
Citraloka tersenyum melihat El yang sedang marah "Memang benar keturunan raja dari timur" ucap Citraloka yang terfokus pada bayangan hitam yang berdiri dibelakang El
Ketika El menengok kebelakang ia terkejut ketakutan, hingga akhirnya ia tersadar dengan nafas yang terengah-engah. Matanya mulai mengamati sekeliling, hingga ia menemukan Zack yang tengah tertidur sambil duduk tegak dikursi samping nya.
El menepuk pelan paha Zack sambil memanggil namanya dengan lirih "Zack?? Bangun!!" Zack pun membuka matanya lalu langsung menatap El yang tengah berbaring diranjang dengan mata yang berbinar-binar
"Kau sudah bangun? Masih sakit tidak? Hmm? Hm?" tanya Zack sambil memeriksa luka dikening El
"Aku tidak apa, ini dimana? Berapa lama aku pingsan?" tanya El yang mengamati sekitar
"Kita dipesawat, perjalanan pulang. Soal berapa lama kau pingsan, kau sudah pingsan 1 hari penuh" jelas Zack
"Ahh begitu" El menghela nafas sambil mengamati ke luar jendela "Kau tau Zack, kenapa ayah menyuruhku pulang?" ucapnya lagi sambil menatap Zack
__ADS_1
"Tidak tau, kenapa?" Zack mulai khawatir dengan ucapan El barusan
"Aku akan menikah" Deg! "Dengan Lewis"
Bagai sebuah pukulan besar yang menyadarkan Zack, bahwa yang ia khawatir kan menjadi kenyataan, pandangannya mulai sayu, dengan raut wajah yang sedih. Tapi ia berusaha untuk menutupinya dengan memasang wajah dinginnya
"Kau bercanda kan?" dengan senyum pahit yang ia tunjukkan, berharap agar kata-kata tadi hanyalah sebuah guraun belaka, walaupun ia tau kalau El tidak pernah bercanda dengan hal-hal seperti ini
"Tidak Zack, ini sungguhan"
El langsung bangkit dari tidurnya, duduk tepat menghadap Zack yang tengah menunduk, El mengusap pipi Zack yang tengah di sembunyikan "Zack, Maaf, aku..."
"Kau tidak mencintainya bukan?" potong Zack yang membuat El terkejut
__ADS_1
"Apa? Tunggu, Zack, bu..." ucapan El kembali dipotong oleh Zack
"Tinggalkan dia! Aku akan mencintaimu dan akan membuatmu mencintaiku" Zack mengangkat kepalanya, mengusapkan pipinya pada telapak tangan El yang ia genggam erat.
Zack menutup matanya, seakan-akan ia menghayati apa yang ia lakukan, hingga ia berhenti dan menatap lekat-lekat El dengan mata sipit tajamnya itu.
Dengan cepat, Zack menarik tangan El kebelakang tubuhnya, hingga tubuh El ikut tertarik, menempel dengan tubuh Zack "Aku sayang padamu" bisik Zack yang menggoda dengan hembusan nafas yang mengenai telinga El. Seketika tubuh El terasa merinding dan geli dihatinya.
Zack menggigit, menghembuskan nafas, dan me**mat telinga El. Tubuh El bergetar, dengan rasa risih dan geli di dalam hatinya bercampur aduk menjadi satu. El menderong Zack sekuat tenaga, tapi tubuh Zack tidak bergerak sedikitpun.
Zack mendaratkan kecupan di leher El, membuat El menahan sesuatu didalam hatinya. Telinga dan pipinya memerah, begitu juga dengan Zack "Zack, henti-kan!" pintanya dengan nafas yang sudah tak teratur
Zack pun berhenti, ia menatap dalam-dalam wajah El sambil memegang kepala El dengan kedua tangannya. Pandangan Zack mulai sipit dan sayu, ia kembali mendekatkan wajahnya. Berusaha untuk mencium bibir manis milik El, tapi langkahnya itu terhalangi oleh tangan El
__ADS_1
"Sudah, cukup!" ucap El dengan nafas yang tidak teratur
"Tidak mau" Zack tersenyum dibalik tangan El, ia menjilat tangan El dengan penuh nafsu