
*Dong! Dong!* suara keras dan nyaring dari gong ditabuh pertanda pertarungan dimulai
"Terima iniiii!!!" teriak Viona yang berlari menghampiri El, El hanya diam melihat langkah cepat Viona yang menuju ke arahnya.
Viona mengayunkan pedang miliknya untuk menebas El, tapi El menangkis serangan Viona, lalu dengan cepat menusuk dan mengoyak tubuh Viona dengan pedangnya.
4 menit berlalu, Viona terduduk lemas dengan bertopang pada pedangnya, ia sudah kehabisan tenaga serta seluruh tubuhnya terluka dan mengeluarkan darah. Ke sadarannya hampir hilang akibat banyak mengeluarkan darah.
Viona mengeluarkan beberapa pil dari sakunya, lalu menelan pil itu mentah-mentah. El mengamati pil yang dimakan Viona, ia tersenyum sengit dibuatnya "Dia memakan narkoba untuk menghilangkan rasa sakitnya. Huuh dasar bodoh!"
Viona mencoba berdiri dengan berpegangan pada pedang miliknya, tubuhnya tidak seimbang, badannya terhuyung-huyung tapi masih mampu berdiri dan berjalan.
__ADS_1
"Baiklah waktu bermain sudah selesai, waktunya mengakhiri permainan ini" tatapan mata El dingin dan tajam. Ia berjalan menghampiri Viona dengan menyeret pedang miliknya yang sudah berlumur darah.
Ketika jarak mereka sangat dekat, El berlari dengan cepat, mengangkat pedangnya, lalu *Sraaakkk!* suara benda tajam yang memotong sesuatu yang keras. El berhenti tepat dibelakang Viona *Bruk!* suara benda jatuh yang bukan lain adalah Viona.
Viona sudah tersungkur dilantai dengan leher yang terus mengeluarkan darah, matanya terbelalak lebar, tapi nafasnya sudah berhenti.
El menenggok ke belakang "Kau pikir dengan memakan narkoba kau bisa mengatasi semuanya? Dasar bodoh! Ini adalah balasan untukmu yang telah melukai orangku" pandangan mata El dingin, hampir tidak ada rasa bersalah di dalam matanya, hanya ada tatapan datar yang memandangi mayat hasil karyanya sendiri.
~FlashBackOn~
Mulai dari hari itu ia mencari informasi tentang Viona dan pada akhirnya Viona datang sendiri mengantarkan nyawanya.
__ADS_1
Beberapa menit yang lalu "Bukan keluarga yang berpengaruh, tapi dia bandar narkoba terbesar di negaranya. Hari ini harus membersihkan parasit" ucap El dalam hati sambil mengeluarkan pedangnya.
Tiba-tiba El tersadar sesuatu "Tunggu, tadi namanya Viona? Ahhh ternyata kau, baiklah jika kau datang untuk menyerahkan nyawamu, maka aku akan melayanimu dengan baik" gumam El dalam hati sambil menyeringai dibalik topeng hantu.
~FlashBackOff~
Semua mata tertuju padanya, pandangan takut, kagum, semua bergabung menatap ke satu arah yang sama.
"Memang benar Sang Topeng Hantu"/ "Keahlian dan kekejamannya tidak bisa diragukan kembali"/"Iya, bahkan dia menyiksa musuhnya sebelum mengambil nyawanya"/ "Dengan jubah hitam, pedang sebagai senjata dan topeng yang ia kenakan. Mirip sekali dengan malaikat mut yang datang untuk mengambil nyawa" itulah yang terdengar dari lautan manusia yang menonton pertandingan.
Saat El duduk bersama dengan Zack, tiba-tiba terdengar teriakan dari belakang "Nonaaa!! Kami penggemarmu"/"Kami akan selalu setia padamu"/"Kaulah idola kami" El pun berbalik menghadap ke belakang, ternyata orang yang berteriak-teriak seperti orang konyol adalah orang yang mengikutinya, membuat El tersenyum tipis di balik topeng itu.
__ADS_1
El melambaikan tangannya ke arah kumpulan orang-orang tadi dengan kepala yang ia miringkan "Pegang kata-kata kalian!" teriak El yang bahagia.
Zack yang melihat tingkah El membuatnya tersenyum lega "Bahagialah selalu, seperti saat ini" pintanya dalam hati yang memandangi El tanpa henti.