My Psycho Girl

My Psycho Girl
Rubah licik


__ADS_3

Lewis tersenyum ketika melihat ke arah El, El yang merasa sedang di pantau langsung menatap balik ke arah Lewis "Apa perasaan ku saja atau memang tadi dia memandangiku? Tapi, instingku tidak pernah salah" fikir El. "Untung aku cepat" ucap Lewis dalam hati sambil menghela nafas setelah merasa El tidak memandanginya lagi.


Nyonya Catherin datang lalu duduk bersebrangan dengan El dan Lewis "Elisa, sini! Duduk dengan bunda" ucap Nyonya Catherin sambil menepuk sofa disampingnya, El menurut dan pergi untuk duduk bersama dengan Nyonya Catherin. Setelah El duduk disamping Nyonya Catherin, tangannya langsung digenggam erat "Sayang bunda tau kamu pasti merasa dirugikan, tapi tenang saja. Bunda akan mencari ke adilan untukmu" ucapnya yang masih menggenggam erat tangan El.


"Tunggu apa maksudnya?" fikir El sambil tersenyum paksa "Lewis! Karena kamu harus bertanggung jawab, maka kamu harus segera menikahi Elisa" ucap Nyonya Catherin tegas "Tunggu, apa?!!" ucapnya dalam hati yang terkejut dengan perkataan bundanya itu "Menikah ya menikah! Memang apa susahnya?" ucap Lewis yang tenang.

__ADS_1


El langsung menatap tajam Lewis "Kenapa dia setuju-setuju saja?!!" pekiknya dalam hati "Bunda tenang dulu, ini semua salah paham~" "Salah paham bagaimana? Jelas-jelas Lewis sudah kurang ajar denganmu, lihat leher mu itu! Jika kau takut dengan Lewis tenang saja bunda ada dipihakmu" ucapnya yang memotong perkataan Elisa.


"Tunggu, leher? Kenapa leherku?" ucapnya dalam hati lalu mengambil Hp di sakunya. Ia membuka kamera dengan menggunakan kamera depan, lalu mengrahkannya ke arah leher. Seketika El terkejut "Apa ini? Memar? Sejak kapan? Kenapa aku tidak tau?" fikir El setelah meletakkan Hpnya.


El yang tidak tau harus berbuat apa, akhirnya pergi ke lantai atas untuk mengambil tasnya yang ada di kamar. Saat dia membuka pintu dan hendak keluar, sudah ada Lewis yang menunggu di depan pintu. El tak menghiraukan keberadaan Lewis "Dasar rubah licik!" ucap El yang berbisik tapi terdengar memaki, ia pun melewati Lewis lalu pergi. Setelah El melewati Lewis, Lewis pun tersenyum dan hanya memandangi kepergian El

__ADS_1


Di dalam mobil "Hallo Edward? Aku mau ke tempat mu!" ucap El lalu mematikan telfonnya tanpa memberi kesempatan Edward untuk bicara "Apa-apaan dia?" cetus Edward.


El pun sampai disebuah rumah sakit besar dan terpopuler di negara itu, ia pun langsung masuk dan menuju ke ruang kepala rumah sakit itu. El mengetuk pintu lalu masuk "Hey kau kira aku ini tidak punya kerjaan apa?! Datang sesuka hatimu! Keluar masuk sesuka hati mu! Ini rumah sakit tau ngak!" gerutu Edward yang kesal dengan sikap Elisa


"Aku tau, aku tau!! Kau berisik sekali!" ucap El yang duduk sambil menutupi telinganya "Lihat dirimu ini! Kauuuu, tunggu kenapa lehermu?" ucap Edward yang tiba-tiba tersadar dengan leher Elisa "Digigit nyamuk!" ucapnya yang sedikit kesal tapi berusaha tenang agar temannya itu tidak terus bertannya

__ADS_1


__ADS_2