My Psycho Girl

My Psycho Girl
Sisi lain Elisa 2


__ADS_3

Saat dia sadar, dia akan seperti orang linglung yang hanya mengunci dirinya di dalam kamar. Ketika dia ingat kejadian saat ia membunuh orang, ia akan mengikat tangannya dengan ikat pinggang atau borgol agar dia tidak lepas kendali. Bahkan ia harus melukai dirinya agar sadar, dengan mensayat-sayat tangannya dengan pisau atau membenturkan kepalanya sampai berdarah dan bahkan pingsan.


Ya itu dulu saat sebelum bertemu dengan Edward, setelah bertemu Edward kondisi Elisa semakin membaik. Hanya saja saat terkena air hujan dan dia tidak meminum obatnya, itu akan membuatnya kehilangan kendali.


Walaupun seperti itu, Elisa memiliki sisi baiknya. Dia sangat menyukai anak-anak, melindungi yang lemah, membela yang benar, memberi santunan pada orang-orang miskin. Hingga ia menjadi pahlawan bagi mereka yang ditolong dan menjadi malaikat maut bagi mereka yang sial.

__ADS_1


~


Setelah bertemu Edward, Elisa menghilang tanpa kabar selama dua minggu lebih. Ayahnya hanya diam karena sudah tau kemana perginya Elisa "Ini bulan Mei, pasti dia kesana" fikir Tuan Lee, sementara ibunya Lewis binggung setengah mati. Ia menyuruh orangnya untuk mencari Elisa ke seluruh penjuru dunia {dasar orang kaya :v}.


Disisi lain, Elisa sedang santai-santai menikmati pemandangan "Nona, bunganya sudah siap" ucap Zack sambil membawa buket bunga dan sekantong plastik besar yang berisi bunga "Ayo kita mengunjungi kakakku" ucap El yang tersenyum manis lalu beranjak pergi dari tempat duduknya tadi.

__ADS_1


"Mbak, adekmu teko ngendangi. Sepurane ya lagi teko, aku kangen mbak" (translate: Mbak, adikmu datang menjenguk. Maaf ya baru datang, aku rindu Mbak) ucapnya yang berusaha menahan air matanya dengan tersenyum. "Sebenarnya kau baik El, hanya saja sisi lain dirimu itu yang membuat mu terlihat buruk" ucap Zack yang melihat dari kejauhan dan memberi waktu untuk Elisa.


Cukup lama Elisa duduk disebelah makam itu sambil bercerita dengan air mata yang mengalir kadang-kadang ia juga tersenyum. Kemudian Elisa mengambir air yang ada dibotol besar, ia menyiram bunga mawar yang tumbuh diatas 2 makam itu, dan menyiram taburan bunga yang berada diatas makam. "Mbah, mbak! Aku pamit mantuk ya, Assalamualaikum" (terjemah: Kakek, Mbak! Aku pamit pulang ya, Assalamualaikum) ucapnya yang terdengar sedih.


"Sudah?" tanya Zack yang melihat El berjalan ke arahnya "Sudah ayo" ucap El yang tersenyum lalu mereka masuk ke dalam mobil. El hanya diam sambil menatap ke luar jendela, pandangannya terlihat kosong "Mau es krim?" tanya Zack yang memecah suasana "Boleh" jawab El datar.

__ADS_1


Mereka pun berhenti di supermarket dekat di daerah itu "Ayo" ucap Zack yang mengulurkan tangannya, El pun tersenyum lalu meraih tangan Zack. Mereka pun pergi masuk sambil berpegangan tangan "Kau yang paling tau aku" ucap El dalam hati sambil memandangi Zack dari belakang.


10 menit kemudian, Zack dan El duduk di tempat yang sudah disediakan oleh supermarket itu. Di atas meja itu sudah penuh dengan beberapa kantong plastik yang penuh dengan barang-barang belanjaan Elisa. Zack terlihat masam dengan belanjaan Elisa.


__ADS_2