
"Terimakasih banyak kak, kakak namanya siapa?" tanya gadis kecil itu sambil, menerima pemberian El "Namaku Elisa, panggil aja kak El. Siapa namamu?" ucapnya yang membungkuk dan tersenyum "Aku Sasa" *Deg!* "Sa sa?" ucapnya dalam hati yang terkejut. "Kakak! Terimakasih ya, Sasa pergi dulu" ucapnya yang pergi sambil melambaikan tangan.
~
Mengingat hal itu, wajah El terlihat murung, ia hanya diam sambil melamun. Kemudian ia berdiri, menutup kamarnya, memutar musik bermelodi sedih di Hpnya. El kembali membaringkan tubuhnya dikasur miliknya, ia membuka galeri dan mrngamati sebuah foto.
Wajahnya berubah menjadi sedih, hatinya pilu "Aku rindu:(" air mata tak bisa ia bendung lagi, suara isak tangisnya terdengar lirih, ia mencoba menahan suaranya tapi justru membuat hatinya semakin tidak nyaman. Sakit, pilu, sesak, perih, ia coba menahannya sendiri.
"Ternyata, aku, selemah ini?!! Hahahaha, aku lemah? Kapan aku kuat?! Kapan aku bisa sekuat dirimu? Mbak Dewiiiii" ucapnya yang menjerit dalam hati dengan air mata yang terus menurus mengalir.
__ADS_1
~
Malam pun datang menyelimuti kota S. Zack membuka pintu kamar El, ia langsung menghampiri El yang yang tengah tertidur di kasur itu. Ia duduk dikasur, tepat disebelah Elisa. Ia membelai lembut rambut El, mengusap pipinya yang lembut dan halus itu "Mata sembab yang merah dan masih basah, ditambah alunan lagu ini. Kau habis menangis bukan?" gumam Zack yang mengusap pipi El.
"Emhhh!!" El yang sadar membuka matanya. Matanya yang masih sayu menatap bayangan orang yang berada dihadapan matanya. Ia menyipitkan matanya, berusaha menjelaskan penglihatannya yang kabur.
"Akhhh! Aku tidak bisa bernafas! Lepaskan!" ucapnya yang lemas dengan suara serak "Baiklah aku lepaskan. Mandi sana habis itu kita makan" ucap Zack yang melepaskan tangannya. Ia pun berdiri lalu pergi meninggalkan Elisa yang tengah duduk termenung.
El pun menuju ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya, sementara Zack memasak untuk makan malam "Pasti dia akan berjam-jam di kamar mandi! Sebenarnya dia mandi atau tidur disana?!" maki Zack yang tersenyum pahit dengan kerutan kesal di pelipisnya. "Haachinnn!! (menggosok-gosok hidungnya dengan jari telunjuk) Apakah Zack memakiku?" fikir El yang melanjutkan mandinya.
__ADS_1
~
Selesai mandi dan memakai baju tidur, El keluar dari kamar lalu menuju meja makan. Terlihat Zack sedang menyiapkan makanan di meja "Mandimu lama sekali!" ucap Zack yang duduk dikursi "Kau yang memakiku bukan?" tanya El yang dingin dengan tatapan mata yang tajam "Mati aku(berusaha tersenyum manis) kenapa dia tau?" tanyanya dalam hati yang terlihat gelisah
"Sudah-sudah ayo makan, keburu dingin!" ucapnya yang mengalihkan pembicaraan. "Ku maafkan kau kali ini" ucap El lalu menyantap makanannya. Zack tersenyum paksa mendengar itu "Dia terlalu peka dan waspada" gumamnya dalam hati.
Selesai makan Zack mencuci piring sedangkan El tengah asik menonton kartun dengan susu dan biskuit di atas meja {dasar bayi :v}. *Ting tong* suara bel berbunyi. El pun melirik ke arah jam "Siapa yang berani datang jam segini?" ucap El yang kesal lalu menatap ke arah pintu.
Zack pun menenggok ke arah pintu "Tidak tau, aku akan mengeceknya" Zack pun mencuci tangannya lalu pergi ke arah pintu. Ketika ia membuka pintu "Siapa?" Zack pun terkejut ketika melihat orang itu.
__ADS_1