
"Minggir!" ucap laki-laki itu tegas dan dingin. Zack mengerutkan alisnya mendengar ucapan pria yang berada didepannya "Atas dasar apa saya harus patuh dengan anda?" ucap Zack yang datar tapi terdengar tidak senang.
Raisa menghampiri Zack yang masih berdiri di pintu "Siapa Zack?" tanya El yang memandangi Zack "Nona sebaiknya masuk ke kamar, ada tamu yang tidak diundang!" pinta Zack sambil melindungi El "Tamu tidak diundang, siapa?" batinnya lalu menatap ke luar pintu. "Dia?" El terkejut dan langsung berlari menuju kamarnya
Sebelum El masuk kedalam kamar *Duaarrr!!!* suara kaca yang dipecah menggunakan peluru terdengar nyaring memekik telinga, spontan El menutupi wajahnya dengan kedua tangan yang menyilang.
__ADS_1
Ia melihat ada pisau berukuran 7cm di atas meja, dengan cepat ia mengambilnya sebagai senjata melindungi diri "El, ayo pulang!" ajak laki-laki itu yang bukan lain adalah Lewis "Jika aku tidak mau bagaimana?" tanyanya yang santai "Maka aku akan membawamu secara paksa" jawab Lewis dingin "Dengan senang hati melayanimu" sahut El yang menyeringai.
Tatapan El berubah tajam, menatap mata pisau yang mengarah musuh, ia menempatakan pisau yang ia pegang di depan wajahnya "Jangan berlebihan El! Jangan sampai terbongkar! Cari celah untuk kabur" fikirnya sambil menatap Zack, lalu mengangguk pelan sebagai kode pada Zack. Zack mengangguk sebagi tanda faham.
Zack melempar vas bunga ke arah Lewis, dengan sigap Lewis menangkis vas itu. *Boom!* suara ledakan kecil yang menyebabkan asap memenuhi ruangan hingga tidak bisa melihat apa-apa "Tutup hidung kalian! Ini asap beracun, jangan dihirup!" perintah Lewis pada anak buahnya.
__ADS_1
Lewis pun keluar dari gedung itu dan ia mendapati El yang sudah pergi melaju kencang dengan mobilnya "Sial dia kabur lagi! Akan susah jika dia terlepas lagi. Apa yang akan aku katakan pada bunda?" ucap Lewis yang kesal dan juga binggung.
Disisi lain, "Kita akan pergi kemana?" tanya Zack pada Elisa yang tengah menatap Hpnya "Pergi ke Cina, ada yang sedang mencari gara-gara denganku" ucap El yang menyeringai "Kau tidak mampir ke keluargamu yang ada disini?" tanya Zack sambil melirik ke arah El "Memangnya mereka keluargaku?" ucap El yang tidak peduli.
Zack tau tentang masalau dan juga keluarga El yang dulu, El bisa dikatakan tersiksa dengan keluarganya. Pertama, sejak El lahir sampai ibunya meninggal, ia belum pernah bertemu dengan ibunya secara langsung. Kedua, ayahnya tidak mengurus El dan pergi entah kemana, sementara El akan dititipkan kepada nenek dan kakenya bersama ke dua kakanya.
__ADS_1
Ketiga, ayahnya tidak hanya tidak menafkahi El tapi juga tidak pernah menganggap El sebagai anaknya, seperti waktu itu "Iya dia memang ayahku secara hukum dan mengaku didepanku sebagai ayahku. Tapi kenapa di belakang berkata lain? Berbicara kalau aku bukan anaknya hingga membuat semua orang di desa tau? Kalau memang tidak sayang dengan saya, tidak menginginkan saya, kenapa tidak dibunuh saja saat masih didalam kandungan? Tidak perlu menyiksa saya sampai seperti ini bukan?(air mata mulai mengalir) Apa salah saya? Saya tidak menginginkan lahir didunia ini, dengan ayah dan ibu seperti ini, dengan keluarga seperti ini, tapi saya berterima kasih. Berkat kalian saya tau, betapa kejamnya dunia ini" ucap El waktu itu yang tersenyum pahit dengan air mata yang terus mengalir.