yang memelas "Ini punyamu?" tanya El sambil menunjuk kucing yang berada dipangkuannya, anak kecil itu mengangguk.
El mengamati gadis kecil yang ada didepannya itu, lalu senyuman kecil muncul diwajahnya "Bagaimana jika ku tukar dengan sekresek permen dan coklat?" ucapnya yang tengah menggoda sambil menunjuk ke arah kresek putih besar yang berada di dalam mobil.
Gadis kecil itu pun menoleh ke arah mobil, pandangannya turun dari target, ia lalu mengalihkan pandangannya kembali ke El "Tidak! Aku hanya ingi kucingku kembali!!" ucapnya yang tegas dan penuh keyakinan.
__ADS_1
El tersenyum mendengar ucapan gadis kecil itu, ia berdiri sambil memberikan kucing itu padanya "Ini aku kembalikan kucingmu, kedepannya harus dijaga lebih baik lagi ya" ucap El manis sambil mengusap rambut gadis kecil itu.
El pun pergi ke mobil mengambil kantong plastik besar yang tadi ia tunjuk "Ini untukmu, jangan lupa dibagi dengan temanmu ya!" ucapnya tersenyum manis sambil memberikan kantong plastik itu. Anak kecil itu tertegun sesaat "Terimakasih banyak kak, kakak namanya siapa?"