
Sudah bertahun-tahun lamanya, Elisa yang dulu sudah berubah total. Bagaikan dua orang yang sama tetapi memiliki sifat yang berbeda.
Elisa pun pergi membawa buku-buku tadi ke belakang rumahnnya. Tepat disebuah tong, ia membuang buku-buku itu, menyiramnya dengan minyak tanah, lalu memantik api dengan korek kayu, dan melemparkannya ke dalam tong itu.
Api berkobar melahap semua buku-buku itu "Selamat tinggal masa lalu ku yang naif, aku akan membuang segala kenangan itu, dan akan ku balas semua yang aku alami dulu" El memegang erat cincin dengan permata merah itu yang berada di kalung yang ia kenakan.
El kembali ke kamarnya, ketika ia hendak membuka pintu kamarnya tiba-tiba seorang laki-laki berjas hitam menghampirinya "Nona Elisa, anda dipanggil tuan untuk ke ruangannya" ucap laki-laki itu dengan sopan yang bukan lain adalah pengawal pribadi Elisa.
__ADS_1
El langsung pergi ke ruangan ayah nya tanpa membalas ucapan Zack. Zack adalah pengawal pribadi Elisa sekaligus bos pengawal keluarga Lee. Sejak 5 tahun yang lalu, tepatnya ketika El baru datang di Singapura untuk pengobatannya. Zack sudah ditugaskan untuk menjaga Elisa.
Setelah bertahun-tahun waktu yang dihabiskan bersama. Zack yang dulunya orang yang sangat kaku, dingin, tidak berperasaan, tapi bisa jatuh cinta pada Elisa. Walaupun begitu, Zack tidak berani mengungkapkan perasaannya pada Elisa karena tau batas yang sudah ada sejak pertama kali mereka bertemu
"Maafkan saya karena sudah memiliki perasaan pada nona" ucap Zack dalam hati yang menatapi langkah Elisa yang menjauh hingga hilang di balik dinding.
Ayahnya Elisa, David Lee seorang CEO perusahaan besar yang bahkan termasuk ke dalam orang yang paling berpengaruh di dunia. Umurnya yang sudah hampir melebihi separuh baya, masih terlihat kuat dan gagah walaupun uban di rambutnya sudah terlihat.
__ADS_1
"Ada apa ayah mencari saya?" ucapnya yang to the point, Tuan Lee meletakkan dokumennya dan melepaskan kacamatanya "Duduklah ada yang ingin ayah sampaikan" El pun menurut dengan duduk dikursi yang berhadapan dengan pembatas sebuah meja kerja "Langsung to the point saja" ucap El singkat, Tuan Lee yang mendengar ucapan putrinya merasa pusing hingga memijat dahinya yang terletak di antara ke dua alisnya.
"Baiklah, sesuai permintaan mu. Kemarin tunanganmu baru pulang dari tugasnya, kamu datanglah ke rumah keluarga Hsiao untuk menyambut kepulangan tunanganmu" El yang mendengar agak sedikit terkejut, karena fikirnya tunangannya itu tidak akan pernah pulang lagi.
"Apakah ayah tidak ikut?" tanya Elisa "Tidak, ayah nanti akan ke luar negri untuk mengurus masalah tambang minyak kita" jelasnya yang kembali melihat dokumen tadi "Perlukah aku menyusul untuk membantu ayah" ucap El yang terlihat cemas "Tidak perlu, disini lebih aman untukmu" jawab Tuan Lee "Baiklah, kalau tidak ada apa-apa lagi, El pergi dulu" ucap El yang beranjak dari kursi dan pergi menuju ke arah pintu.
Ayahnya yang melihat El pergi, terlihat sedih "Elisa, jangan terlalu keras dengan dirimu. Kamu anak yang baik dan kamu masih muda, nikmati saja semua yang sudah kamu miliki, jangan kamu siksa dirimu sendiri dengan tanggung jawab yang bukan milikmu" El yang mendengar perkataan ayahnya dibalik pintu yang belum ia tutup, tidak memandang ke arah ayahnya "Jangan lupa kesehatan ayah, selamat malam" El pun menutup pintu dan pergi tanpa menenggok sedikitpun
__ADS_1
"Maaf ayah, aku bukan putri yang baik lagi. Setidaknya aku bisa membantu ayah dan agar aku tidak merasa berhutang budi padamu" ucap El dalam hati sambil mensapu air mata yang berada di pipinya