My Psycho Girl

My Psycho Girl
Batalkan pertunangan


__ADS_3

El yang sudah sampai dikamarnya, menghempaskan tubuhnya di atas kasur empuk miliknya. Ia memikirkan perkataan ayahnya barusan


"Tunanganku? Si brengsek yang tidak pulang bahkan saat pertunangannya sendiri. Ku pikir dia tidak akan pernah pulang karna tidak mau bertunangan denganku, ahhhhhh bahkan kami tidak kenal satu sama lain. Ya sudahlah, mumpung dia pulang sekalian saja bicarakan tentang pembatalan pertunangan ini" ucap El yang memandang langit-langit kamarnya yang gelap tapi penuh dengan bintang yang bersinar.


Kamar El memang gelap, dingin, dan sunyi. ia jarang menyalakan lampu kamarnya, karena El suka ketenangan dan kesunyian. Langit-langit kamarnya dihiasi sriker seratus bintang dan 1 bulan berwarna biru yang menyala di kegelapan.


5 tahun lalu Elisa dibawa ayahnya ke Singapura untuk mengobati penyakitnya sekaligus kulliah, belajar B. Inggris, dan bahasa Mandarin. 1 tahun kemudian Elisa dibawa ke China untuk melakukan pertunangan dengan anak teman ayahnya, Jonathan Hsiao. Setelah pertunangannya selesai ia pergi ke Amerika untuk melanjutkan S2 nya.


"Lewis Hsiao, lihat saja apa yang akan aku perbuat padamu. Untuk membayar rasa malu yang aku terima karena kau tidak datang saat pertunangan kita" ucap El dengan senyum jahatnya


*Hatchiiiinnn!!!!* sambil menggosok-gosok hidung dengan jarinya "apakah aku flu?" ucap laki-laki itu yang bukan lain adalah Lewis, tunangannya Elisa

__ADS_1


Malam hari pukul 8 malam, kediaman keluarga Hsiao. "Nyonya, Nona Lee sudah sampai" ucap seorang pengawal keluarga Hsiao


"Benarkah? Suruh dia masuk" ucap Catherin Wilson ibu dari Lewis Hsiao yang langsung berdiri karena senangnya


Seorang wanita yang memakai seweter merah dengan rok jeans warna hitam melangkah masuk ke ruang tamu "Selamat malam Bunda" ucap El sambil tersenyum manis


"Ahhh menantuku sudah datang (langsung memeluk El dengan erat), apakah kau sudah tidak sayang pada bunda lagi? Kenapa kau jarang datang kesini" ucap Nyonya Catherin yang semakin erat memeluknya


Nyonya Catherin yang sadar langsung melepaskan pelukannya dengan buru-buru "Ahhh sayang apa kau baik-baik saja? Ada yang sakit tidak? Lihat wajah mu pucat! Ahhh maafkan bunda" ucap nya yang merasa bersalah sekaligus melihat seluruh tubuh Elisa


"Bunda, aku tidak apa-apa. Ini aku bawakan kue kesukaan bunda" ucap El yang tersenyum manis sambil menunjukkan kue yang ia beli

__ADS_1


"Waaah baik sekali sudah mau membawakan kue, tapi sayangnya orang yang dibawakan kue justru membalas dengan percobaan pembunuhan" sahut Lewis dengan senyum manisnya


"Ahhh maafkan bunda, bunda tidak bermaksud begitu" ucapnya yang merasa bersalah


"Tidak apa-apa bunda, El ngerti kok. Oh ya Tuan Lewis bisa bicara berdua?" ucap El yang mengalihkan perhatian


"Baik, ikut saya" Lewis pun berdiri lalu berjalan dahulu untuk menunjukkan jalan.


Sementara itu "Pintar sekali kau Lewis, baru datang sudah mengambil menantuku tanpa izin dulu dari ku. Ahhh tapi tidak apa, dengan begitu mereka semakin dekat, lalu menikah, punya anak, aku akan jadi nenek, dan bermain bersama cucuku" ucap nya senang sampai berkhayal terlalu jauh {dasar plin-plan:v halunya dikurangin bund!}


Taman belakang rumah. "Nah kita sudah sampai, jadi apa yang ingin kau bicarakan dengan ku?" ucap Lewis yang to the point.

__ADS_1


El mengamati sekeliling untuk memastikan tidak ada orang "Kalau begitu langsung saja, ayo batalkan pertunangan ini"


__ADS_2