My Psycho Girl

My Psycho Girl
Peraturan!


__ADS_3

"Pertandingan akan segera dimulai, apa kalian siap?" Tanyanya dengan tatapan serius


Kedua peserta mengangguk tanda bahwa mereka siap "Pakai ini, pasang dilengan kalian!" sambil menyerahkan pita berwarna merah dan biru untuk masing-masing peserta


"Peraturannya mudah dan sederhana. Pertama! Disini tidak boleh menggunakan senjata selain pedang dan pisau, ketika salah satu peserta tidak menggunakan senjata maka lawannya juga tidak diperboleh memakai senjata, tapi ketika salah satu peserta membawa senjata dan kedua belah pihak mengizinkan tanpa adanya paksaan, maka itu diperbolehkan.


Kedua! Ketika salah satu dari kalian keluar arena saat pertandingan berlangsung, maka akan dinyatakan kalah. Ketiga! Setiap peserta diberi 1 hak istimewa, dimana dia bisa memakainya ketika ingin istirahat saat pertandingan berlangsung. Keempat! Jika ingin menyerah maka harus duduk dengan hormat sambil menundukkan kepala dan berkata 'Aku mengaku kalah atau aku menyerah', jika lawan sudah sudah menyerah maka tidak boleh dibunuh.


Kelima! Siapa saja yang ketahuan bermain curang dengan menggunakan senjata tersembunyi, meracuni lawan, memperkuat diri dengan obat-obatan terlarang, melukai bagian terlarang lawan, dll. Maka, siap-siap nyawa yang jadi taruhannya. Keenam, sebelum pertandingan dimulai, peserta boleh memutuskan untuk tidak melanjutkan pertandingan atau lebih tepatnya mundur" jelasnya dengan nada tidak enak di akhir kata


"Tidak ada yang mundur?" tanya El menyakinkan. Kedua peserta itu menggelengkan kepala dengan maksut tidak ada yang mundur.


"Baiklah kalau begitu, petandingan, dimulai!!!" ucapnya yang lantang lalu menjauhi arena.

__ADS_1


~


Pertandingan berlangsung hampir 10 menit, orang yang memakai pita biru sudah mencapai batas karena banyak mengeluarkan darah.


Orang yang memakai pita biru itu pun duduk dengan hormat sambil menundukkan kepalanya "A aku, menyerah" ucapnya yang lantang tapi sedikit terbata di awal.


"Mati kauuu!!" sebuah teriakan yang menutupi ucapan orang tadi, sambil mengayunkan peedang dengan kuat, bermaksud untuk menebas leher lawan didepannya.


Dengan sigap El berlari dan menghalangi tebasan pedang itu dengan menahannya menggunakan pedangnya sendiri.


Terlihat jelas tatapan mata El yang marah. Tatapannya yang tajam dan mengintimidasi, seperti hewan buas yang siap menerkam mangsa didepannya.


"Kau tuli?" tanya El dengan tatapan menakutkan

__ADS_1


Orang berpita merah itu pun takut setengah mati, sampai-sampai tubuhnya bergetar. El yang muak, menendang tubuh orang dihadapannya dengan kuat, sampai orang itu terjatuh kebelakang dengan keras.


El yang masih memasang tatapannya yang tadi, mendekati orang itu, lalu menancapkan pedangnya tepat diantara selakang kakinya. Orang berpita merah itu terkejut, sampai-sampai keringat dingin keluar dari tubuhnya.


"Kau tuli?" El menannyakan pertannyaan yang sama dengan tatapan mata yang sama


"Sudah ku katakan peraturan itu dengan lantang dan jelas, kenapa kau ingin melanggarnya? Mau mencoba dipenggal olehku kah?" sambungnya yang duduk tepat didepan orang itu


"Apa ini? Kenapa berbeda dengan yang 'orang itu' katakan? Katanya, bila aku bisa mengambil simpati dengan cara ini, Tuan Topeng akan memandangku dan mengajakku masuk kedalam asosiasi" pikir orang itu yang sudah tau harus berbuat apa.


El berdiri sambil mencabut pedangnya "Peraturan dibuat untuk dipatuhi bukan untuk dilanggar! Jika ada orang yang melanggar peraturan, maka, orang itu harus dihukum" ucapnya yang lantang dan tegas.


Lalu El melirik tajam ke arah orang yang berada dibawahnya. El menganggkat dagu orang itu menggunakan ujung pedangnya

__ADS_1


"Apa kau siap, menerima hukumanmu dan kehilangan nyawa mu?" tanya El dengan tatapan datar dan dingin


__ADS_2